Kuliner

Legondo, Makanan Tradisional dari Borobudur yang Sudah Ada Sejak Tahun 60-an

Sabtu, 29 Juni 2024 - 16:12 | 39.49k
Ernalia Masly, generasi ke-3 penerus pembuat makanan tradisional Legondo. (Foto: Hermanto/TIMES Indonesia)
Ernalia Masly, generasi ke-3 penerus pembuat makanan tradisional Legondo. (Foto: Hermanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MAGELANG – Makanan tradisional adalah makanan atau masakan yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu makanana tradisional yang ada di daerah Borobudur, Kabupaten, Magelang, adalah Legondo. Makanan tersebut bahkan sudah ada sejak tahun 60-an, meski saat itu belum populer. 

Legondo dibuat dari bahan dasar beras ketan. Beras ketan dipadukan dengan santan, gula dan ditambahkan dengan pisang. Kemudian setelah matang, dibungkus daun pisang dan diikat dengan tiga iratan bambu.

Ernalia Masly (41) salah satu pewaris Legondo yang ada di Borobudur, menuturkan bahwa Legondo ini dibuat dan diproses secara tradisional, karena itu untuk membuat Legondo membutuhkan waktu yang cukup lama.

Legondo-2.jpgMakanan tradisional Legondo, yang mempunyai banyak makna kehidupan. (Foto: Hermanto/TIMES Indonesia)

"Beras ketan sebagai bahan utamanya harus direndam sehari semalam, kemudian dikukus dan dicampur dengan santan, setelah itu diolah dengan ditambahkan pisang," terangnya kepada TIMES Indonesia (Sabtu, 29/6/2024).

Ernalia bersama sang suami, Fuad Suryawan mewarisi resep tersebut dari sang ibu, Suad Albaroroh, yang dahulu adalah seorang guru Taman Kanak-kanak.

Ernalia menceritakan awalnya bu Suad, ibu mertuanya itu membuat Legondo hanya untuk suguhan bagi keluarga dan tamu pada hari pertama hari raya Idul Fitri.

"Suami saya adalah generasi ke-3. Dia adalah putra terakhir bu Suad, dan kebetulan juga lelaki sendiri, karena itu saya jadi ikut andil untuk melestarikan makanan tradisional ini," kata Ernalia.

Legondo bu Suad awalnya memiliki nama Legondo Legok. Kemudian pada 2018, berganti nama menjadi Legondo Bu Suad. "Dulu namanya Legondo Legok. Karena lokasi rumah ibu kebetulan berada di daerah Legok," ucap Ernalia.

"Bu Suad asli Sabrangrowo, Borobudur, rumah ibu hingga saat ini juga masih ada, tetapi sudah diwakafkan ke panti asuhan," tambahnya.

Legondo ini dijual dengan beberapa paket. Semua paket Legondo dikemas dengan Besek (semacam kotak kecil yang terbuat dari anyaman bambu).

Paket Alit isi 5, Sedoso isi 10, Selangkung isi 25 dan paket Ageng isi 50. Selain paket tersebut, para pembeli bisa menentukan isi jumlah paketannya sesuai selera.

Setelah matang, daya tahan Legondo Bu Suad di suhu ruang hanya mampu bertahan 2x24 jam, selama tali atau bungkusnya tidak dibuka. Namun jika disimpan di almari es atau freezer, bisa bertahan hingga 2 minggu. 

Legondo-3.jpgFuad Suryawan (digendong sang ayah) sebagai pewaris resep Legondo, berfoto bersama saudaranya dan sang ibu, Suad Albaroroh (Foto: Hermanto/TIMES Indonesia)

Makna Legondo

Legondo berasal dari kata lego ning kondo. Dalam bahasa Jawa, lego berarti lega, kondo artinya omongan atau pembicaraan. Maksudnya, pembicaraan yang membuat hati lega. 

"Jadi, sebenarnya makanan ini dibuat untuk menjamu tamu sambil ngobrol, mengeluarkan perasaan, dan bercerita. Kalau sudah bercerita biasanya kan perasaan jadi lega, lega ning kondo," ujar Ernawati.

 Ukuran Legondo inipun dibuat tidak tanpa alasan. Ukuran Legondo yang ada saat ini, sama persis dengan yang dibuat oleh bu Suad. Tidak besar namun juga tidak terlalu kecil, pas untuk sekali santap.

Untuk jumlah ikatan yang berjumlah 3 pada bungkusan Legondo juga mempunyai makna atau filosofi tersendiri. 

"Yang pertama ikatan dengan Sang Pencipta, yang kedua ikatan dengan Nabi atau Rasulullah, karena kita umat islam. Yang ketiga dengan sesama manusia, jadi ada habluminallah dan habluminanaas," terang Ernalia.

"Mungkin karena ibu dahulu seorang guru, jadi ingin mengajarkan kepada kita tentang makna hidup, ajaran itu tidak melulu disampaikan dengan bahasa namun juga melalui simbol-simbol dalam kehidupan ini," ujar Ernalia menjelaskan makna Legondo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES