Olahraga

Samakan Persepsi, Arema FC Bakal Hadiri Kick Off Meeting Club Licensing Cycle

Rabu, 23 November 2022 - 22:02 | 10.99k
Arema FC. (FOTO: Dok/TIMES indonesia)
Arema FC. (FOTO: Dok/TIMES indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTAArema FC akan memanfaatkan kick off meeting club licensing cycle yang akan diadakan secara virtual pada Rabu (30/11/2022). Momen ini untuk menyamakan persepsi berkaitan dengan regulasi club licensing 2023.

Kejelasan mengenai regulasi menjadi hal yang sangat penting bagi Arema FC. Sebab berkaitan salah satu aspek yang menjadi syarat wajib yakni aspek infrastruktur. Diketahui bersama, Arema FC dipastikan tidak akan menggunakan Stadion Kanjuruhan sebagai Home base akibat hukuman dari Komisi Disiplin PSSI pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu.

Advertisement

"Kejelasan mengenai regulasi club licensing berkaitan dengan infrastruktur akan kami dapatkan saat kick off club licensing cycle pada 30 November mendatang, kebetulan kami sudah mendapatkan undangannya dari PSSI," ungkap Fuad Ardiansyah yang ditunjuk direksi sebagai manager club licensing Arema FC. 

Diakui oleh Fuad bahwa Arema FC saat ini memang dihadapkan pada situasi yang berbeda. Namun dia mengaku optimis bahwa Arema FC mampu menuntaskan club licensing seperti tahun-tahun sebelumnya. 

“Makanya kita terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi terkait club licensing ini, semua kebutuhan akan kita inventarisir termasuk segala kemungkinan yang harus dipenuhi,” tambahnya.

Di tahun-tahun sebelumnya, Arema FC selalu lolos dengan mendapatkan lisensi AFC dengan memenuhi 5 aspek yang ditentukan oleh AFC. Di antaranya, selain insfrastruktur adalah legalitas, administrasi, finansial dan sporting.

Arema FC Disarankan Kelola Stadion

Hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menyatakan bahwa Arema FC tidak diperbolehkan berkandang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang hingga kompetisi Liga 1 2022 selesai mengharuskan manajemen Arema FC untuk mencari stadion lain sebagai home base.

Namun bukan berarti manajemen Arema FC lepas kontrol dari sistem stadion saat pertandingan, bahkan ada opsi bahwa Arema FC disarankan untuk take over stadion untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan pertandingan berjalan sesuai dengan regulasi dan sistem pengamanan.

“Sebenarnya kalau mau, tapi memang membutuhkan biaya yang besar. Arema FC bisa melakukan ‘take over’ stadion. Tujuannya adalah bisa melakukan kontrol sepenuhnya terhadap sistem pengelolaan pertandingan di stadion termasuk sistem pengamanannya,” ungkap mantan manager kompetisi AFC, Mohd Saifudin Abu Bakar dalam rapat virtual bersama manajemen Arema FC beberapa waktu lalu.

Hukuman Komdis PSSI memang mengharuskan Arema FC bermain di luar Malang. Dalam surat bernomor 061/L1/SK/KD-PSSI/X/2022 disebutkan bahwa  pelaksanaan pertandingan Arema FC harus berjarak minimal 250 km dari Stadion Kanjuruhan.

Saat hukuman tersebut nantinya berakhir, Arema FC memang bisa saja masih belum bisa menggunakan Stadion Kanjuruhan. Sebab, rencananya stadion milik Pemkab Malang tersebut akan direnovasi pada 2023 mendatang. Otomatis Arema FC harus menggunakan opsi stadion lain untuk dijadikan home base.

Berkaitan dengan saran untuk melakukan take over stadion tersebut, manajemen Arema FC menyatakan bahwa hal itu bisa saja menjadi referensi terkait langkah Arema FC kedepan. “Kami sangat berterimakasih atas saran dan masukan yang diberikan di fase pemulihan Arema FC ini, banyak hal yang diluar dugaan yang bisa menjadi referensi kedepan seperti apa langkah yang harus dilakukan oleh Arema FC,” ungkap manajer International Affair Arema FC, Fuad Ardiansyah.

Di satu sisi, Fuad menyatakan bahwa opsi take over stadion bisa jadi akan memberikan nilai plus pada Arema FC, selain untuk mengelola sistem pertandingan juga mampu memenuhi salah satu aspek yang menjadi sarat club licensing yakni infrastruktur.

“Harapannya memang begitu, tapi kami akan melakukan komunikasi dan diskusi terkait hal ini,” jelas Fuad. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES