Kopi TIMES

Tiga Alasan Kurikulum Merdeka Perlu Dilanjutkan

Selasa, 18 Juni 2024 - 06:32 | 18.79k
Renci, Penulis dan Guru di SD Aisyiyah Metro.
Renci, Penulis dan Guru di SD Aisyiyah Metro.

TIMESINDONESIA, LAMPUNG – Berbicara mengenai pendidikan, maka salah satu hal mendasar yang berkaitan adalah kurikulum. Kurikulum menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan sebagai arah tujuan kemana pendidikan akan berjalan.

Menurut Sukmadinata (2009), kurikulum merupakan salah satu komponen yang penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum adalah suatu rencana yang dijadikan sebagai pedoman atau pegangan dalam kegiatan proses belajar mengajar. 

Oemar Hamalik (1990) menegaskan bahwa kurikulum memiliki setidaknya tiga peranan penting dalam pendidikan. Pertama, peranan konservatif, yaitu sebagai sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya yang dianggap masih relevan dengan zaman saat ini.

Kedua, peranan kreatif, yaitu kemampuan untuk mengembangkan sesuatu hal baru sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, kurikulum berperan untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa untuk memperoleh pengetahuan baru, kemampuan dan cara berpikir yang baru. 

Ketiga, peranan kritis dan evaluatif. Peranan ini mendorong kurikulum untuk tidak hanya mewariskan nilai dan budaya yang ada atau menerapkan hasil perkembangan baru yang terjadi, melainkan juga memiliki peranan untuk menilai dan memilih nilai dan budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan tersebut. Dalam hal ini, kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam control atau filter sosial. 

Adanya peranan penting kurikulum dalam pendidikan, mendorong pemangku kebijakan pendidikan untuk melahirkan konsep kurikulum yang mampu memudahkan implementasi belajar mengajar. Oleh karenanya, di Indonesia kita kerap dihadapkan dengan situasi pergantian kurikulum. Salah satu alasan terus berubahnya kurikulum adalah karena perlu adanya penyesuaian kurikulum dengan zaman yang terus berkembang, sehingga pendidikan harus terus beradaptasi sesuai dengan konteks dan karakteristik peserta didik.

Hidayat salah satu praktisi pendidikan di SMP Negeri 2 Indar Jaya menyampaikan bahwa pergantian kurikulum bertujuan untuk merelevankan pendidikan dengan perkembangan zaman, menyiapkan generasi yang visioner, dan memenuhi kebutuhan belajar siswa. 

Saat ini, kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi adalah kebijakan berkenaan dengan mulai diterapkannya Kurikulum Merdeka. Lantas, apakah Kurikulum Merdeka akan digantikan dengan kebijakan Kurikulum yang baru? 

Sebagai seorang guru, penulis beranggapan bahwa Kurikulum Merdeka sepatutnya tetap dilanjutkan. Hal ini mengingat Kurikulum Merdeka baru diluncurkan pada 11 Februari 2022, artinya Kurikulum Merdeka baru menginjak tahun ketiga implementasinya.

Dampak yang akan ditimbulkan jika Kurikulum Merdeka tidak dilanjutkan tentu akan mempengaruhi ritme mengajar guru. Sebagai unsur penting dalam belajar mengajar, guru harus beradaptasi kembali, padahal guru juga membutuhkan waktu untuk belajar dan memahami kurikulum tersebut. Sehingga, hal ini menjadi salah satu alasan penting kenapa Kurikulum Merdeka tetap harus dilanjutkan.

Guru sebagai salah satu pemeran dalam keberhasilan implementasi Kurikulum, perlu diberi ruang untuk berproses. Jika guru harus terus menerus menghabiskan waktu untuk beradaptasi dengan pergantian kurikulum, maka ini akan menjadikan implementasi dari kurikulum yang baru tidak maksimal. 

Melihat permasalahan tersebut, oleh karenanya penting Kurikulum Merdeka tetap terus dilanjutkan, karena guru juga perlu beradaptasi dan berproses dalam mempelajari penerapan Kurikulum Merdeka. Dilain sisi, terdapat tiga alasan kenapa Kurikulum Merdeka juga penting tetap dilanjutkan karena menghadirkan peranan positif yang relevan sebagaimana diungkapkan oleh Oemar Hamalik.

Pertama, Kurikulum Merdeka tetap memberi ruang sebagai jembatan untuk mewariskan nilai-nilai budaya dengan tidak meninggalkan relevansi terhadap perkembangan zaman. Hal ini ditunjukkan pada salah satu prinsip utama implementasi Kurikulum Merdeka, yaitu adanya penguatan karakter pada waktu terpisah melalui program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)

Hal ini menunjukkan bahwa melalui Kurikulum Merdeka, peserta didik akan tetap ditanamkan karakter dan nilai-nilai warisan dengan konsep yang relevan terhadap perkembangan zaman. Metode yang digunakan bukan dengan ceramah, melainkan mengajak siswa untuk membuat projek yang mana proses-proses pembuatannya sesuai dengan profil pelajar pancasila.

Kedua, melalui Kurikulum Merdeka peserta didik akan diajak menjadi pembelajar yang kreatif. Esensial materi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka banyak dikurangi, hal ini ditujukan agar siswa bisa mempelajari kompetensi yang dimilikinya secara mendalam. Sehingga, materi-materi yang dipilihkan untuk siswa merupakan materi yang esensial. 

Hal ini akan mendorong siswa untuk lebih mendalami potensi yang mereka miliki. Siswa tidak terlalu dibebankan pada materi-materi yang kurang esensial untuk diterapkan, kemerdekaan belajar inilah yang kemudian akan memantik ide-ide kreatif dari peserta didik melalui proses-proses pembelajaran.

Ketiga, melalui Kurikulum Merdeka, peserta didik akan dibekali kemampuan yang dibutuhkan dimasa depan. Hal ini memiliki dampak positif langsung yang dirasakan oleh mahasiswa. Marsha Cesar Natania, salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, dalam keterangannya saat menghadiri puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional 2024 menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka khususnya program Merdeka Belajar memiliki dampak positif untuk mahasiswa, hal ini dikarenakan mahasiswa tidak hanya belajar materi saja, melainkan juga belajar berbagai program yang akan berguna di masa depan dan dampaknya akan dirasakan ketika lulus dari universitas nantinya.

Ketiga penjelasan tersebut menjadi alasan kenapa perlu adanya keberlanjutan Kurikulum Merdeka. Dilanjutkannya program Kurikulum Merdeka juga akan memberi space waktu untuk guru, sehingga guru tidak terus-terusan dibebankan dengan beban adaptasi terhadap perubahan kurikulum.

Selain Kurikulum Merdeka masih memenuhi tiga peranan kurikulum dalam sudut pandang Oemar Hamalik, Kurikulum Merdeka juga masih relevan dengan perkembangan zam serta program pembelajarannya masih mengusung nilai visioner dan memperhatikan kebutuhan siswa. Sehingga aspek yang masih terpenuhi ini menjadikan Kurikulum Merdeka masih perlu dilanjutkan programnya.

***

*) Oleh : Renci, Penulis dan Guru di SD Aisyiyah Metro.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES