Kuliner

Kedai Namsun, Tempat Makan Keren yang Menempati Bangunan Bersejarah

Jumat, 10 Maret 2023 - 14:10 | 90.17k
Kedai Namsun, bangunan zaman Belanda yang di sulap jadi ladang usaha. (foto: Nurul Saadah/TIMES Indonesia)
Kedai Namsun, bangunan zaman Belanda yang di sulap jadi ladang usaha. (foto: Nurul Saadah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Peninggalan sejarah selalu memiliki daya tarik tersendiri di hati masyarakat. Begitu pula dengan Kedai Namsun. Bangunan kuno zaman Belanda yang kini di sulap menjadi kedai makan dengan nuansa lawas yang menarik. Kedai Namsun berlokasi di Kajoetangan No 31 Kota Malang.

Sebagai penggagas Kedai Namsun, Yehezkiel Jefferson melihat adanya peluang dari bangunan autentik yang dibeli oleh kakeknya pada tahun 1970 lalu itu. Selama ini tempat tersebut hanya dijadikan sebagai tempat tinggal oleh kakeknya, sehingga ia berinisiatif untuk menjadikan tempat tersebut sebagai sebuah kedai. 

“Jadi kakek saya membeli tempat ini, tapi untuk tempat tinggal dan bukan sebagai tempat usaha. Usaha yang saat ini berjalan baru dimulai tahun lalu, pada Juni 2022. Jadi awalnya ini hanya sebagai tempat tinggal saja,” ujar Yehezkiel.

Kecintaannya pada sejarah dan latar belakang keluarga yang juga menyukai sejarah serta selalu mempertahankan orisinalitas juga turut menjadi faktor yang mendorong Yehezkiel untuk membuka usaha Kedai Namsun.

Kedai-Namsun-2.jpgKedai literasi De Klik menambah daya tarik Kedai Namsum karena menyajikan koleksi buku sejarah Kota Malang. (foto: Nurul Saadah/TIMES Indonesia)

Ketertarikannya pada sejarah sudah terlihat sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari hal itu, ia kemudian melihat hal yang menarik di Malang pada bangunan kolonial tersebut.

Daya tarik Kedai Namsun semakin tinggi dengan adanya koleksi buku-buku sejarah yang mayoritas membahas tentang Kota Malang. Koleksi buku-buku tersebut diperoleh Yehezkiel dari seorang temannya bernama Pak Akbar.

Pada Februari 2022 lalu, Pak Akbar membuka sebuah kedai literasi Kajoetangan yang berlokasi di trotoar kawasan Kayutangan Heritage. Keadaan cuaca, seperti hujan nyatanya menjadi kendala bagi kedai literasi tersebut. Oleh sebab itu, ketika Yehezkiel membuka Kedai Namsun, ia lalu menawarkan kepada Pak Akbar, “Pak ini ada sudut kosong sepertinya menarik untuk dijadikan perpustakaan, bisa untuk membantu anak-anak muda yang sedang mencari referensi tentang sejarah Kota Malang,” ucap Yehezkiel pada Pak Akbar.

Kedai-Namsun-3.jpgDe Klik menjadi sudut menarik bagi pengunjung Kedai Namsum. ((foto: Nurul Saadah/TIMES Indonesia)

Sudut baca tersebut diberi nama “De Klik”. Koleksi buku-buku sejarah yang disusun di sudut ruangan dengan dilengkapi lampu lawas dan ornamen pendukung lainnya mampu membius mata yang melihatnya.

Hal unik lainnya yang dapat ditemui di Kedai satu ini adalah pada menu utamanya. Bakmi goreng dan Bihun kuah dengan cita rasa khas Tionghoa dapat anda jumpai disini. Hal tersebut karena adanya latar belakang keluarga yang merupakan keturunan Tionghoa.

“Kebetulan keluarga saya memiliki garis keturunan Tionghoa, sehingga disini menggunakan resep autentik Tionghoa seperti kaldu udang dan saus tiram khusus. Masakan Tionghoa merupakan jenis masakan yang cenderung menggunakan kecap-kecapan, berbeda halnya dengan masakan Nusantara yang khas akan rempah-rempah,” ujarnya.

Pria 22 tahun tersebut juga senantiasa berusaha mempertahankan orisinalitas Kedai Namsun yang telah ada selama ini. Orisinalitas menjadi konsep yang perlu dipertahankan sebagai sebuah ciri khas dari usaha yang ia kembangkan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES