News Commerce

Samase, Hadirkan Produk Bermutu dan Jadikan Jejaring Nomor Satu

Jumat, 30 Desember 2022 - 20:42 | 239.19k
Nirzal Marius, Direktur PT Samase Maju Bersama  (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)
Nirzal Marius, Direktur PT Samase Maju Bersama  (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Produk fesyen mudah kita temui dengan beragam model dan motif yang ditawarkan. Samase hadir memproduksi fesyen muslim pria yang unggul baik dari segi kualitas maupun desain.

“Kami hadir agar masyarakat memiliki pilihan lain dari produk fesyen pakaian pria yang sudah ada sebelumnya,” ujar Nirzal Marius, Direktur PT Samase Maju Bersama, mengawali pembicaraan dengan TIMES Indonesia di Bandung, Jumat (30/12/2022).

Menurut Nirzal, berkah dari pandemi menghadirkan sistem pemasaran yang berbeda dari sebelumnya. “Dampaknya, order produk pakaian Samase jadi lebih bermutu dan jejaring penjualan nomor satu,” jelasnya. “Kami memang punya kelebihan dari sisi pengetahuan soal kain, mana kain yang berbahan bagus, enak dan nyaman dipakai,” terang Nirzal.

Samase hadir di Bandung sejak 2014, dengan nama PT Samase Maju Bersama. Samase telah merambah ke berbagai kalangan hingga ke mancanegara seperti Amerika, Singapura, Malaysia dan Arab Saudi. Sedangkan di Indonesia sendiri, lanjut Nirzal, Samase sudah ada hampir di seluruh kota besar dan juga pelosok daerah.

Bertahan di masa pandemi Covid -19 pada dua tahun yang lalu memang cukup “berat”. Pengurangan karyawan, efisiensi biaya, produk banyak yang tidak terjual, menjadi cerita “hikmah” masa lalu.. “Alhamdulilah, peristiwa di masa lalu tersebut membuahkan hasil bagi kami, Samase ini berupa sistem baru penjualan bagi mitra distributor ataupun hingga ke reseller,” ulas Nirzal.

Dulu, pola yang diterapkan adalah membuat baju baru, jahit banyak, lalu informasikan ke mitra penjualan. “ Tetapi karena ada pandemi kemarin, jadi contoh buat kami untuk berhati-hati dalam produksi,” paparnya. Sekarang, kata Nirzal, polanya dibuat selektif.

Samase-2.jpgSalah satu owner Samase memperlihatkan produk yang dipajang di salah satu tokonya (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

Samase membuat model baru, lalu open order dan diinformasikan kepada mitra jejaring di seluruh Indonesia. Lalu, setelah dapat order model bajunya, tim akan memproduksi baju tersebut. “Kalaupun kami hanya membuat 1.000 pakaian saja, tidak menjadi soal,” jelas Nirzal. Dengan pola baru ini, kata Nirzal, pihaknya pun dari sisi produksi jadi ‘aman’ karena tidak menyimpan stok banyak.

Selain itu, para mitra pun jadi lebih cepat perputaran uangnya karena baju yang diorder pun memang yang ‘diminati’ oleh para pelanggan di wilayahnya. “Memang, pola lama, pembuatan bajunya, hanya memakan waktu 10 hari, sementara pola baru ini bisa memakan waktu hingga 45 hari,”jelas Nirzal. Pihaknya harus membuat rencana model fesyen baju apa yang diminati.

“Kami riset pasar terlebih dahulu, pilih bahan apa, dan sebagainya, lalu setelah jadi, kami sebarkan ke mitra dan kami menunggu respons dari mitra jual kami, hingga akhirnya bisa kami dapatkan putusan produksi pakaian yang terbaik,” papar Nirzal. Kondisi sekarang ini, membuat Nirzal jadi lebih selektif. “Tetapi InsyaAllah aman buat bisnis ini. Kami ingin dan berharap PT Samase ini bisa berumur panjang hingga nanti perusahaan ini turun-temurun ke anak-anak kami,” jelasnya..

Dengan visi jangka panjang tersebut, harapan Nirzal, sistem yang dibentuk dan dikelola ini berbuah baik. Jejaring yang sudah dimiliki hampir 90% lebih adalah orang-orang yang ‘hijrah’ dari pekerja menjadi business owner. Ada yang berlatar belakang pekerja bank, ada juga dari pekerja swasta lainnya.

"Kami membantu mereka, mentor, dan coaching kami lakukan agar mereka bisa optimal dalam penjualan," terang Nirzal.

“Kami punya harapan semoga mitra kami yang berjualan bisa mendapatkan keuntungan dari berjualan produk Samase. Di sisi kualitas produk pun kami serius, jahitan pakaian kami adalah orientasi ekspor sehingga bilamana ada permintaan ekspor pun kami sudah siap, tidak tergagap-gagap ada order seperti itu,” terang Nirzal.

"Termasuk pesanan dari luar negeri, kata Nirzal, jelas dari sisi jahitan pakaian pun tidak main-main. “Bilamana ada jahitan yang tidak lurus atau tidak rapi, kami complain kepada pihak penjahit sehingga tak jarang bila kami maklun kepada pihak mitra jahit, mereka sudah hafal bahwa Samase memang tidak main-main dengan kualitas,” imbuh owner Samase ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES