Kopi TIMES

Hati Bergetar di Akhir Syawal

Minggu, 28 April 2024 - 12:00 | 30.58k
Bambang H Irwanto, CMO TIMES Indonesia dan alumni Kamar K-4 Al-Fattah Pesantren Tebuireng
Bambang H Irwanto, CMO TIMES Indonesia dan alumni Kamar K-4 Al-Fattah Pesantren Tebuireng

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Sudah menjadi tradisi, di tiap Sabtu akhir bulan Syawal. Adalah hari yang dinanti ribuan alumni Pesantren Tebuireng di mana saja berada.

Hati bergetar di akhir syawal. Ya, alumni yang pernah nyantri di pondok pesantren yang didirikan Hadratusyyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari, dan pondok-pondok di sekitarnya, akan berkumpul, bersilaturahim, halal bi halal.

Melepas kangen, bernostalgia, menapaktilasi lokasi-lokasi untuk mencari ilmu dulu, ngaji, bercengkerama, lari dari keamanan, belanja sabun dan shampoo. Mendatangi sekolah tempat menuntut ilmu. Mendatangi masjid tempat shalat dan ngaji dulu. Dan masih banyak lagi.

Hati bergetar di akhir syawal. Berjumpa teman, sahabat, mengenang masa-masa indah di pondok. Teman main bola, teman sekolah bersama, teman rebutan sarung, disik-disikan seragam, teman pergi nyuci baju, teman roan dan teman berbagi lawuh di lokasi makan paling berkesan, Jasa Boga.

Hati bergetar di akhir Syawal. Acara yang dimulai sejak Jumat dan berakhir Sabtu, akan ada silaturahim dan Jumatan bersama pengasuh. Yakni, KH. Abdul Hakim Mahfudz, bersama para guru Pesantren Tebuireng. Tahun ini, acara akan dimulai Rabu, 1 Mei 2024, karena dikemas melibatkan para santri, dengan nama Festival Pesantren Tebuireng.

Hati bergetar di akhir Syawal. Ya, inilah kesempatan bersama teman-teman alumni yang lain, dari berbagai angkatan, sudah sepuh, pada jadi tokoh hebat, duduk bersila berdoa, membaca tahlil dan lainnya, di maqbarah, makam Mbah Hasyim. Suasana yang tak ternilai.

Bagi saya sendiri, menjadi momentum dahsyat. Karena, dulu saat puncak-puncaknya menimba ilmu di Kelas 3 A1 Fisika SMA A Wahid Hasyim Tebuireng tahun 1995, sering tidur di timur makam. Kondisi sekitaran maqbarah belum seperti sekarang. Tidur atau tertidur, usai belajar bersama teman-teman saya yang hebat-hebat, dari kelas Fisika.

Hati bergetar di akhir Syawal. Ya, silaturahim, halal bihalal, bertemu sahabat, bernostalgia, sebenarnya sekaligus refleksi atas bangga dan sekaligus rasa beratnya menjadi santri Mbah Hasyim. Bangga karena pernah nyantri di Tebuireng, berat karena harus menjaga nama baik sebagai santri Mbah Hasyim.

Hati bergetar di akhir Syawal. Ya, bahkan bagi Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng, K.H. Ahmad Musta’in Syafi’i, dalam video yang beredar, menyatakan bahwa acara ini, yang digelar tiap akhir Syawal, bukan semata-mata undangan dari Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE). Tetapi sebagai panggilan langsung dari Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Pesantren Tebuireng. Kegiatan ini juga menjadi momen refleksi bagi para alumni, yang diharapkan hadir dengan hati yang tulus dan rendah hati.

"Kalender saya sudah saya beri tanda bahwa setiap akhir Syawal, khusus untuk temu alumni. Undangan lainnya tidak bisa, karena itu kepentingan saya, sowan ke Hadratussyekh. Saya yang setiap hari ke Tebuireng saja merasa masih kurang keberkahan. Saya harap teman-teman datang. Jangan sombong-sombonglah, merasa jadi pejabat tinggi, muballigh apalagi ceramahnya masih ecek-ecek. Kecuali kalau ada halangan yang mendesak seperti haji. Jadi saya senang yang datang, saya doakan semua, walaupun tidak bisa belajar langsung ke Kiai Hasyim semoga dapat berkah. Wabizikrihim tatanazzalur rahmah, dengan mengingat beliau-beliau kita mendapat rahmat," begitu kata Kiai Tain.

Tahun ini, seluruh rangkaian acara menuju puncak, dikemas dengan nama Festival Pesantren Tebuireng. Insya Allah saya bertekad hadir, termasuk mengemban amanat untuk sharing dengan para santri dalam sesi Orientasi Jurnalistik dan Pentingnya Media Sosial pada hari Jumat, 3 Mei 2024 di Perpustakaan Pesantren Tebuireng.  Pun begitu yang lain, mari hadir ke pondok, semoga semuanya diberikan sehat dan sempat, hingga puncaknya Sabtu, 4 Mei 2024, para alumni silaturrahim bersama dan halal bi halal. 

***

*) Oleh : Bambang H Irwanto, CMO TIMES Indonesia dan alumni Kamar K-4 Al-Fattah Pesantren Tebuireng

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

*) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES