Kopi TIMES

Jamu Kuat: Akselerasi 100 Persen Jambanisasi di Lombok Utara

Rabu, 08 November 2023 - 07:45 | 62.49k
Sarjono, S.I.Kom, M.Sos (Pranata Humas Muda Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda KLU).
Sarjono, S.I.Kom, M.Sos (Pranata Humas Muda Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda KLU).

TIMESINDONESIA, LOMBOK – Jamban sehat efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit. Sehingga harus dimiliki setiap rumah tangga dengan penempatan di dalam rumah ataupun di luar rumah yang memenuhi syarat kesehatan dan mudah dijangkau oleh penghuni rumah. Ketersediaan jamban sehat dalam sebuah keluarga merupakan salah satu wujud perilaku hidup sehat.

Green dalam Notoatmodjo (2007) mengutarakan bahwa perilaku sehat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor predisposisi seperti pengetahuan, sikap, ekonomi dan pendidikan masyarakat. Sedangkan faktor memungkin berhubungan dengan ketersediaan air bersih, dan faktor penguat berkaitan dengan peran petugas kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya sanitasi lingkungan yang sehat.

Faktor-faktor di atas menjadi kunci untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat. Hal ini mengacu salah satu target utama Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Open Defecation Free (ODF). Pada SDGs poin 6.2 menargetkan bahwa tahun 2030 telah tercapai akses terhadap sanitasi dan kebersihan yang memadai dan merata bagi semua serta menghentikan praktik buang air besar ditempat terbuka. Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) adalah suatu kondisi ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit.

Berpijak dari dasar pemikiran di atas, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara membidani Jamu Kuat (Jamban Murah Keluarga Sehat), inovasi unggulan untuk mempercepat tercapainya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Jamu Kuat digagas olen UPT BLUD Puskesmas Kayangan dengan tujuan mempercepat Desa ODF dan STBM 5 Pilar di setiap rumah tangga menuju keluarga sehat yang berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyadari bahwa jamban sebagai instrumen sarana sanitasi dasar yang harus dimiliki oleh setiap rumah tangga. Namun fakta empirisnya alasan utama warga belum memiliki jamban keluarga sehat dikarenakan keterbatasan biaya akibat rendahnya ekonomi mereka. Selain itu, belum meratanya jamban sehat di setiap rumah tangga disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai PHBS.

Beberapa faktor tersebut menyebabkan masih banyak warga belum memiliki jamban sehat dan permanen secara merata di wilayah Kecamatan Kayangan khususnya dan wilayah Lombok Utara secara umum. Kemunculan inovasi Jamu Kuat diharapkan kepemilikan jamban sehat bagi setiap rumah tangga lebih cepat terealisasi dengan membangun jamban murah, sehat, dan saniter (ramah sanitasi lingkungan).

Dengan kehadiran Jamu Kuat diekspektasikan semakin bertambahnya jumlah rumah tangga memiliki jamban sehat sehingga kualitas dan akses jamban permanen semakin meningkat serta merata. Targetnya angka kesakitan yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk menurun bahkan nihil.

Dus, Jamu Kuat menjadi salah satu inovasi unggulan daerah yang mengantarkan Lombok Utara sebagai kabupaten muda di NTB dinilai memiliki intensitas inovasi yang tinggi oleh pemerintah pusat. Jamu Kuat termasuk inovasi non digital yang berhasil menjadi nominasi terbaik nasional dalam bidang kesehatan. 

Dengan inovasi ini Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Kesehatan mengunjungi Lombok Utara untuk melakukan verifikasi lapangan inovasi non digital tersebut.

Inovasi unggulan ini telah mengantarkan Lombok Utara masuk dalam nominasi inovasi daerah dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2022 daerah bersesanti Tioq Tata Tunaq ini mampu menorehkan juara dua nasional. Pencapaian luar biasa untuk ukuran Lombok Utara dalam kedudukan daerah otonomi termuda di Provinsi NTB. Pencapaian yang harus dijaga dan dipertahankan melalui semangat terus berkarya melahirkan inovasi demi inovasi sebagai langkah konkrit menjawab kebutuhan masyarakat. 

Jamu Kuat bahkan mendapatkan apresiasi dari Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi dan Inovasi Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri atas penilaian memiliki dampak positif yang signifikan bagi pemenuhan jambanisasi secara merata di tengah masyarakat.

Berdasarkan data terbaru BSKDN, bahwa dari 8.000 KK di Kabupaten Lombok Utara, kini hanya tersisa 2.000 KK saja yang belum memiliki jamban sehat dan saniter. Pihak BSKDN bahkan optimis inovasi Jamu Kuat bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat Lombok Utara memiliki jamban lantaran harganya yang relatif murah. Diyakini pula kekurangan yang masih tersisa itu dapat disapu bersih menuju suatu kondisi jambanisasi 100 persen atau seluruh rumah tangga punya jamban sehat tanpa terkecuali.

Dalam konteks ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memang dinilai berhasil menjalankan inovasi yang tepat bagi masyarakat. Kendatipun demikian, semua stakeholder perlu mempertahankannya bahkan meningkatkan pencapaian tersebut dengan spirit terus menciptakan inovasi tepat guna bagi masyarakat. Tidak hanya itu, keberhasilan ini juga harus memicu semangat seluruh lapisan masyarakat untuk terus berpacu dalam inovasi membangun daerah dalam pelbagai aspeknya.  

Pemerintah daerah menyadari atensi pemerintah pusat kepada Lombok Utara begitu besar membantu terbangun dan terealisasinya program Jamu Kuat di masyarakat. Dalam implementasinya, pemerintah daerah tidak bisa bergerak sendiri tapi dukungan sinergi dan kemitraan multipihak. Sejumlah kalangan pun menyambut positif Jamu Kuat ini seraya berharap kedepan inovasi tepat yang dilahirkan tidak saja pada aspek kesehatan namun juga lahir inovasi-inovasi dalam seluruh aspek pembangunan, ekonomi, pariwisata, pertanian, kelestarian air dan aspek-aspek lainnya. 

***

*) Oleh: Sarjono, S.I.Kom, M.Sos (Pranata Humas Muda Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda KLU).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES