
TIMESINDONESIA, MALANG – Pendidikan tauhid adalah pendidikan yang bertujuan untuk menguatkan keyakinan bahwa Allah itu Esa dan wajib disembah. Pendidikan ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti mempelajari dalil-dalil keagamaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Memahami tauhid membuat manusia memahami konsep Tuhan Allah dan ketuhanan-Nya.
Sementara rubbubiya Allah adalah pengakuan Allah sebagai satu-satunya Pencipta segala yang ada dan akan ada, tauhid ulluhiyah adalah pernyataan definitif hambaNya bahwa Dia adalah Kebenaran, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, itulah mengapa tauhid ulluhiyah sering disebut sebagai sekte, monoteisme. Pengalaman "monoteisme" dalam Islam memiliki implikasi yang mendalam bagi sejarah dunia. Semangat wawasan Islam mendorong umat Islam di panggung sejarah untuk memanifestasikan dalam dirinya model ketuhanan yang diberikan kepada Nabi (wahyu). Tidak ada yang lebih berharga baginya selain tugas suci ini. Untuk tugas ini, seseorang rela menyerahkan segalanya, termasuk jiwanya, sesuai dengan isi pola ketuhanan (izin Tuhan). Teori pendidikan tauhid:
Advertisement
- Pendidikan tauhid mendidik manusia untuk mengetahui wujud Tuhan.
- Pendidikan tauhid membantu manusia menetapkan aqidah-aqidah keagamaan.
- Pendidikan tauhid bertujuan untuk terikatnya akidah dalam badan manusia secara kokoh.
- Pendidikan tauhid bertujuan untuk membentuk karakter Islami dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Nabi Muhammad memperoleh kesadaran dan penghayatan yang mantap tentang ajaran tauhid yang intisarinya adalah sebagaimana tercermin dalam surat al-Fatihah. Pokok-pokoknya adalah:
1) Bahwa Allah adalah pencipta alam semesta yang sebenarnya. Dialah satu-satunya yang menguasai dan mengatur alam ini sedemikian rupa sehingga merupakan tempat yang sesuai dengan kehidupan manusia. Dia pulalah yang telah mengatur kehidupan manusia, mendidik, dan membimbingnya sehingga mendapatkan kehidupan sebagaimana yang mereka alami.
2) Allah telah memberikan nikmat, memberikan segala keperluan bagi semua makhluk-Nya, khususnya kepada manusia ditambah dengan petunjuk dan bimbingan agar mendapatkan kebahagiaan hidup yang sebenar-benarnya.
3) Allah adalah raja hari kemudian yang telah memberikan pengertian bahwa segala amal perbuatan manusia sewaktu di dunia ini akan diperhitungkan di sana.
4) Allah adalah sesembahan yang sebenarnya dan satu-satunya.
5) Allah adalah penolong yang sebenarnya, dan oleh karenanya hanya kepada-Nya lah manusia harus meminta pertolongan.
6) Allah sebenarnya yang membimbing dan memberi petunjuk kepada manusia dalam mengarungi kehidupan dunia yang penuh dengan rintangan, tantangan, dan godaan. 18
Itulah intisari ajaran tauhid yang dibawa oleh Muhammad yang akan disampaikan kepada umatnya. Pelaksanaan tauhid tersebut ternyata jelas-jelas bertentangan dengan praktik kehidupan sehari-hari umat yang dihadapinya, sehingga dengan demikian wajarlah kalau pada mulanya ia mendapat tantangan yang hebat.
Pelaksanaan pendidikan tauhid tersebut diberikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya dengan cara yang sangat bijaksana, dengan menuntun akal pikiran untuk mendapatkan dan menerima pengertian tauhid yang diajarkan, dan sekaligus beliau memberikan teladan dan contoh bagaimana pelaksanaan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara konkret Kemudian beliau memerintahkan agar umatnya mencontoh praktik pelaksanaan sesuai dengan apa yang dicontohkannya.
Praktik pendidikan tauhid
- Pendidikan tauhid dapat dilakukan dengan mempelajari dalil-dalil keagamaan.
- Pendidikan tauhid dapat dilakukan dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Pendidikan tauhid dapat dilakukan dengan membimbing anak untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah Allah SWT berikan.
- Pendidikan tauhid dapat dilakukan dengan tidak merasa hebat, sombong, atau takabur.
- Pendidikan tauhid dapat dilakukan dengan yakin bahwa segala yang ada di dunia terjadi karena Allah.
Tauhid merupakan pandangan dunia Islam yang menjadi dasar atau fundamen bangunan Islam.
Mahmud Yunus dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islami, menyatakan bahwa pembinaan pendidikan Islami masa Mekah ini meliputi:
1) Pendidikan keagamaan, yaitu hendaklah membaca dengan nama Allah semata-mata, jangan mempersekutukan dengan nama berhala, karena Tuhan itu Maha Besar dan Maha Pemurah. Oleh karena itu, hendaklah dienyahkan berhala sejauh-jauhnya.
2) Pendidikan aqliyah dan ilmiah, yaitu mempelajari kejadian manusia dan segumpal darah dan kejadian alam semesta Allah akan mengajarkan demikian itu kepada orang-orang yang mau menyelidiki dan membahasnya, sedangkan mereka dahulu belum mengetahuinya. Untuk mempelajari hal-hal itu haruslah dengan banyak membaca dan menyelidiki serta memakai pena untuk mencatat.
3) Pendidikan akhlak dan budi pekerti, Nabi Muhammad SAW mengajar sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan ajaran tauhid.
4) Pendidikan jasmani (kesehatan), yaitu mementingkan kebersihan pakaian, badan, dan tempat kediaman.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*) Penulis: Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Dhina Chahyanti |
Publisher | : Rochmat Shobirin |