News Commerce

Bisnis Baju Muslim Anak, Meraih Berkah Sekaligus Berdakwah

Jumat, 23 Desember 2022 - 19:43 | 73.92k
Produk baju muslim produksi Elfi. (Foto: dok TIN)
Produk baju muslim produksi Elfi. (Foto: dok TIN)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Bisnis pakaian muslim untuk anak tidak hanya membuka peluang usaha. Namun, sekaligus mengandung muatan dakwah bagi para orang tua yang menginginkan putrinya berpakaian tertutup rapi.

“Dulu ketika saya melihat anak-anak memakai baju muslim, saya kagum dan merasa senang bisa melihat mereka berpakaian rapi dan cantik seperti itu,” ujar Elfi Khairini, pemilik usaha gamis syar’i anak Raudah Jasmin kepada TIMES Indonesia, Kamis (22/12/2022).

Elfi memulai bisnis baju muslim pada 2017 dengan menjualkan produk dari orang lain. Kemudian, dirinya termotivasi ingin memiliki produksi baju sendiri. 

Pada 2018, Elfi sempat berjualan melalui kegiatan bazar, salah satunya yang diselenggarakan di Botani Sqare Bogor. Hal itu ia lakukan karena melihat peluang besar. 

Selanjutnya, Elfi segera mencari penjahit dan memproduksi sendiri pakaian muslim anak.  

Saat ini, Efli setiap minggunya mampu menghasilkan 150 pakaian gamis anak yang saat ini dijual di toko miliknya sendiri. “Sudah ada satu orang karyawan yang membantu saya berjualan. Tim produksi sejumlah 3 orang sudah cukup membantu mencapai target produksi,” papar Elfi.

Ketika pandemi Covid-19 muncul pada 2019, usaha baju muslim mengalami terjun bebas. "

Dulu, tidak terpikir berjualan online karena saya aktif berjualan langsung di bazar-bazar. Penjualan via online juga belum terbentuk calon pembelinya,” kenang Elfi mengenang kesulitan dalam mengembangkan usaha yang dirintisnya.

Produk-baju-Syari-b.jpgContoh baju muslim untuk anak produksi Elfi. (Foto: Dok TIN)

Namun, ia meyakini para pelaku bisnis yang lain juga merasakan hal yang sama. Elfi pun menambahkan, penjualan produk fesyen di masa pandemi berbeda dengan produk suplemen kesehatan dan kuliner. “Saat pandemi, orang berburu kuliner dan suplemen kesehatan agar kesehatan diri dan keluarganya terjaga,” paparnya.

Saat pandemi, Elfi sempat menutup tokonya selama 1,5 tahun. Selanjutnya, toko ia buka kembali dan pada penjualan awal hanya 20 pakaian.

Ia berusaha agar selalu ada traksaksi penjualan karena bagaimana pun biaya operasional usaha harus tersedia termasuk gaji untuk para karyawannya. Menurutnya, penjualan baru mulai menampakkan kenaikan setelah momen lebaran pada 2021.

Penjualan mulai merangkak lagi dan ia cukup terbantu dengan penjualan melalui pameran pakaian muslim. .

Elfi pun menambahkan bahwa keinginannya memiliki usaha pakaian muslim ini agar anak-anak tahu bagaimana berpakaian yang baik menurut agama. “Saya berharap dengan usaha baju muslim anak ini, saya bisa menjemput keberkahan," kata Elfi.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES