Kopi TIMES

White Tea yang Menarik Perhatian Dunia

Selasa, 25 Juni 2024 - 16:41 | 12.23k
Putri Wulandari Zainal, PhD, Staf Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas
Putri Wulandari Zainal, PhD, Staf Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas

TIMESINDONESIA, PADANG – Kebiasaan meminum teh berasal dari Negara Tiongkok yang telah menjadi adat istiadat dan berkembang ke seluruh pelosok Negara tersebut. Adat istiadatnya berupa memberikan penghormatan tahunan kepada Kaisar pada masa itu dalam bentuk teh yang langka dan berkualitas. Penghormatan teh kekaisaran ini biasanya dibuat dari tunas termuda, terbaru dan terhalus dari tanaman teh terbaik. Saat sekarang ini, kebiasaan minum teh menjadi trend terbaru setelah Kopi. 

Teh mulai diminati banyak orang di seluruh Dunia karena kandungan antioksidan yang berguna bagi kesehatan manusia. Terlebih white tea atau disebut teh putih yang memiliki kandungan antioksida yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau dan teh hitam. Selain kandungan antioksidan yang tinggi, teh putih juga menjadi primadona dunia karena menjadi barang premium.

Kenapa White tea menjadi Teh Premium?

Teh putih merupakan teh premium karena memiliki kuantitas yang terbatas. Keterbatasan ini disebabkan oleh pemanenan daun yang berada pada bagian atas tanaman teh atau disebut sebagai pucuk teh. Teh putih dikenal sebagai salah satu jenis teh paling lembut karena proses pengolahannya sangat minim. Teh putih dipanen sebelum daun tanaman teh terbuka penuh, ketika tunas muda masih ditutupi oleh bulu-bulu putih halus, oleh karena itu dinamakan teh “putih”.

Tunas dan daun yang terbentang dari pertumbuhan terbaru tanaman teh ini dipetik sendiri dan kemudian dikeringkan dengan cepat dan cermat, sehingga daun tidak boleh teroksidasi selama daun dipetik. Pemrosesan minimal dan oksidasi rendah ini menghasilkan teh paling lembut dan segar. Berbeda dengan teh hijau atau teh hitam yang membutuhkan proses oksidasi sehingga menghasilkan rasa yang lebih kuat. 

Jadi, kenapa Teh Putih ini begitu mahal harganya? Dengan adanya ketersediaan bahan baku teh putih yang eksklusif serta pengolahan yang butuh ketelatenan dan ketelitian serta dipercaya mempunyai banyak manfaat yang berguna untuk tubuh, menyebabkan teh putih menjadi premium.

Benarkah Kandungan Antioksidan Teh Putih Tinggi?

Semua teh baik teh putih, hijau, oolong, dan hitam berasal dari tanaman Camellia sinensis yang sama, dimana berasal dari Tiongkok dan India. Ratusan kultivar dan hibrida telah berevolusi dari tanaman Camellia sinensis dari waktu ke waktu, masing-masing tumbuh subur di beragam wilayah geografis di dunia. Namun pada akhirnya, variasi tanaman teh dan cara daun tanaman diproses lah yang menentukan jenis teh akhir yang akan dimasukkan ke dalam cangkir teh Anda.

Salah satu pembeda terbesar dari keempat jenis teh tersebut adalah bagaimana proses teh tersebut diproduksi. Yang sangat membedakan teh putih dan lainnya adalah oksidasi yang melibatkan paparan oksigen setelah panen. Semakin lama daun teh terkena oksigen, semakin gelap warna daunnya dan semakin dalam profil rasa yang dikembangkan. 

Selama pemrosesan, ahli teh menggunakan berbagai metode untuk membuat dan mengendalikan oksidasi, termasuk menggulung, membentuk atau menghancurkan daun untuk mempercepat oksidasi, dan mengukus, membakar atau memanggang daun untuk menghentikannya.

Tahapan produksi teh putih yang terkenal antara lain: Pertama, Pemanenan dengan cara pemilihan daun termuda yang masih kuncup hijau dan paling empuk.

Kedua, Pelayuan selama 72 jam dengan menggunakan panas matahari yang terkontrol. 

Ketiga, Pelayuan di dalam ruangan dalam lingkungan terkendali, dirancang khusus untuk menjaga suhu dan kelembapan optimal, sehingga daun layu secara bertahap sehingga rasa dan aromanya tetap terjaga. 

Keempat, Proses pengeringan (110 oC / 65 oC) pada produksi teh putih bertujuan untuk mengurangi kadar air daun dan menghentikan oksidasi sepenuhnya. Proses pengeringan yang cermat ini tidak hanya untuk menjaga kesegaran dan keutuhan daun tetapi juga meningkatkan karakteristik rasa dan aromanya.

Black tea, oolong tea dan green tea menggunakan daun teh yang tumbuh dua atau tiga tingkat di bawah pucuk. Black tea atau Teh hitam adalah teh yang paling banyak teroksidasi dari semua teh. Setelah daun dipetik dari tanaman, daun tersebut layu sepenuhnya. Kemudian digulung dan dihancurkan, baik dengan tangan atau mesin. Kemudian oksidasi dimulai. Setelah teroksidasi sempurna, daun menjadi hitam. Langkah terakhir adalah pengeringan daun di dalam oven yang bertujuan untuk menghentikan proses oksidasi.

Green tea atau Teh hijau menerima sedikit oksidasi. Daunnya dipetik dari tanaman pada pagi hari dan dapat diseduh dalam pot pada malam yang sama. Karena teh hijau menerima sedikit oksidasi, maka jumlah kafeinnya rendah. Setelah daun dipetik, daun tersebut segera dipanaskan, sehingga menghentikan proses oksidasi sebelum benar-benar sempat dimulai. Proses ini akan mempertahankan warna hijau asli tanaman sehingga diberi nama teh hijau.

Teh oolong adalah jalan tengah antara hijau dan hitam. Daunnya semi-teroksidasi antara 8% hingga 80%. Daun oolong dikeringkan dan digulung sebelum teroksidasi sebagian. Setelah itu dikeringkan dalam panci atau keranjang. Terkadang dikeringkan menggunakan arang untuk menambah cita rasa. 

Dengan proses yang lebih minimalis pada teh putih sehingga terjadi proses oksidasi yang sangat sedikit. Proses oksidasi yang sedikit mengakibatkan kandungan antioksidan yang tinggi. Selain itu, Teh putih memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan teh hijau dan hitam. (*)

***

*) Oleh : Putri Wulandari Zainal, PhD, Staf Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES