Kopi TIMES

Nikah, Ibadah yang Menyajikan Kenikmatan Tiada Tara!

Minggu, 28 Januari 2024 - 11:44 | 41.76k
ABD. AZIZ, Advokat, Legal Consultant, Mediator Non Hakim, Lecture, Founder dan CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW. Kini, Sekjen DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK)
ABD. AZIZ, Advokat, Legal Consultant, Mediator Non Hakim, Lecture, Founder dan CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW. Kini, Sekjen DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pagi buta bersiap menyusuri jalan yang masih lengang. Langit Kota Malang tampak cerah! Malaikat pun turun. Mendoakan sepasang anak manusia. Keduanya memutuskan berikrar dalam ikatan suci. Berlayar dalam bahtera kehidupan rumah tangga.

Iya. Penulis menghadiri undangan akad nikah Mbak Bachrein Misrobin Emhas dan R. NG. Bagus Setyo Indiwijaya di mana mempelai wanitanya adalah putri kolega advokat, Mas Robikin Emhas, yang kini duduk sebagai Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga.

Akad pernikahan, yang digelar pada Sabtu (20/1/2024) pagi di sebuah hotel ternama di kawasan Jl. A. Yani, Riverside, Kota Malang, itu berjalan khidmat. Betapa tidak, Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin dan Ibu Hj. Wury Ma'ruf Amin hadir pasca melakukan kunjungan kerja di Kota Apel.

Selain Wapres didapuk sebagai saksi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU) Masa Bhakti 2010-2021, Profesor Said Aqil Siroj, berkesempatan memberikan nasihat pernikahan. Seuntai bekal bagi kedua mempelai dalam menempuh hidup baru. Baru sama sekali, dan bagaimana sejatinya menjalani pernikahan yang harus saling mengisi, menguatkan, dan mendukung satu sama lain.

Kian menambah suasana khidmat, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama' (PWNU) Jatim Periode 2018-2023, Kiai Marzuki Mustamar bertindak sebagai pemberi khutbah nikah. Menggunakan bahasa Arab secara keseluruhan, penulis percaya, sang mempelai familiar, dan mampu menangkap pesan suci dari Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Sukun, Kota Malang, itu.

Tampak hadir dalam prosesi akad nikah, antara lain eks. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, M. Nasir, Masykuri Abdillah, M. Imam Azis, Zumrotul Mukaffa dan Arif Rahmansyah Marbun, serta Tim Ahli Wapres Nurdin Tampubolon, Johan Tedja dan Farhat Brachma.

Selain itu, hadir Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Mbak Aliyah, Ketua Umum Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Periode 2018-2023 Mas Muqowam, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama' (ISNU) Kota Malang Mas Fauzan Alfas, CEO dan Editor Times Indonesia Mas Khoirul Anwar, para advokat serta keluarga besar IKA-PMII Kota Malang.

Sungguh, penulis ikut berbahagia atas janji suci sepasang kekasih yang telah menghalalkan untuk memadu kasih. Salah satu nasihat Kiai Said, bahwa perkawinan itu berbeda dengan ibadah lainnya yang mengandung unsur kemalasan dalam melakukannya. 

Ibadah yang satu ini: nikah, sama sekali tidak mengandung unsur kemalasan untuk melaksanakannya. Sebaliknya, mengundang kebahagiaan sekaligus menyajikan kenikmatan yang tiada tara! 

Kepada kedua mempelai, penulis berbisik pelan. Selamat menempuh hidup baru untuk kalian. Semoga menjadi keluarga yang selalu diselimuti ketentraman (sakinah), rasa cinta yang diwujudkan dengan saling memberi (mawaddah), dan rasa sayang yang ditandai dengan menerima kekurangan masing-masing (warahmah). 

Lalu, penulis mengutip gumaman penyair dunia, Kahlil Gibran sekaligus berpesan. "Bercinta kasihlah namun jangan membelenggu cinta. Biarkan cinta itu bergerak senantiasa, bagaikan air hidup. Yang lincah mengalir antara pantai kedua jiwa."

Kemudian, agar hari-hari dan malam-malam rasa cinta itu terus terjaga nan romantis, ingatlah ujaran Kahlil Gibran yang lain. "Cinta adalah anggur yang dihidangkan oleh pengantin perempuan waktu fajar, yang menguatkan jiwa-jiwa teguh dan memungkinkan mereka menuruni bintang gemintang." 

Dan, satu hal yang harus dipegang dalam meneguhkan cinta yang berkualifikasi kesesuaian jiwa dalam pandangan Kahlil Gibran. "Jangan kau kira Cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, Cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad." (*)

****

Oleh: ABD. AZIZ
Advokat, Legal Consultant, Mediator Non Hakim, Lecture, Founder dan CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW. Kini, Sekjen DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES