Kopi TIMES

Marketing Politik 5C

Jumat, 29 Desember 2023 - 14:22 | 36.57k
Dr. Asep Totoh,SE.,MM; Dosen PS FEBI Ma’soem University; Dosen Pascasarjana MBA Telkom University; Wadir Marketing YPDM Bakti Nusantara 666 Cileunyi Kabupaten Bandung
Dr. Asep Totoh,SE.,MM; Dosen PS FEBI Ma’soem University; Dosen Pascasarjana MBA Telkom University; Wadir Marketing YPDM Bakti Nusantara 666 Cileunyi Kabupaten Bandung

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Pesta demokrasi menghadirkan ragam persaingan sebagai sebuah fenomena yang tidak bisa dihindarkan sama sekali. Persaingan menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa dihindarkan pada pelaksanaan demokrasi, khususnya di Indonesia yang saat ini sedang terjadi persaingan politik pada tingkatan berjalannya demokratisasi. 

Dinamika dan intrik politik telah membuat persaingan politik, hal tersebut bisa dilihat dalam memperebutkan kedudukan atau fungsi pada partai politik dan persaingan dalam menghadirkan simpatisan dan atau dukungan dari masyarakat. 

Strategi

Ada banyak strategi yang dilakukan partai-partai politik atau para kandidat Capres dan cawapres, dan para caleg di Pemilu kali ini, disarikan dari beberapa literatur strategi tersebut antara lain: Pertama. Strategi mempengaruhi perilaku pemilih dengan meningkatkan infomasi awal dan juga popularitas para calon kandidat melalui media massa, iklan cetak; baligo, spanduk, pamflet, brosur, media sosial, bahkan kampanye door to door berdalih kunjungan atau safari silaturahmi warga.

Kedua. Strategi pencitraan dengan pembentukan citra diri para calon kandidat presiden dan wakilnya, juga calon legislatif sesuai dengan isi, misi dan target pemilih, menentukan media komunikasi politik yang efektif, mendesain konsep komunikasi politik, atau dengan mempengaruhi isi liputan pada media massa tertentu.

Ketiga. Strategi mobilisasi dengan membangun organisasi pemenangan pemilu yang efektif dan efisien, mendesain kerangka kerja organisasi yang jelas dan terukur, dan menentukan target-target pemenangan dan schedulenya. Stratewgu pembentukan Timnas Anies-Cak Imin, TPN Ganjar-Mahfud, dan TKN Prabowo-Gibran menjadi ukuran keberhasilan menarik pilihan hati masyarakat.

Keempat. Strategi mitos politik dengan mitos karismatik sosok pemimpin dengan romantisme sebagai orang yang akan mampu mengubah nasib negara dan mitos kekuatan partai politik dengan narasi hanya partai politik dengan kelompok koalisinya yang memiliki jurus jitu mengatasi semua persoalan bangsa ini bahkan tanpa mereka negara ini akan hancur.

Marketing Mix 5C

Fenomena dan peristiwa politik sampai hari ini membuat banyak ragam opini, argumentasi, spekulasi bahkan debat kusir dalam obrolan masyarakat. Ambiguitas masyarakat dalam menentukan pilihan menjadi kebingungan sendiri apakah fakta atau hoaks dari banyak informasi pemilu yang berseliweran di konten media sosial dan juga group-group keluarga. 

Bak buah simalakama jika para kandidat pemimpin dan wakil rakyat terjepit di antara dua kepentingan, kepentingan partai politik yang menaunginya atau kepentingan rakyat yang memilihnya dan pada akhirnya akan memilih bersikap aman. 

Niscaya marketing politik menjadi pilihan partai politik, para kandidat calon presiden dan cawapres, atau para calon anggota legislatif untuk melakukan aktivitas terencana, taktis, berdimensi jangka panjang dalam menyebarkan makna politik kepada para pemilih. Tujuan utamanya adalah bisa membentuk dan menanamkan harapan, sikap, keyakinan, dan orientasi perilaku pemilih, sehingga pilihannya dijatuhkan pada kandidat atau partai tertentu secara konsisten.

Dalam politik jika memahami konsepnya, mengetahui caranya dan bisa menerapkannya, maka marketing adalah sebuah langkah-langkah tepat, jelas, sederhana dan terpetakan untuk keberhasilan. 

Berikut modifikasi marketing mix 4C Robert F. Lauterbern (1990) yang bisa digunakan dalam marketing politik dengan konsep 5C yaitu: Pertama. Contituante Needs (kebutuhan rakyat), para kandidat harus memenuhi apa yang diinginkan dan dibutuhkan rakyat bukan hanya menebar janji manis saja saat berkampanye.

Kedua. Communication (komunikasi), mampu membangun komunikasi dua arah, terbuka dan intim dengan masyarakat. Para pemilih mau berkomunikasi bukan sekedar janji-janji politik karena para calon kandidat mau membuka ruang diri secara luas, lebih dekat dan peka dengan emosional para pemilih.

Ketiga. Clarity (kejelasan), sebuah kejelasan dari apa yang akan diperoleh, yang digunakan, atau yang dirasakan rakyat. Kejelasan ini bisa menjadikan sebuah keyakinan dalam pengambilan keputusan, keterbukaan atas kinerja bisa memberikan edukasi sekaligus juga impresi bagi pemilih sehingga memberikan pemahaman dan kejelasan. Alhasil, keterbukaan proses yang tepat akan memberikan kejelasan akurat yang bisa menjadi modal untuk di pilih dan dipercaya.

Keempat. Convincing (keyakinan), sebagai keyakinan akan integritas, kualitas dan produktivitas dari para calon kandidat. Menjadi tolak ukur jika ukuran kinerja dan hasil kerja yang akan dan telah diberikan sebagai derajat suatu layanan yang dapat memuaskan masyarakat karena mampu memenuhi harapan, keinginan dan kebutuhannya.

Kelima. Commitment (komitmen), ketika sudah terpilih dan dipercaya rakyat maka harus berkomitmen memenuhi harapan-harapan rakyat dengan memperjuangkan agar masyarakat bisa hidup lebih baik, makmur, sejahtera dan bahagia. 

Menjadi pemimpin dan wakil rakyat bukan sekadar untuk hidup enak, dihormati, dikenal banyak orang, tinggal memerintah, dan berpenghasilan besar. Seorang pemimpin dan wakil rakyat harus memiliki tanggung jawab, berkarakter negarawan, dan visioner. Memiliki aktivitas kerja yang tidak termotivasi oleh kehormatan, kemuliaan atau otoritas pribadi, tetapi oleh kesediaannya melayani rakyat.

Dalam optimisme rakyat semoga lahir para pemimpin dan wakil rakyat amanah yang diemban tidak runtuh terbuai oleh megah dan mewahnya fasilitas, gaji beserta tunjangan-tunjangannya. Jadilah anggota pemimpin dan wakil rakyat yang mulia tidak lupa dan menutup mata, atau bahkan malah tertidur nyenyak dalam kenyamanannya ditunjang oleh fasilitas negara. Pemilu 2024 adalah momentum untuk mendapatkan pemimpin terbaik yang benar-benar mewakili seluruh kehendak rakyat RI.

***

*) Oleh : Dr. Asep Totoh,SE.,MM; Dosen PS FEBI Ma’soem University; Dosen Pascasarjana MBA Telkom University; Wadir Marketing YPDM Bakti Nusantara 666 Cileunyi Kabupaten Bandung; Guru PKKWu SMK Bakti Nusantara 666; Wakil Ketua BMPS Kab. Bandung; Sekretaris MGMP PKK Kab. Bandung; Pengurus Tim Sekolah Pencetak Wirausaha Jawa Barat.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES