Kopi TIMES

Stunting: Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 11 Maret 2024 - 18:26 | 23.09k
Fadlan Praditya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
Fadlan Praditya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

TIMESINDONESIA, BOGORSTUNTING merupakan suatu permasalahan serius yang harus dihadapi, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami kasus ini. Gangguan tersebut terjadi karena berbagai macam penyebab salah satunya adalah kurangnya asupan gizi kronis pada ibu hamil dan anak. Sangat miris melihat fenomena ini terjadi di negeri dengan segudang kekayaan pangan yang melimpah. Bagaimana bangsa ini dapat mencapai tujuan Indonesia Emas 2045, jika sumber daya manusianya masih mengalami kekurangan gizi. 

Anak-anak adalah tonggak penerus bangsa yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya, agar memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik. Kita tidak  hanya dapat mengandalkan teknologi saja untuk kemajuan Indonesia. Keseimbangan antara perkembangan sumber daya manusia dan teknologi sangat penting, agar tidak terjadi ketimpangan satu sama lain. Pemerintah dan lembaga terkait harus lebih memperhatikan kasus ini secara serius, walaupun sudah ada program yang menangani masalah ini. Program tersebut dirasa kurang merata di beberapa wilayah, terlebih pada daerah pelosok yang kurang mendapatkan perhatian.

Bantuan asupan pangan kepada ibu hamil dan anak, harus diberikan dengan sumber makanan yang memiliki gizi tinggi, serta tambahan vitamin jika dibutuhkan. Di Indonesia, jumlah kemiskinan masih cenderung tinggi yang mengakibatkan masyarakat tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan makanan yang bergizi. Makanan bergizi adalah makanan yang memiliki jumlah kandungan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin yang cukup bagi tubuh. 

Ketika masyarakat mengalami kekurangan dalam perekonomian, alangkah lebih baiknya saat memutuskan untuk menikah dan akhirnya memiliki anak, perlu dipikirkan serta direncanakan dengan baik kedepannya, karena terdapat kebutuhan yang harus dipenuhi baik sandang, pangan maupun papan. Begitu keras kehidupan di negeri ini, dengan kebutuhan biaya hidup yang cukup tinggi. Saat ibu mengandung, perlu diperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh, karena asupan tersebut juga akan diterima oleh sang janin yang dikandungnya. Perkembangan janin di dalam kandungan sangat rentan sekali, maka dari itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya mulai dari makanan, vitamin, kebersihan dan sebagainya.

Kemiskinan menjadi faktor yang cukup mempengaruhi dalam fenomena permasalahan ini. Berawal dari ketidakmampuan individu atau kelompok, untuk mencukupi kebutuhan yang dirasa krusial dalam menjalani kehidupan sebagai manusia yang sehat. Makan dengan seadanya sesuai kemampuan yang mereka miliki, bahkan makanan yang mereka konsumsi jauh dari kata sehat dan bergizi. 

Dampak yang ditimbulkan jika seseorang tidak mengonsumsi makanan yang cukup bergizi, maka akan memungkinkan seseorang mengalami gangguan stunting. Berbagai ciri fisik dapat terlihat dari seseorang yang mengalami stunting seperti tumbuh kembang yang lambat, tubuh yang pendek, badan yang kurus dan sebagainya. Bayangkan bagaimana mereka dapat  menjalani hidup di masa yang akan datang, jika mengalami kondisi seperti demikian.

Gangguan pada otak yang diakibatkan oleh stunting ini, dapat menghambat kehidupan mereka, dan bahkan nasib Indonesia di masa depan dalam menuju Indonesia Emas 2045. Anak-anak sebagai generasi yang disiapkan untuk melanjutkan perjuangan dalam membangun negeri ini, namun beberapa diantara mereka mengalami gangguan kesehatan yang sungguh memprihatinkan. Ketika sebagian anak-anak mengalami stunting dan mempengaruhi perkembangan otak, maka bangsa ini akan sulit mendapatkan generasi yang unggul, yang dapat bekerja dan berfikir dengan baik.

Fenomena stunting yang dialami masyarakat Indonesia, belum dapat terselesaikan dengan optimal sampai saat ini, bisa jadi disebabkan juga oleh gagalnya komunikasi yang disampaikan atau disuarakan oleh masyarakat kepada pemerintah. Di daerah tertentu, akses komunikasi sangat terbatas, dikarenakan sinyal yang sulit dan masyarakat tersebut tidak memiliki alat komunikasi seperti telepon genggam.

Generasi Emas 2045 merupakan sebuah perencanaan, dan ide dalam rangka mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi. Jika kita menginginkan rencana tersebut berhasil, maka harus adanya pembenahan atas fenomena yang menghambat Generasi Emas 2045, salah satunya adalah penanganan kasus gangguan stunting pada anak-anak yang terjadi di berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

Pembenahan yang dilakukan dapat lebih digencarkan mulai dari sekarang, dengan berbagai macam cara. Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan fenomena stunting. Mengedukasi masyarakat tentang bahaya stunting menjadi langkah awal yang dapat dilakukan, selanjutnya pemberian perhatian khusus kepada ibu hamil dapat membantu mengatasi permasalahan, hal ini dapat dilakukan dengan cara pemberian bantuan makanan yang bergizi, pemberian vitamin, dan pemeriksaan kandungan secara gratis sehingga masyarakat yang kurang mampu akan terbantu dengan adanya program ini. Tahap yang tidak kalah penting adalah memberikan bantuan subsidi setelah ibu melahirkan, dengan cara memenuhi kebutuhan kesehatan anak secara gratis juga, agar tumbuh kembang anak terjaga dan terjamin.

Program kerja pemerintah atas penanggulangan permasalahan stunting harus di kerjakan secara konsisten dan bersifat merata kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya ibu hamil dan anak-anak. Sering terjadi ketika program kerja dilaksanakan namun terjadi ketidakadilan. Daerah-daerah pedalaman yang memiliki akses yang sulit, menjadi salah satu bukti terjadinya ketimpangan yang dilakukan. Pemerintah seharusnya tidak boleh bertindak dengan demikian, jika menginginkan keberhasilan pemberantasan stunting di Indonesia secara penuh. 

Indonesia Emas 2045 akan segera terwujud  jika permasalahan tersebut dapat diselesaikan. Fenomena ini memang tidak mudah, namun jika dilakukan dengan benar, maka secara bertahap kondisi tersebut akan membaik bahkan dapat terselesaikan dengan tuntas. Kontribusi generasi muda yang sehat dan unggul akan bertambah lebih banyak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

***

*) Oleh : Fadlan Praditya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id


________
*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

*) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

*) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES