Kopi TIMES

Perpustakaan Digital

Kamis, 16 Mei 2024 - 17:41 | 32.09k
Alfan Jamil, Dosen Kajian Fiqh Ulama Nusantara di Ma'had Aly Nurul Jadid dan Pengajar di PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan
Alfan Jamil, Dosen Kajian Fiqh Ulama Nusantara di Ma'had Aly Nurul Jadid dan Pengajar di PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Kecanggihan teknologi di era digital tidak selalu memberikan dampak negatif, tapi teknologi juga memiliki berbagai dampak positif. Kecanggihan teknologi bisa dimanfaatkan untuk apapun, kapanpun dan di manapun sesuai keinginan penggunanya. Salah satu bentuk pemanfaatan kecanggihan teknologi yaitu pembuatan serta pengelolaan perpustakaan digital yang juga biasa disebut digital library/electronic library. 

Perpustakaan digital adalah bentuk perpustakaan yang memiliki koleksi buku-buku dalam bentuk file digital yang bisa dibuka dan diakses melalui berbagai perangkat elektronik seperti handphone, tab, komputer dan sebagainya. Tentunya, perpustakaan ini tidak berdiri sendiri melainkan berkaitan dengan sumber-sumber lain dan pelayanan informasinya bisa diakses oleh seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia.

Perpustakaan digital hadir dalam sebuah peradaban yang sudah sangat mengenal perpustakaan. Keberadaan perpustakaan digital menjadi sebuah pelengkap bagi perpustakaan yang masih tradisional dan konvensional. Keduanya tak harus dipisahkan, bahkan keduanya harus saling berkoalisi untuk saling melengkapi. 

Ketika mendengar kata perpustakaan, memang akan menimbulkan kesan perbukuan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan buku kertas atau cetak. Kata pustaka secara etimologi memang berarti buku yang merujuk ke masa lampau yang tradisional dan antik. 

Tak dapat dipungkiri, buku memang bagian daripada tradisi yang sudah hadir bertahun-tahun lamanya dalam peradaban manusia. Oleh karena itu, kehadiran buku sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peradaban manusia, hal ini juga yang menyebabkan kata pustaka atau libre tak dapat dihilangkan dari kata dan konsep perpustakaan digital.

Seiiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, naskah-naskah buku yang ada di situs web pun dapat dianggap sebagai buku dalam arti luas. Muncul lah kemudian istilah buku elektronik atau electronic books yang biasa disebut e-book. Buku elektronik adalah buku pada komputer atau internet dengan bentuk gambar, suara, maupun teks yang menjadi satu, sehingga tentu lebih menarik daripada buku cetak dalam satu sisi. 

Selain itu ada beberapa perbedaan antara perpustakaan konvensional dan perpustakaan digital, salah satunya yaitu dari keberadaan koleksi. Koleksi digital tidak berada di sebuah tempat fisik, sedangkan koleksi biasa/konvensional biasanya terletak pada sebuah tempat yang menetap yaitu perpustakaan. Kedua, perpustakaan digital bisa dinikmati oleh siapapun dari berbagai kalangan, kapanpun dan di mana saja mereka berada, sedangkan buku-buku pada perpustakaan konvensional hanya bisa dinikmati pada waktu yang sudah diatur oleh pengelola perpustakaan.

Mengapa Perlu Mengadakan Digitalisasi Perpustakaan?

Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang mendasari pentingnya digitalisasi perpustakaan. Pertama, perkembangan teknologi informasi semakin membuka banyak peluang baru bagi pengembangan teknologi informasi perpustakaan yang murah dan mudah untuk diterapkan oleh perpustakaan terutama perpustakaan di Indonesia. 

Oleh karena itu, hal ini menjadi sebuah keharusan bagi perpustakaan terlebih menghadapi tuntutan kebutuhan masyarakat yang sudah sangat bersahabat dengan dunia digital dan teknologi saat ini, apalagi mereka yang sedikit enggan membeli buku cetak padahal sangat membutuhkan sebuah informasi. 

Kedua, perpustakaan sebagai lembaga informatif, edukatif, dan rekreatif yang diterjemahkan sebagai bagian aktifitas ilmiah, tempat penelitian sekaligus pencarian data perlu didukung dengan sistem teknologi informasi terkini dan masa mendatang untuk mengakomodir aktifitas tersebut, sehingga informasi dari seluruh koleksi yang ada bisa diakses oleh siapapun yang membutuhkan. 

Ketiga, jika masih bertahan pada perpustakaan konvensional, akses terhadap dokumen atau buku masih terbatas pada kedekatan fisik. Pengguna harus datang ke tempat atau perpustakaan untuk mendapatkan buku yang diinginkan. 

Perpustakaan digital hadir dalam rangka mengatasi keterbatasan ini, sehingga perpustakaan digital diharapkan mampu menyediakan akses cepat terhadap catalog, bibliografi serta isi buku, dokumen atau koleksi perpustakaan lainnya. (*)

***

*) Oleh : Alfan Jamil, Dosen Kajian Fiqh Ulama Nusantara di Ma'had Aly Nurul Jadid dan Pengajar di PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

*) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES