Kopi TIMES

Karakter Generasi Terdidik

Selasa, 16 April 2024 - 05:37 | 16.43k
 Abdullah Fakih Hilmi AH, S.AP., Akademisi dan Wirausahawan
Abdullah Fakih Hilmi AH, S.AP., Akademisi dan Wirausahawan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter generasi terdidik. Karakter yang kuat dan berkualitas akan membawa dampak positif bagi individu, masyarakat, dan negara secara keseluruhan. Dalam era globalisasi dan modernisasi seperti saat ini, tantangan dalam membangun karakter generasi terdidik semakin kompleks. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan holistik dalam sistem pendidikan untuk memastikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter yang kokoh. 

Pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi terdidik. Melalui pendidikan, individu diberikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang membantu mereka menjadi individu yang berkontribusi secara positif dalam masyarakat. Selain itu, pendidikan juga menjadi sarana untuk mengembangkan sikap, perilaku, dan moralitas yang baik. Karakter yang baik akan membantu individu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan, baik secara pribadi maupun sosial.

Meskipun pentingnya pendidikan dalam membentuk karakter generasi terdidik diakui secara luas, namun masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya integrasi antara pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter. 

Banyak sistem pendidikan yang masih terfokus pada pemberian pengetahuan akademik tanpa memperhatikan aspek-aspek karakter yang penting. Selain itu, pengaruh negatif dari lingkungan sosial, media massa, dan teknologi juga menjadi tantangan serius dalam pembentukan karakter generasi terdidik.

Untuk mengatasi tantangan dalam pembentukan karakter generasi terdidik, diperlukan strategi yang holistik dalam pendidikan. Salah satu strategi yang efektif adalah memperkuat kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sekolah dapat mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter melalui kurikulum yang mencakup pendidikan moral, sosial, dan kewarganegaraan. 

Di samping itu, peran orang tua dan masyarakat juga sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak. Orang tua perlu memberikan contoh yang baik dan memberikan dukungan moral kepada anak-anak mereka, sedangkan masyarakat perlu memberikan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter yang positif.

Selain itu, pendekatan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berbasis proyek juga dapat meningkatkan pembentukan karakter generasi terdidik. Dengan menghadirkan situasi nyata dalam pembelajaran, siswa dapat belajar untuk menghadapi tantangan, bekerja sama dengan orang lain, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan inovasi. Pendekatan ini juga membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, dan integritas.

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi terdidik. Melalui pendidikan yang holistik, yang tidak hanya fokus pada aspek akademik tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter, kita dapat memastikan bahwa generasi muda memiliki karakter yang kuat dan berkualitas. 

Dengan demikian, mereka akan mampu menjadi individu yang berkontribusi secara positif dalam masyarakat dan membawa perubahan yang positif bagi masa depan negara. Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama dari semua pihak untuk meningkatkan pendidikan yang holistik guna menciptakan masyarakat yang berkualitas.

***

*) Oleh : Abdullah Fakih Hilmi AH, S.AP., Akademisi dan Wirausahawan.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES