Kuliner

Kafe Djavu Probolinggo, Tempat Nongkrong Asyik dengan Nuansa Perlintasan Kereta Api

Sabtu, 20 April 2024 - 16:33 | 138.31k
Salah satu pengunjung Kafe Djavu mengabadikan momen saat kereta api melintas. (FOTO: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)
Salah satu pengunjung Kafe Djavu mengabadikan momen saat kereta api melintas. (FOTO: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Bosan dengan tempat tongkrongan yang itu-itu saja? Nih, kenalin, Kafe Djavu. Kafe di Kota Probolinggo, Jawa Timur, tepatnya berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan dengan konsep semi-outdoor di tepi perlintasan Kereta Api (KA).

Kafe ini baru berdiri awal Ramadan lalu dan sengaja didesain semi-outdoor dengan view langsung ke perlintasan Kereta Api (KA).

Pengunjung yang datang bisa menikmati pemandangan kereta api melintas secara langsung.

Banyak generasi milenial sengaja datang untuk menikmati kopi sambil menunggu kereta datang.

Saat kereta datang, kebanyakan pengunjung merekam momen tersebut dan melambaikan tangan kepada masinis kereta.

Lokasinya yang berada di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 04 memudahkan pengunjung untuk mengetahui kedatangan kereta api.

Petugas juga keluar untuk menyambut serta memberikan tanda kepada masinis kereta. Pengalaman ini membuat kunjungan ke Kafe Djavu menjadi lebih menarik bagi sejumlah pengunjung.

Kafe Djavu juga menawarkan beragam menu olahan, seperti kentang, sosis, tempura goreng, mie kuah-goreng, serta beragam minuman, baik kopi maupun es, dengan harga yang terjangkau. Mayoritas pengunjung berusia 15-25 tahun, termasuk pelajar.

Laila Iskarimah, seorang pelajar SMK berusia 18 tahun, mengaku senang datang ke Kafe Djavu. 

Lokasi kafe di tepi perlintasan memberikan kesan tersendiri baginya. Laila, yang tinggal di Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, menikmati senja di kafe tersebut.

“Saya suka lokasinya, menunya, serta harganya yang ramah dikantong pelajar,” kata Laila, Sabtu (20/04/2024) sore.

Bagi Laila, menikmati senja sambil menunggu kereta api datang memberikan suasana syahdu. 

“Melihat waktu senja saat kereta datang itu rasanya luar biasa,” kata Laila sembari tersenyum.

Muhammad Wahyu Robbi, seorang karyawan Kafe Djavu asal Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, mengatakan jika pengunjung mayoritas adalah pelajar.

Kafe yang buka dari pukul 15.00 hingga 22.00 itu sengaja dibuat konsep semi-outdoor dengan view perlintasan kereta api.

“Kami memilih lokasi ini dengan tujuan viewnya langsung ke perlintasan kereta api, karena kami yakin banyak generasi muda yang ingin menikmati kopi dengan nuansa yang berbeda,” kata Robbi.

Robbi bersyukur karena meski kafe baru dibuka, peminatnya cukup banyak. Bahkan, ada yang harus rela pulang karena tempatnya penuh atau tidak kebagian tempat duduk.

Melihat kereta api melintas dengan jarak cukup dekat, memberikan pengalaman unik bagi para pengunjung.

“Tetap dalam ranah aman, karena ada pagar pembatas agar tetap selamat,” tambahnya.

Robbi berharap agar setiap generasi muda terus berkarya dalam berbagai bidang, termasuk usaha dan seni. “Kuncinya (agar sukses) jangan berhenti untuk berusaha dan berinovasi,” tutup karyawan Kafe Djavu ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES