Olahraga

Kalah dan Dapat 2 Kartu Merah, Shin Tae-yong Sebut Qatar Gelar Komedi Sepakbola

Selasa, 16 April 2024 - 03:21 | 48.01k
Pemain Timnas Indonesia Rafael Struick (kanan) saat duel dengan pemain Qatar, di laga perdana Grup a Piala Asia U-23. Indonesia kalah 0-2  dalam laga ini. (Foto: PSSI)
Pemain Timnas Indonesia Rafael Struick (kanan) saat duel dengan pemain Qatar, di laga perdana Grup a Piala Asia U-23. Indonesia kalah 0-2  dalam laga ini. (Foto: PSSI)

TIMESINDONESIA, JAKARTATimnas Indonesia gagal meraih hasil positif dan harus menyerah 0-2 atas tuan rumah Qatar di laga perdana Piala Asia U-23 Grup A, Senin (15/4/2024) malam.

Dalam pertandingan di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, Qatar tersebut, Indonesia harus bermain dengan 9 orang setelah gelandang Ivar Jenner dan striker Ramadhan Sananta diganjar kartu merah. 

Pertandingan dimulai dengan drama pada menit 43 saat wasit Nasrullo Kabirov memberikan penalti kepada Qatar usai pemeriksaan VAR. Hukuman penalti diberikan setelah Rizki Ridho melakukan pelanggaran kepada Mahdi Salem di kotak penalti.

Khaled Ali Binsabaa dengan tenang mengkonversi penalti tersebut, memberikan keunggulan bagi tim tuan rumah.

Saat babak kedua baru dimulai, pertarungan semakin sengit dan hampir mencapai titik puncak ketika Ivar Jenner dikeluarkan dengan kartu merah hanya dalam hitungan detik setelah babak kedua dimulai.

Gol kedua Qatar datang pada menit 54 melalui tendangan bebas yang brilian dari Ahmed Al Rawi, menambah keunggulan bagi Qatar.

Namun, ketegangan tidak berhenti di lapangan. Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong yang juga mendapat kartu kuning tampak kesal dengan serangkaian keputusan wasit yang kontroversial.

Kontroversi mencapai puncaknya di menit ke-90+6 ketika Ramadhan Sananta dari Indonesia, yang awalnya hanya dihukum dengan kartu kuning, akhirnya diberi kartu merah setelah tinjauan VAR yang intens.

Usai pertandingan, Shin Tae-yong menyebut, jika hal seperti ini terjadi di Indonesia, wasit akan menjadi bahan lelucon.

"Selamat untuk Qatar. Para pemain sudah berusaha menampilkan permainan yang terbaik, apalagi kita kalah jumlah pemain dan tidak mudah menyerah. Tetapi banyak keputusan wasit di sepanjang pertandingan, kalau kalian melihatnya, itu bukan pertandingan sepak bola, ini sebuah pertunjukan komedi dan sangat berlebihan,” kata Shin Tae-yong.

“Saya tidak bisa mengatakan apa pun tentang pemain yang kena kartu merah, saya kehabisan kata-kata. Sepak bola tidak seharusnya dimainkan seperti ini. Kartu merah pertama kami, tidak ada kontak sama sekali. Mengapa mereka tidak memakai VAR dalam situasi seperti ini?” tambah pelatih asal Korea Selatan tersebut.

“Fans menyaksikan pertandingan ini melalui televisi. Jika Anda memakai wasit seperti ini, kalau di Indonesia, itu akan dianggap Anda ingin membuat lelucon. Pelatih juga punya mata, melihat dari bench sepanjang pertandingan,” jelasnya.

Selanjutnya, Rizky Ridho dan kawan-kawan masih akan melakoni dua pertandingan lagi di grup A. Pada Kamis (18/4), melawan Australia di Abdullah bin Khalifa Stadium dan Minggu (21/4) menantang Yordania di stadion yang sama dengan laga versus Australia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES