Kopi TIMES

Pilkada Kota Malang 2024, Menakar N1 dan N2 

Kamis, 02 Mei 2024 - 10:11 | 20.36k
Ilustrasi pilkada (FOTO: antara)
Ilustrasi pilkada (FOTO: antara)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pemilihan Umum 2024 usai sudah. Kini saatnya masuk ke tahap berikutnya, Pemilhan Umum Kepala Daerah Serentak 2024 (Pilkada 2024). Gonjang-ganjing politik nasional perlahan mulai bergeser ke politik daerah. 

Mesin politik partai mulai panas lagi. Sejumlah nama bakal calon kepala daerah mulai muncul di media. Ada yang sekadar 'tes riak gelombang'. Ada juga yang serius. Setidaknya, ini adalah indikator dinamika politik jelang Pilkada 2024 mulai menghangat.

Siapa saja yang berpotensi dan berpeluang maju di Pilkada Kota Malang 2024?

1. Incumbent (Petahana)
Berdasarkan data dari beberapa pilkada Kota malang sebelumnya, nama petahana atau 'orangnya' petahana pasti masuk radar. Bila petahana punya kinerja kinclong dan popularitasnya oke, kemungkinan besar dia akan maju lagi. Peluangnya sangat tergantung pada evaluasi publik terhadap kinerjanya selama masa jabatan sebelumnya.

Dalam kategori ini, nama petahana Sutiaji atau istrinya, Widayati Sutiaji berpotensi untuk maju.

2. Calon dari Partai Mayoritas

Di daerah manapun, partai politik yang memiliki kekuatan mayoritas akan cenderung mencalonkan kandidat mereka. Termasuk di Kota Malang. Potensi kandidat dari partai mayoritas ini biasanya memiliki peluang yang cukup besar untuk menang, terutama jika partai tersebut memiliki dukungan yang solid dari basis pemilihnya.

Data hasil Pemilu Legislatif 2024 (Pileg 2024) di Kota Malang mencatat bahwa PDI Perjuangan, PKB, PKS, Gerindra dan Golkar adalah partai yang mendapat suara mayoritas.

Ada sejumlah kader partai yang berpotensi dicalonkan atau menyalonkan diri di Pilkada Kota Malang 2024. Sebut saja I Made Rian Diana Kartika (PDI Perjuangan), Mochamad Anton atau Abah Anton (PKB), atau Sofyan Edi Jarwoko (Golkar).

Namun, tak menutup kemungkinan partai mayoritas akan menyalonkan sosok di luar kader. Bahkan kader partai lain atau tokoh non partai, sesuai hitungan dan strategi politik masing-masing partai.

3. Tokoh Publik Populer

Ada kemungkinan figur publik yang memiliki popularitas dan reputasi yang kuat di masyarakat Kota Malang ikut menyalonkan diri. Mereka bisa saja berasal dari berbagai latar belakang, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, atau tokoh bisnis. 

Kandidat semacam ini biasanya memiliki daya tarik tersendiri bagi pemilih yang mencari alternatif dari politisi konvensional. Beberapa catatan pilkada di Indonesia, artis, tokoh, atau pebisnis sukses terpilih menjadi kepala atau wakil kepala daerah.

Masuk dalam kategori ini adalah Moreno Seprapto (Gerindra), Gamal Albinsaid (PKS), Sri Untari (PDI Perjuangan), Wahyu Hidayat (Pj Wali Kota Malang 2024), Israqunnajah atau Gus Is (Tokoh Kota Malang) atau Agoes Soerjanto (Tokoh Kota Malang).

4. Calon Independen

Meskipun tantangannya besar, tidak bisa saja diabaikan kemungkinan adanya calon independen yang muncul. Mereka biasanya berasal dari kalangan aktivis atau tokoh masyarakat yang merasa memiliki dukungan akar rumput yang cukup kuat dari warga Kota Malang. 

Namun, peluang mereka tergantung pada seberapa besar jaringan dukungan yang dapat mereka bangun dan seberapa efektif mereka dalam menyampaikan visi dan misi mereka kepada publik.

Masuk dalam kategori ini adalah Heri Cahyono atau Sam HC.

Sejauh apa peluang mereka di Pilkada Kota Malang 2024? 

Setiap kandidat pasti punya peluang untuk menang di Pilkada Kota Malang 2024. Namun, peluang mereka akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Apa saja faktor itu? 

1. Kinerja dan Reputasi

Setiap kandidat akan diukur pemilih tentang seberapa baik kinerjanya.Baik sebagai pemimpin politik, tokoh masyarakat, atau figur publik terkemuka. 

2. Dukungan Partai Politik 

Mereka juga akan diukur dari indikator seberapa kuat dukungan dari partai politik yang mencalonkan mereka.

3. Pesan Kampanye 

Pesan kampanye yang efektif dari setiap kandidat amat sangat penting. Terutama bagaimana cara mereka menyampaikan pesan kampanye kepada pemilih dan sejauh mana pesan tersebut beresonansi dengan kebutuhan dan keinginan warga Kota Malang.

4. Isu Terkini

Pemilih juga akan menilai soal seberapa baik setiap calon dapat menanggapi isu-isu terkini dan relevan yang dihadapi oleh Kota Malang. Seperti soal pembangunan infrastruktur, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam situasi politik daerah yang dinamis, prediksi pasti mengenai siapa yang akan maju dan peluang mereka untuk menang di Pilkada Kota Malang memang sulit dilakukan. Namun, setidaknya, dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut dan memantau perkembangan politik dan sosial di Kota Malang, Anda dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kemungkinan hasil Pilkada Kota Malang tahun 2024.

Siapa yang Anda pilih kali ini?

                                                                                      ***

*) Oleh : Faizal Rizki Arief

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES