Kopi TIMES

Sumpah Pemuda dan Kepemimpinan Berbasis Digital

Minggu, 29 Oktober 2023 - 18:08 | 61.30k
Dr. M. Hasan Chabibie
Dr. M. Hasan Chabibie

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Indonesia merupakan negeri yang ditenun dari gagasan dan perjuangan kata-kata, keringat, darah serta air mata. Tepat pada tanggal 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda diucapkan di Indonesia. Sebuah momen bersejarah yang menyatukan pemuda dari berbagai etnis dan latar belakang dalam tekad untuk mencapai kemerdekaan. Namun, sekarang, 95 tahun kemudian, kita berada di era digital, dan pertanyaan muncul: bagaimana Sumpah Pemuda akan menginspirasi kepemimpinan berbasis digital di Indonesia?

Dalam era digital ini, teknologi telah mengubah lanskap kepemimpinan di semua lini kehidupan, termasuk politik, bisnis, dan masyarakat sipil. Kepemimpinan berbasis teknologi membawa peluang besar. Melalui platform media sosial dan komunikasi digital, para pemimpin dapat menghubungkan diri dengan masyarakat secara langsung, menyampaikan pesan, dan mendengarkan aspirasi mereka. Namun, sambil membawa peluang, teknologi juga menimbulkan tantangan serius.

Salah satu prinsip Sumpah Pemuda adalah "Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia." Prinsip persatuan dan kesetaraan ini harus diaplikasikan dalam kepemimpinan berbasis digital. Pemimpin yang efektif harus berkomitmen pada transparansi dan akuntabilitas.

Teknologi digital memungkinkan masyarakat untuk mengawasi tindakan pemerintah dan pemimpin. Namun, tantangan muncul dalam hal menanggapi kritik dan keluhan publik. Kepemimpinan yang berlandaskan prinsip-prinsip Sumpah Pemuda harus bersedia mendengarkan pendapat beragam dan merespons dengan tindakan yang sesuai.

Perkembangan digital yang massif juga berdampak kepada situasi sosial politik di Indonesia, yang merambah dunia pendidikan, hukum, kesehatan hingga kebudayaan. Menurut laporan We Are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 213 juta pengguna per Januari 2023. Dari gambaran data ini, setara 77% total populasi Indonesia yang sejumlah 276,4 juta orang pada awal tahun 2023 ini. Ini tentu jumlah yang besar dalam kapasitas sebagai pengguna, yang berdampak pada lanskap digital di kawasan Indonesia dan juga Asia Tenggara. 

Kita perlu mendorong hadirnya Sumpah Pemuda di era digital, yang untuk merancang serta mengeksekusi skenario agar muncul kepemimpinan berbasis teknologi yang mampu mentransformasi dan membawa perubahan yang lebih baik, seiring dengan percepatan serta inovasi yang terjadi

Pendidikan dan Akses Digital

Sumpah Pemuda menekankan pentingnya pendidikan sebagai alat untuk mencapai kemerdekaan. Di era digital, pendidikan masih menjadi fondasi untuk membangun kepemimpinan yang kuat. Namun, ada tantangan dalam memastikan semua orang memiliki akses ke teknologi digital dan pendidikan yang berkualitas.

Pemerintah dan pemimpin di era digital harus bekerja keras untuk memastikan akses internet yang merata di seluruh negeri. Hal ini akan memungkinkan pemuda dari berbagai daerah untuk mendapatkan pendidikan dan peluang yang sama. Mereka harus memiliki akses ke platform digital yang mendukung pembelajaran, berbagi pengetahuan, dan berkolaborasi.

Salah satu aspek penting dari kepemimpinan berbasis teknologi digital adalah kemampuan untuk mendorong inovasi dan kreativitas. Indonesia harus mengembangkan pemimpin-pemimpin yang mampu memanfaatkan potensi teknologi digital untuk solusi inovatif dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga lingkungan.

Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk bersatu dalam semangat persatuan dan kesetaraan. Semangat ini harus memandu kepemimpinan berbasis teknologi digital dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepemimpinan Berbasis Teknologi Digital

Seiring dengan peringatan Sumpah Pemuda yang bersejarah, kita harus memahami bahwa kepemimpinan di era digital adalah refleksi dari nilai-nilai dan prinsip-prinsip Sumpah Pemuda. Semangat persatuan, kesetaraan, dan perjuangan harus menjadi panduan dalam membangun kepemimpinan berbasis digital.

Kepemimpinan berbasis teknologi digital adalah tentang menggabungkan teknologi dengan nilai-nilai manusia yang mendasar. Ini adalah tentang mendengarkan, merespons, dan bertindak demi kepentingan semua warga negara. Dalam konteks ini, teknologi digital menjadi sarana, bukan tujuan.

Menggabungkan semangat Sumpah Pemuda dengan kepemimpinan berbasis teknologi digital adalah tantangan besar, tetapi juga peluang besar bagi Indonesia. Pemimpin di era digital harus mengikuti nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam menjalankan tugas mereka. Mereka harus transparan, akuntabel, dan inklusif dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Mereka harus berkomitmen pada pendidikan yang merata dan inovasi yang berkelanjutan.

Di tengah lanskap yang terus berubah dengan cepat, Indonesia harus menghasilkan pemimpin-pemimpin yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital dan, pada saat yang sama, menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesetaraan. Dengan demikian, kita dapat yakin bahwa semangat Sumpah Pemuda akan tetap hidup dan relevan di era digital ini, membantu Indonesia mencapai masa depan yang lebih baik.

Momen Sumpah Pemuda memberikan pengingat kepada kita bahwa semangat persatuan adalah kunci untuk mencapai kemerdekaan dan kemajuan. Kepemimpinan berbasis teknologi digital harus memelihara semangat ini dan menjadikannya dasar dalam mengatasi tantangan dan peluang masa kini dan masa depan.

Apalagi pada momentum menjelang Pilpres 2024 nanti. Perlu adanya pemimpin yang menghadirkan gagasan kepemimpinan berbasis digital, sekaligus ide-ide penting untul transformasi teknologi bagi masa depan bangsa Indonesia. Dari sisi ini, kita perlu bekerja bersama, bergerak cepat dan taktis untuk mengimbangan inovasi digital yang sekarang ini massif. Indonesia membutuhkan pemimpin yang paham dan bergerak dengan pola kepemimpinan berbasis teknologi digital (*)

*) Dr. M. Hasan Chabibie, Pengasuh Pesantren Baitul Hikmah Depok, Jawa Barat; mengabdi sebagai Kepala Pusdatin Kemendikbudristek.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES