Kopi TIMES

Refleksi Hari Guru

Minggu, 26 November 2023 - 12:22 | 31.21k
Zanuar Mubin, Dosen Ma'had Aly Al-Tarmasi.
Zanuar Mubin, Dosen Ma'had Aly Al-Tarmasi.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Profesi sebagai seorang guru sering kali menjadi kisah inspiratif juga dilema di tengah masyarakat. Para guru honorer misalnya, profesi yang terus dihadapkan dengan tantangan besar, ekonomi, tanggungjawab moral, jaminan kesehatan, belum lagi terkait pengakuan dan kepastian dalam berbagai aspek kehidupan.

Jaminan ekonomi menjadi sorotan utama, di mana honorer cenderung tidak memiliki kepastian terkait penghasilan dan tunjangan. Ketidakjelasan ini dapat memengaruhi stabilitas finansial mereka, menimbulkan kecemasan, dan bahkan menghambat perkembangan karir.

Tidak hanya itu, honorer juga sering mengalami dilema sosial. Keluhan mereka terkadang dianggap tak pantas, sehingga sulit untuk menyuarakan hak-hak mereka secara terbuka. Sebagai bagian integral dari sistem pendidikan dan layanan publik, mereka sering kali menanggung tanggung jawab level atas tanpa mendapatkan penghargaan yang setara.

Dalam menghadapi semua dilema ini, banyak honorer mencari kekuatan dan jaminan tanpa batas dengan bersandar kepada Allah SWT. Keimanan mereka menjadi pilar utama dalam menghadapi segala tantangan, memberikan semangat dan ketabahan untuk terus berjuang meski dihadapkan pada ketidakpastian.

Sebagai contoh terdapat guru-guru honorer di pondok pesantren yang sejauh ini berkomitmen menampakkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai kendala ekonomi. Mereka menunjukkan bahwa keimanan yang teguh mampu menjadi kekuatan pendorong utama dalam mengatasi segala rintangan, mengilhami semangat untuk terus berkarya tanpa kenal lelah. 

Di lingkup pendidikan pesantren, keberanian ini menjadi dasar yang kokoh, membimbing serta mendidik generasi penerus dengan penuh dedikasi dan ketulusan. Seiring waktu, para guru ini menciptakan fondasi yang kuat, memberikan landasan kokoh bagi perkembangan spiritual dan intelektual yang holistik.

Pendidikan di pondok pesantren bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Guru-guru yang berpegang teguh pada keimanan mereka tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga pembimbing rohaniah bagi para santri. Dengan keteladanan mereka, para guru ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan spiritual, memperkaya intelektualitas, dan melatih jiwa kepemimpinan. Keberanian dan keteguhan guru-guru honorer pesantren layak menjadi contoh di hari yang spesial ini. 

Seiring dengan momentum Hari Guru Nasional, kita diingatkan untuk memberikan apresiasi kepada semua guru, termasuk para honorer yang dengan gigih berkontribusi dalam dunia pendidikan. Perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap kondisi profesi honorer, dengan harapan dapat memberikan solusi dan perbaikan yang lebih baik untuk masa depan mereka.

***

*) Oleh : Zanuar Mubin, Dosen Ma'had Aly Al-Tarmasi.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES