Kuliner

Sejarah Lalapan Kuliner Legendaris Nusantara 

Selasa, 04 Juli 2023 - 02:31 | 481.08k
Lalapan sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat Sunda. (Travelingyuk)
Lalapan sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat Sunda. (Travelingyuk)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Siapa tak suka lalapan, makanan ini mudah dijumpai diberbagai daerah di Tanah Air. Nasi hangat dengan aneka lauk lengkap dengan sambal dan sayuran mentah. 

Lauk yang disajikan biasanya berupa ayam, bebek, lele atau lainnya yang digoreng. Sedangkan sayur yang digunakan ada timun, kemangi, kacang panjang, kubis, selada, terong mini (terong lalap) bahkan petai. 

Makanan ini sangat populer di Tanah Sunda, meski demikian lalapan juga menjadi favorit di berbagai daerah lainnya. Kata lalapan sendiri berasal dari bahasa Sunda yaitu lalap yang berarti daun-daun muda, atau sayuran muda lainnya. 

Namun tahukah Anda bagaimana muasal lalapan? 

Dikutip dari berbagai sumber, lalapan ternyata sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan lalapan tertulis dalam Prasasti Taji 910 yang ditemukan di Ponorogo, Jawa Timur. Pada prasasti itu, lalapan dikenal sebagai kuluban Sunda. 

Lalapan.jpg

Sementara dalam jurnal Budaya dan Komunikasi Kesehatan (Studi Pandangan Kesehatan pada Masyarakat Sunda dalam Tradisi Makan Lalapan)yang ditulis oleh Retno Hendarningrum dijelaskan konsumsi lalapan sudah menjadi budaya, tradisi dan karakter dari masyarakat Sunda. 

Hal itu dipengaruhi oleh geografis tanah Sunda yang subur karena dikelilingi oleh pegunungan dan udara yang sejuk. Dari tanah yang subur itu, tumbuhlah aneka jenis sayuran yang melimpah sehingga dat dikonsumsi kapan saja. 

Sumber lain menyebutkan, lalapan tak hanya berupa dedaunan muda, namun juga umbi-umbian, buah muda, bunga termasuk biji-bijian. Dalam naskah Sangyhang SiksaKandang Karesian pada abad 15 tertulis ragam masakan yaitu lawana (asin), kaduka (pedas), tritka (pahit), amba (asam), kasaya (gurih) dan madura (manis). 

Saat ini, lalapan sudah menjadi kuliner umum yang dapat dijumpai hampir di seluruh penjuru negeri. Di Jawa Timur sendiri terkenal dengan lalapan Lamongan, atau lebih populer dengan nama warung pecel lele. Meski namanya pecel lele, namun konsepnya sama dengan lalapan ala sunda. Namanya saja ya pecel, tapi nggak ada sambal pecelnya, yang ada sambal terasi tomat yang dilengkapi dengan sayuran muda. Selain itu, yang disajikan tak melulu ikan lele goreng, tapi juga bebek dan ayam, atau aneka ikan lainnya. Hmm, sedap ya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES