Kuliner

Suck my Duck Surabaya Sajikan Kelezatan Daging Bebek Panggang Gaya Cantonese 

Selasa, 06 Juni 2023 - 11:14 | 318.49k
Roast Duck merupakan menu signature di Restoran Suck and Duck. Menu ini selalu menjadi pilihan pertama para tamu, Selasa (6/6/2023). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Roast Duck merupakan menu signature di Restoran Suck and Duck. Menu ini selalu menjadi pilihan pertama para tamu, Selasa (6/6/2023). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Suck My Duck berhasil menarik perhatian para penikmat kuliner di Surabaya. Restoran Chinese Food bernuansa Kota Beijing ini menyajikan olahan bebek panggang dengan rasa otentik. 

Roast Duck merupakan menu signature dan selalu menjadi pilihan pertama para tamu. Mulai whole duck (daging bebek utuh), half duck (daging bebek setengah) dan quarter duck (daging bebek seperempat) sesuai kebutuhan ukuran porsi masing-masing.  

Advertisement

Pelanggan Suck My Duck bisa duduk sambil menikmati suasana ornamen ruangan. Seolah membawa khayalan menelusuri pesona Negeri Tirai Bambu. Mengabadikan foto-foto kehangatan bersama keluarga atau melihat langsung kelihaian chef mengolah masakan paling lezat tersebut. 

daging-bebek.jpgKoki Suck My Duck menyambut pengunjung lewat aksi live cooking sebelum benar-benar membuat pelanggan menikmati potongan daging bebek panggang lembut dan renyah, Selasa (6/6/2023). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia) 

Koki terbaik akan menyambut pengunjung lewat aksi live cooking sebelum benar-benar membuat pelanggan tenggelam dalam kenikmatan potongan daging bebek panggang lembut dan renyah.

Koki segera mempersiapkan sajian. Mengambil daging panggang langsung dari gantungan. Rata-rata metode gantung seperti itu memang mendominasi pasar kuliner daging panggang Asia. 

Proses memasak sendiri telah berlangsung selama 18 jam. Mulai marinasi dan roasting hingga menghasilkan daging unggas montok berkulit coklat kemerahan. Berisi aromatik dan bumbu perendam. Koki memotong daging lembut dengan cepat. Menyusun rapi sesuai estetika di atas piring saji. 

daging-bebek-2.jpgButtersquid berupa olahan cumi dengan saus butter spesial dan Oatmeal Prawn berupa dang goreng dengan campuran gandum serta telur, Selasa (6/6/2023). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia) 

Terakhir adalah proses siram minyak panas sebelum menuju meja pelanggan. 

Limpahan minyak panas membuat tekstur kulit daging bebek panggang lebih krispi sekaligus menghangatkan daging sebelum tersaji. Minyak panas juga menghasilkan kulit luar renyah, rasa daging lezat juicy dan memperkuat aroma rempah sedap. 

Koki benar-benar menyajikan roast duck utuh atau sesuai pesanan. Irisan daging gemuk dengan garnish daun peterseli segar tersaji di atas piring bermotif biru oriental. Aromanya memenuhi ruangan. 

Pramusaji tak butuh waktu lama mengantarkan hidangan sambil membawa tambahan Nasi Hainan serta saus spesial membuat momen santap semakin nikmat. 

"Style roast duck kami Cantonese roast duck sehingga berbeda dengan roast duck lain yang menggunakan hoisin sauce," ungkap Gary Rassat, Owner & Management Suck My Duck, Selasa (6/6/2023). 

Resep saus tersebut berbahan dasar kedelai. Saus lezat dengan bumbu-bumbu rahasia hasil racik koki terbaik. 

"Kami menggunakan saus kami sendiri, home made, spesial, soy based dan kami tuangkan di atas daging bebek," tambahnya.

Menu tersebut memang menjadi unggulan Suck My Duck. Setiap hari restoran mampu menjual puluhan daging bebek panggang. 

Namun, tak hanya Roast Duck. Pengunjung juga bisa mencoba kelezatan olahan daging unggas lain. Ada My Great Great Great Grandma's Duck Noodle, Peking Duck dan Hainan Chicken (Probiotic) Served Cold. 

Lalu juga ada Steamed Kampoeng Chicken, Chicken Kung Pao, Sweet and Sour Chicken dan Butter Chicken. 

Menu daging bisa jadi pilihan referensi. Nikmati US Beef Ribs with Chinese BBQ Sauce dengan daging sapi terbaik atau Beef with Blackpepper Sauce. 

Selain unggas dan daging sapi, masih banyak menu lezat penggugah selera. Mulai Steamed Lazy Fish (Ikan Malas), Buttersquid berupa olahan cumi dengan saus butter spesial. Kemudian Oatmeal Prawn. Udang goreng dengan campuran gandum dan telur.

Squid Cabai Garam, Soft Shell Crab with Singapore Chili Sauce, Mayo Prawn, Squid Head with Chili Oil Mayo dan Singaporean Crispy Squid Head. 

Bagi penggemar tahu, terdapat ragam olahan spesial. Broccoli with Tofu misalnya. Rasanya sangat lezat. Paduan tahu sutra lembut dan brokoli berbumbu melimpah. Sensasi rasa udang gurih meninggalkan kenangan untuk kembali mencoba. 

Ragam menu Chinese Food ini dapat dikonsumsi semua kalangan. Sebagai menu penutup, banyak pilihan dessert segar. Mango Pudding, Almond Longan Pudding, Avocado Choco Pudding dan Coconut Pudding. 

"Kami adalah restoran Chinese Food tapi 100 persen halal," kata Gary. 

Keseluruhan harga menu Suck My Duck tersebut cukup terjangkau. Mulai dari Rp29.000 sampai termahal Rp290.000 (porsi sharing family). 

Dengan ruangan berkapasitas besar, restoran ini cocok untuk acara ulang tahun maupun acara keluarga dan bisnis. Restoran Suck My Duck memiliki private room dengan ruang karaoke. Samping pintu masuk juga terdapat coffee shop bernama Grasshopper. Nikmati aneka kopi, teh, mocktail hingga minuman bersoda. 

Hotelier dan pebisnis kuliner, Anthony Putihrai sebagai salah satu investor mengungkapkan optimisme akan kehadiran Suck My Duck di Jalan Gubeng, Surabaya. Ini merupakan cabang ketiga setelah Jakarta dan Bandung. 

"Kami sudah cukup yakin atas keberhasilan kita di Jakarta maupun di Bandung, maka kita memberanikan diri untuk buka di Surabaya ini," ujarnya. 

Ia melihat potensi besar market kuliner di kota ini. Terutama dominasi kaum milenial. Rata-rata mereka menghabiskan waktu luang bersama keluarga dalam nuansa hangat makan bersama. 

Restoran Suck My Duck merupakan brand tunggal. Tanpa franchise. Anthony yakin mereka mampu mampu berkembang pesat ke depan. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES