Kopi TIMES

NU Nganjuk Pemenang dalam Pilkada 2024

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:14 | 18.23k
HM Basori M.Si, Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocasy
HM Basori M.Si, Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocasy

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Politik sebagai seni memainkan peran dan strategi selalu asik untuk dibicarakan. Saking asiknya untuk dibahas mulai tukang ngarit, elit politik dan tokoh masyarakat mendadak menjadi pengamat yang analisanya mengalahkan seorang guru besar ilmu politik yang sekolahnya membutuhkan waktu yang lama dan butuh biaya mahal. 

Dalam Dinamika politik nasional maupun lokal NU merupakan ormas yang diperhitungkan dalam setiap hajatan politik. Hal tersebut bisa di maklumi karena peran sosial masyarakat NU dan banyaknya potensi kader NU yang konsen di politik. NU sebagai kekuatan sosial politik selalu menjadi incaran semua partai politik untuk memenangkan kandidatnya. 

Disisi lain, khitah NU menegaskan NU sebagai organisasi sosial keagamaan tidak terafiliasi dalam partai politik manapun, namun kader NU bebas untuk memilih partai politik atau menjadi pengurus partai politik sesuai dengan hati nuraninya. 

Tahun 2024 pemerintah memiliki hajat besar Pemilukada baik Gubernur maupun Bupati membuat NU dan warganya mau tidak mau ikut meramaikan kompetisi 5 tahunan tersebut. Sementara itu Nganjuk sebagai salah satu kabupaten yang melaksanakan Pemilukada, Atensi warga NU Nganjuk yang juga akan melaksanakan pemilihan Bupati/wakil bupati sudah mulai bermunculan. Sebagai Ikhtiar politik dan usaha membangun masyarakat sebenarnya ikut serta kader NU adalah hal yang wajar. 

Kandidat Bupati Nganjuk Dari NU

Dalam beberapa bulan terakhir calon bupati Nganjuk sudah bermunculan termasuk potensi kader NU yang memungkinkan untuk berkompetisi. Hal itu dapat kita lihat, Kang Marhen yang sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP, sementara PKB sudah meminang Gus Ibin sebagai calon yang diproyeksikan untuk ikut serta dalam pemilukada yang akan datang. 

Munculnya Gus Ibin sebagai kandidat Cabup dari PKB yang notabene pemangku pondok besar Mojosari memberi potret bahwa NU dari darah biru akan mewarnai kompetisi 5 tahunan tersebut. Potensi besar Gus Ibin dan Mojosari tidak bisa dipandang sebelah mata, karena potensi alumni mojosari yang besar, sumber daya dan sumber dana yang dimiliki menjadi modal yang sangat strategis keberadaannya. Jika potensi alumni Mojosari dan warga NU se Kab Nganjuk kompak, maka potensi Gus Ibin untuk menang juga sangat besar. 

Sementara itu Kang Marhen yang juga aktif di beberapa Banom NU baik di Wilayah maupun Pusat antara lain: A'wan Syuriyah PWNU 2018 sampai sekarang, Pendiri HPN Pusat, dan Dewan Pakar HPN Pusat mulai berdiri sampai sekarang, Pengurus yayasan TV9 Peduli sampai sekarang, Wakil Ketua LPNU Jatim 2 periode 2008-2018, Pengurus Ma'arif Jatim 2003-2008, Pengurus koperasi (wakil ketua) PWNU, Penasehat HPN JATIM 2021 sampai sekarang, Penasehat Pergunu, Penasehat LPBI NU Nganjuk, Penasehat LWPNU Nganjuk.

Masuknya Kang Marhen disejumlah lembaga NU tersebut menunjukkan bahwa Kang Marhen merupakan kader NU sejati, meminjam bahasa anak muda sekarang Kang Marhen NUnya bukan kaleng kaleng. Sebagai calon incumben, merakyat dan terbukti telah berbuat untuk kemajuan Nganjuk, bagaimanapun beliau adalah aset NU juga. 

Maka dari itu warga NU Nganjuk dalam Pemilukada yang akan datang harus bisa berfikir cerdas dan dewasa, karena semua kader NU adalah aset kita bersama. 

Kemerdekaan berpolitik warga NU sudah terbukti dalam Pemilu Presiden dan legislatif kemarin. Warga NU bebas memilih calon yang dianggap baik tanpa ada tekanan dari manapun. 

NU Nganjuk Tetap Menang 

Memegang petunjuk dan arahan Gus Yahya selaku ketua PBNU, NU secara organisasi tidak boleh terlibat dalam politik praktis baik sebagai tim sukses atau mendukung salah satu calon tertentu. Arah dan perjuangan Politik NU adalah politik kebangsaan, urusan kekuasaan dan jabatan bagi NU itu urusan kecil. Dari arahan tersebut PW, PC, PAC sampai Pengurus Ranting wajib menaatinya. 

Kompetisi politik dilakukan secara fair, kader NU yang maju tidak boleh membawa nama NU beserta Banom dan lembaganya. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga Marwah organisasi NU. Kader yang berkompetisi menyiapkan diri baik lahir maupun batin, termasuk di dalamnya Visi Misi dan Gizi. Jika Kang Marhen dan Gus Ibin sama sama kader NU yang mau maju, semua menjadi tanggungjawab masing masing. 

Tetapi melihat fenomena di atas, karena keduanya kader NU, maka NU Nganjuk tetap akan menang. Kemenangan yang di maksud adalah Kader NU menjadi seorang Bupati, yang akan membawa visi, misi dan nilai luhur perjuangan NU ketika kelak menjadi seorang Bupati. 

Hanya sebuah bayangan yang berisi pencerahan dan analisis, bukan bermaksud memberikan dukungan pada calon tertentu, tetapi memberikan wawasan dan gambaran potensi masing masing calon Bupati dari kader NU semuanya baik dan layak untuk di dukung. 

***

*) Oleh : HM Basori M.Si, Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocasy.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

*) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES