Olahraga

Ikuti Jejak Barito Catatkan Rekor Terburuk Liga 1, Pelatih Persik Kediri Ungkap Hal Ini  

Rabu, 17 April 2024 - 18:32 | 17.52k
Pemain Persik Kediri Supriadi ditengah kepungan dua pemain Bhayangkara FC (foto : dok Persik)
Pemain Persik Kediri Supriadi ditengah kepungan dua pemain Bhayangkara FC (foto : dok Persik)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Kekalahan telak tujuh gol tanpa balas dari Bhayangkara FC tidak hanya memperpanjang catatan buruk Persik saat bertamu ke kandang lawan pada musim ini. Sejak kembali ke kasta tertinggi Liga 1 pada tahun 2020 lalu, ini adalah kekalahan terburuk Persik Kediri

Kekalahan ini juga menjadi kekalahan tandang terbesar di Liga 1 musim 2023/2024. Sementara itu di sepanjang sejarah perhelatan Liga 1, kekalahan 7-0 Persik menjadi kekalahan tandang terbesar kedua setelah kekalahan 8-0 Barito Putera saat bertamu ke kandang Madura United pada 23 Juli 2022 lalu. 

Dalam laga yang berlangsung di stadion PTIK, Jakarta, Selasa (16/04/2024) Bhayangkara FC memulai pesta gol tuan rumah saat laga baru berjalan satu menit lewat gol Matias Mier. Pemain yang sama kemudian mencetak dua gol tambahan. Gol keempat dan kelima Bhayangkara FC tercatat atas nama Marcelo Herrera dan Dendy Sulistyawan. 

Sementara gol keenam dicetak Titan Agung dan terakhir akibat gol bunuh diri kiper Persik Dikri Yusron. Kekalahan ini menimbulkan kekecewaan mendalam bagi kubu Persik Kediri. Pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide bahkan dengan terus terang mengatakan kekalahan tersebut sangat memalukan. 

"Kami start bermain tanpa konsentrasi,sering kehilangan bola dan membuang peluang. Sepakbola memang seperti itu, ini adalah soal efektivitas," ujar Marcelo Rospide, Rabu (17/04/2024). 

Pelatih asal Brazil itu secara khusus meminta maaf kepada para pendukung setia Persik, Persikmania. 

"Aku minta maaf kepada Persikmania. Kekalahan ini tidak bisa diterima. Kami pemain dan tim profesional. Ini malam yang akan sulit dilupakan. Aku tidak bisa menerima peforma dalam laga ini (vs Bhayangkara FC)," ungkapnya.

Marcelo menegaskan tidak ada alasan lain, diluar peforma para pemainnya yang sangat buruk sehingga harus kebobolan tujuh gol tanpa sekalipun bisa membalas. Marcelo menampik anggapan perubahan jadwal dan libur lebaran menjadi salah satu penyebab peforma pemainnya loyo. 

Menurutnya, baik Persik dan Bhayangkara FC sudah sama-sama melakoni latihan dan dalam kondisi siap tempur. Sebagai catatan, saat memulai laga, Bhayangkara FC merupakan juru kunci klasemen dan Persik Kediri berada di posisi 6. 

"Bhayangkara FC bermain baik dan Persik bermain buruk itu saja. Sebagai pelatih, aku harus bertanggung jawab namun aku merasa malu dengan penampilan para pemain," tegasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES