Olahraga

Kisah Sapto Yogo Purnomo, Atlet Paralimpik Indonesia di Para Asian Games 2022, Begini Penuturan Sang Ayah

Selasa, 26 September 2023 - 16:39 | 73.80k
Orang tua atlet cabor atletik paralimpik yang akan tampil di Para Asian Games 2022 yang digelar di Huangzhou, China 22-28 Oktober 2023. (Foto: Sutrisno/TIMES Indonesia)
Orang tua atlet cabor atletik paralimpik yang akan tampil di Para Asian Games 2022 yang digelar di Huangzhou, China 22-28 Oktober 2023. (Foto: Sutrisno/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUMAS – Walau mengalami keterbatasan fisik tidak serta merta membuat Tulus, orang tua dari atlet lari paralimpik Sapto Yogo Purnomo berkecil hati. 

Bagi Tulus, keterbatasan fisik putranya bukan suatu rintangan untuk bisa dan bahkan meraih prestasi melebihi orang pada umumnya.

Ditemui TIMES Indonesia di rumahnya RT 2 RW 3 Desa Ciberung, Ajibarang, Banyumas, Selasa (26/2023), Tulus mengatakan Sapto Yogo adalah salah satu atlet difabel yang mengidap cerebral palsy, sebuah gangguan pada gerakan, otot, atau postur tubuh.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya tidak menyangka bahwa Sapto bisa mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di dunia internasional melalui kejuaraan kejuaraan bergengsi bahkan hingga kejuaraan dunia atletik difabel di Jepang, Prancis, Jerman, Amerika, dan negara negara Asia.

"Sapto itu mengawali karir olahraga atletiknya ketika pada 2016 ikut kejuaraan di Bandung di Peparnas, saat itu 5 emas direbutnya," katanya.

Ia menambahkan karir Sapto terus melesat dan selalu meraih prestasi seperti Asean Para Games di Malaysia tahun 2017 yang meraih 2 emas dan 1 perak hingga kejuaraan dunia atletik di China dan Para Asian Games 2018 di Jakarta dengan 2 emas dan terakhir mendulang emas di Sea Games Kamboja 2023 nomor lari 100, 200, dan 400 meter putra.

Orangtua-Atlet-juara-dunia-atletik-paralimpik-b.jpg

Sapto saat ini juga tengah bersiap mempertahankan emas yang diraihnya pada 2018 di Para Games 2022 yang akan digelar di Hangzhou, China pada 22-28 Oktober 2023.

Tulus juga mengatakan dalam kesehariannya bila dirumah, Sapto merupakan warga biasa yang punya kehidupan bermain dengan teman temannya. Seperti main layangan, sepakbola, bahkan berenang di sungai. 

"Dia itu kalau pulang ke rumah paling hanya dua hari lalu berangkat lagi ke pemusatan latihan di Solo, dan dia pun main seperti biasa dengan teman temannya dirumah maupun di kali," tutur Tulus.

Atas prestasi Sapto Yogo itu, pemerintah memberikan beberapa bantuan seperti rumah dan apartemen di Jakarta.

"Pemerintah sangat perhatian terhadap prestasi Yogo, dan kedepannya berharap bila sudah pensiun jadi atlet juga ikut dipikirkan masa depannya,"ujarnya.

Tulus berharap doa kepada seluruh masyarakat Banyumas agar ikut mendukung dan mendoakan Sapto Yogo Purnomo kembali meraih prestasi emas di Para Games se Asia di Hangzhou China.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES