Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Syaikh Maulana Malik Ibrahim Stanford

Rabu, 24 Januari 2024 - 14:07 | 14.74k
Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang makamnya terletak di kampung Gapura di dalam kota Gresik, jawa timur, tidak jauh dari pelabuhan. Inskripsi makam nya yang menuju angka 882 H/ 1419 M, yaitu tahun wafatnya, menempatkannya sebagai salah satu tokoh yang dianggap penyebar islam tertua di Jawa.

Secara, sebagaimana masyarakat memberi sebutan Syekh Maghribi kepada Syekh Maulana Malik Ibrahim, sehingga timbul asumsi bahwa tokoh yang asal keturunanya dari Magrib, yaitu maroko di Afrika Utara. Babad Tanah Jawi yang disunting J.J meinsma, dengan kurang tepat menyamakan Syekh Maulana Malik Ibrahim dengan nama Syekh Ibrahim Asmarakandi (as-Samarqandi), yang menimbulkan kesan bahwa tokoh bersangkutan berasal dari Samarkand di Asia Tengah. Sementara itu, Sri Thomas stanford Raffles dan History of java menyatakan bahwa berdasar sumber-sumber lokal, Maulana Ibrahim adalah seorang Pandhit termasyhur asal Arabia, keturunan Zainal Abidin(Zainal Abidin) dan sepupu Raja Chermen telah menetap di leran di janggal bersama para penganut islam yang lain.

Berdasarkan penulisan yang lebih belakang, beberapa versi seputar keberadaan tokoh Maulana Malik Ibrahim semakin menimbulkan perbedaan asumsi yang mengejam tentang siapa jati diri tokoh yang disebut Syekh Maulana Malik Ibrahim tersebut. Bahkan menurut penulis yang lebih belakang lagi, telah disusun silsilah ‘’spekulatif’’ Syekh Maulana Malik Ibrahim yang mengaitkannya dengan golongan Alawiyyin keturunan  Nabi Muhammad SAW, dari Fatimah az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib dari jalur husain bin Ali turun ke Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash- Shadiq, Ali al-Uraidhi,Muhammad al-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir,Ubaidillah, Alwi Awal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi atas-Tsani., Ali Khali Qasam,Syaikh Muhammad Shahib Mirbath, Alwi al-Fiqh, Abdul Malik Ahmad Khan, Abdullah (al-azhamat) Khan,  Ahmad Syal Jalal, Jamaludin Akbar al-Husain, Dan Maulana Malik Ibrahim.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Sementara itu, berdasarkan pembacaan epigrfi asal perancis J.P Moquette atas tulisan pasassti makam Syaik Maulana Malik Ibrahim yang di tulis dalam De Datum Op Den Grafsteen Wan Maili Ibrasim te Grisse, disebutkan bahwa almaruma yang bernama al-malik ibrahim, yang wafat pada hari senisn 12 Rabiulawwal 822 H (8 April 1419), berasal dari Kashan (bin kashan), sebuah tempat di Persia (Iran).

Selain itu, berdasarkan pembacaan inskripsi pada batu nisan makamnya, yang dibaca ooleh Moquette, yang ditandai kalimat la ilaha illahlah, surah al-Baqarah,255(ayat kursi); surah Ali Imran, 185 surah ar-rahman,26-27; surah at-taubat 21-22, terdapat penjelasan bahwa tokoh bernama al-Malik Ibrahimn adalah seorang tokoh terhormat yang berkedudukan sebagai berikut:

1. guru kebanggan para pegeran (mafkharul-umar)

2. penasehat raja dan para mentri (umdatus-saltahin wal- wuzar)

3. Dan dermawan kepada fakir miskin (wa ghaisul-masakin wal-fuqaran)

4. yang berbahagia kerena syahid (as-sa id asy-syaidah thirazu bahaid dawlah wad-din)

Secara utuh terjemahan dari inskripsi batu nisa Syaik Maulana Malik Ibrahim menurut J.P Moqquette adalah sebagai berikut:

Inilah makan almarhum al-maghruf, yang mengharap rahmat Allah yang maha luhu, guru kebangaan para pangeran, tongkat penopong para raja dan mentri, siraman bagi kaum fakir dan miskin, syahid yang erbahagia dan lembaga cemerlang negara dalam urusan agama:al-malik ibrahim yang terkenal dengan nama kake Bantal, berasal dari Kashan. Semoga allah melimpahkan rahmat dan rodha-nya dan menempatkanya ke dalam surga. Telah wafat pada hari senin 12 Rabi’ul Awwal 822 Hijriah.

G.W.J Drewes dalam Nghat light on coming of islam to indonesia menyambut bahwa Maulana Malik Ibrahim dianggap sebagai salah seorang tokoh yang pertama-tama menyebarkan agama sialm di tanah Jawa dan merupakan wali Senior di antara para wali lainya. Menurut Babad ing Gresik, yang awalnya datang ke Gresik adalah dua bersaudara keturunan Arab, Maulana Mahpun dan Maulana Ibrahim dengan tetuanya Sayid Yusuf Magrib beserta 40 orang pengiring. Maulana Mahpur dan Maulana Ibrahim masih bersaudara dengan Raja Gedah. Mereka berlayar ke jawa untuk menyebarkan agama sambil berdagang. Mereka berlari di gerwaris atau gresik pada tahun 1293 J/1371 M. Rombongan menghadap Raja Majapahit Brawijaya, menyampaikan kebenaran agama islam. Sang raja menyambut baik kedatangan mereka tetapi belum berkenan memeluk agama islam, lalu Maulana Ibrahim diangkat oleh Raja Majapahit menjadi sahBanndar Gresik dan diperbolehkan menyebarkan agama islam kepada orang jawa yang mau.

Sementara itu, sumber cerita lokal menuturkan bahwa daerah yang dituju Syekh Maulana Malik Ibrahim yang pertama kali saat mendarat di jawa ialah Desa Sembalo, di dekat desa leran kecamatan manyar Kabupaten Gresik, yaitu 9 kilometer di arah utara Kota Gresik, tidak jauh dari kompleks Makam Fatimah Binti Maimun. Ia lalu mulai menyiramkan agama islam dengan mendirikan masjid pertama di desa pasucinan, Manyar. Aktivitas yang mula-mula dilakukan Maulana Malik Ibrahim adalah berdagang di tempat terbuka dekat pelabuhan yang disebut dera rumo, yang menurut cerita setempat berkaitan dengan kata Rum(persia), yaitu tempat kediaman orang Rum. Setelah merasa dakwahnya berhasil di Sembalo. Setelah itu ia datang ke kutaraja Majapahit, menghadap raja dan mendakwahkan agama islam kepada raja. Namun, Raja Majapahit hellum mau masuk islam tetapi menerimanya dan kemudian menganugerahinya sebidang tanah di pinggir kota gresik, yang belakangan dikenal dengan nama desa gapura. Di Desa Gapura itulah Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren untuk mendidik keder keder pemimpin montok dan penyebaran islam yang diharapkan dapat melanjutkan misinya, menyampaikan kebenaran islam kepada masyarakat di wilayah Majapahit yang sedang mengalami kemerosotan akibat perang saudara.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES