Kopi TIMES

Teknik Iradiasi untuk Keamanan Pangan

Sabtu, 25 Mei 2024 - 23:14 | 105.53k
Putri Wulandari Zainal, PhD, Staf Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas
Putri Wulandari Zainal, PhD, Staf Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas

TIMESINDONESIA, PADANG – Produk pertanian baik segar maupun olahan merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Hal ini dikarenakan manusia membutuhkan makanan untuk dapat mensuplai karbohidrat, protein, mineral dan vitamin untuk dapat mencukupi kebutuhan energi yang diperlukan untuk menjalankan setiap aktivitas. 

Produk-produk pangan segar maupun olahan memiliki umur simpan yang terbatas. Contohnya, ikan dan daging segar harus segera dikonsumsi untuk mencegah tumbuhnya mikroba yang menyebabkan pembusukan. Buah dan sayuran memiliki umur simpan beberapa hari karena produk ini masih bernafas setelah panen dan terkadang buah-buahan tertentu seperti mangga tiba-tiba terdapat ulat buah saat dikonsumsi. 

Produk umbi-umbian seperti kentang, bawang, dan wortel akan tumbuh tunas kembali jika disimpan beberapa minggu. Biji-bijian seperti kacang hijau, jagung dan beras memiliki umur simpan yang cukup panjang tetapi akan rusak karena terjadinya infestasi serangga. 

Teknologi pascapanen ataupun pangan telah berkembang dari hari ke hari untuk dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang telah disebutkan diatas seperti adanya teknik pembekuan untuk dapat memperpanjang umur simpan ikan dan daging segar serta olahannya. 

Teknik pengemasan serta penyimpanan dingin untuk dapat memperpanjang umur simpan buah dan sayuran, hot water treatment (HWT) untuk dapat menekan terjadinya infestasi lalat buah pada buah mangga, kemasan hermetic untuk dapat mencegah hidupnya seranggga pada produk biji-bijian. Akan tetapi metode tersebut terkadang tidak efektif untuk jenis produk tertentu. 

Pada negara maju teknik iradiasi telah berkembang pesat untuk dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Satu jenis teknik iradiasi dapat mewakili semua teknik yang telah berkembang sejak dulu. Teknik iradiasi merupakan metode penyinaran terhadap pangan baik dengan menggunakan zat radioaktif maupun akselerator untuk dapat mencegah terjadinya kerusakan pangan yang disebabkan oleh pembusukan baik secara alami akibat perubahan fisiologi maupun akibat jasad renik pathogen. 

Jenis radiasi yang ada dalam kehidupan sehari-hari adalah radiasi pengion dan non-pengion. Radiasi pengion dapat berupa partikel alpha, partikel beta, sinar gamma, sinar-X dan neutron sedangkan non-pengion berupa gelombang radio (yang membawa informasi dan hiburan melalui radio dan televisi), gelombang mikro (yang digunakan dalam microwave oven dan transmisi seluler handphone), sinar inframerah (yang memberikan energi dalam bentuk panas), cahaya tampak (yang bisa kita lihat), sinar ultraviolet (yang dipancarkan matahari).

Teknik iradiasi merupakan proses radiasi yang berada pada rentang radiasi pengion. Dimana sumber iradiasi yang digunakan antara lain; sinar Gamma dari radionuklida 60Cobalt atau 137Caesium, sinar X yang dihasilkan dari mesin sumber yang dioperasikan dengan energi pada atau dibawah 5 MeV, elektron yang dihasilkan dari mesin sumber yang dioperasikan dengan energi pada atau dibawah 10 MeV. 

Pengaplikasian iradiasi dapat dilakukan dengan curah maupun kemasan. Manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan teknik iradiasi antara lain; mencegah pembelahan mikroorganisme pathogen sehingga dapat mencegah terjadinya pembusukan, mencegah terjadinya kontaminasi pada bumbu dan rempah sehingga tidak merusak rasa dan aroma, memperlambat pematangan buah-buah dan sayuran dengan memodifikasi/mengubah proses fisiologis dari jaringan tanaman, menghambat pertunasan pada umbi-umbian, mencegah serangan/disinfestsi serangga pada gandunm, tepung, serelia, dan kacang-kacangan, menghambat sintesis DNA sehingga penyakit pada produk pangan tidak dapat berkembang. 

Dengan berbagai manfaat tersebut, masih ada pro dan kontra dalam pengaplikasian teknik iradiasi tersebut seperti apakah tidak masalah terhadap kandungan gizi pada produk, bagaimana dengan sifat resistensi atau efek mutagenik dan peningkatan patogenitas, bagaimana aspek toksikologi. Sehingga perkembangan teknik iradiasi ini masih memiliki tantangan besar terutama di negara-negara berkembang. 

Berdasarkan FAO, WHO, dan IAEA yang tergabung dalam Joint Expert Committee on Food Irradiation (JECFI) pada tahun 1980, iradiasi dinyatakan aman dikonsumsi untuk semua jenis bahan pangan jika sinar iradiasi pada atau dibawah 10 Kgy. Dengan penyataan JECFI tersebut maka seharusnya tidak adalagi keraguan untuk penggunaan iradiasi yang bertujuan untuk pengawetan bahan pangan. 

Mengacu pada penyataan JECFI, setidaknya hingga saat ini teknik iradiasi pangan sudah disetujui di 50 negara di dunia dan telah diterapkan untuk keperluan komersial selama puluhan tahun di Amerika Serikat, Jepang, dan sejumlah negara di Eropa. 

Oleh karena itu, setiap produk pangan terutama produk buah segar seperti mangga dari Indonesia wajib diaplikasikan iradiasi untuk dapat mematikan telur-telur yang telah menginfeksi laten pada buah. Iradiasi pun dikategorikan lebih aman dibandingkan fumigasi dan pengasapan menggunakan ethilen karena tidak menggunakan bahan kimia dan tidak menggunakan panas sehingga tidak merubah kesegaran produk. 

***

*) Oleh : Putri Wulandari Zainal, PhD, Staf Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES