Olahraga

Persik Kediri Dukung Pengusutan oleh Satgas Anti Mafia Bola

Jumat, 19 April 2024 - 22:05 | 14.75k
Direktur Persik Kediri Souraiya Farina (foto: Yobby/TIMES Indonesia)
Direktur Persik Kediri Souraiya Farina (foto: Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Manajemen Persik Kediri mendorong dan mendukung penuh proses pengusutan yang dilakukan satgas anti mafia bola terkait dugaan pengaturan pertandingan atau match fixing di laga Bhayangkara FC vs Persik Kediri. 

Dalam laga yang berlangsung Senin, (16/04/2024) tersebut, Persik yang berada di posisi enam klasemen saat itu, kalah telak tujuh gol tanpa balas dari tuan rumah Bhayangkara FC yang tengah berada di zona degradasi. 

"Kita menyerahkan seluruh proses kepada satgas anti mafia. Kita mendorong dan mendukung proses dari satgas anti mafia bola," tegas Direktur Persik Kediri Souraiya Farina, Jumat (19/04/2024). 

Dukungan dan dorongan penuh tersebut,  termasuk nanti jika ketika pengusutan selesai ada pihak internal Persik Kediri yang terlibat. 

"Apa yang satgas temukan dan butuhkan kita support terutama terkait dalam laga tersebut," jelasnya. 

Souraiya Farina sendiri mengungkapkan selama di tubuh tim Macan Putih, tercipta rasa percaya dan hubungan kekeluargaan yang tinggi. 

"Tapi kalau sampai ada (internal yang terlibat) kita serahkan kepada satgas hukuman yang diterapkan dan PSSI yang pasti akan juga turut andil dalam hal tersebut," tambahnya. 

Hukuman atau sanksi tersebut, dipastikan Souraiya akan memberikan dampak pada karir mereka yang terbukti terlibat. "Kita dukung sepenuhnya sanksi dari PSSI ataupun satgas anti mafia bola kepada yang terlibat, yang pastinya berpengaruh pada karir," ujarnya lagi. 

Ia juga menjelaskan  awalnya pihak Persik Kediri tidak berpikir untuk melakukan pelaporan. Hal itu disebabkan karena tim dan manajemen Persik syok dengan kekalahan telak yang dialami. 

Namun, pihak manajemen kemudian mendapatkan informasi terkait keberadaan sosok asing di stadion yang diduga terlibat dengan match fixing, dan disarankan oleh pihak-pihak terkait untuk melakukan laporan ke satgas anti mafia bola. 

"Jalannya pertandingan kita shock dan kaget, tapi pikiran kita mengarah kesana. Tapi kita kemudian kita disarankan untuk melapor karena ada "oknum" tadi," ungkapnya. 

Souraiya Farina mengungkapkan langkah Persik untuk menciptakan sepakbola Indonesia yang bersih. Dalam laporan itu sendiri tidak menyebutkan secara rinci siapa saja yang diduga terlibat ataupun kejadian yang dianggap ganjil. 

"Tidak objek khusus dalam laporan tersebut karena yang kita dorong sepakbolanya bersih," pungkas Souraiya. 

Persik Kediri Dukung Pengusutan oleh Satgas Anti Mafia Bola 

- Manajemen Persik Kediri mendorong dan mendukung penuh proses pengusutan yang dilakukan satgas anti mafia bola terkait dugaan pengaturan pertandingan atau match fixing di laga Bhayangkara FC vs Persik Kediri. 

Dalam laga yang berlangsung Senin, (16/04/2024) tersebut, Persik yang berada di posisi enam klasemen saat itu, kalah telak tujuh gol tanpa balas dari tuan rumah Bhayangkara FC yang tengah berada di zona degradasi. 

"Kita menyerahkan seluruh proses kepada satgas anti mafia. Kita mendorong dan mendukung proses dari satgas anti mafia bola," tegas Direktur Persik Kediri Souraiya Farina, Jumat (19/04/2024). 

Dukungan dan dorongan penuh tersebut,  termasuk nanti jika ketika pengusutan selesai ada pihak internal Persik Kediri yang terlibat. 

"Apa yang satgas temukan dan butuhkan kita support terutama terkait dalam laga tersebut," jelasnya. 

Souraiya Farina sendiri mengungkapkan selama di tubuh tim Macan Putih, tercipta rasa percaya dan hubungan kekeluargaan yang tinggi. 

"Tapi kalau sampai ada (internal yang terlibat) kita serahkan kepada satgas hukuman yang diterapkan dan PSSI yang pasti akan juga turut andil dalam hal tersebut," tambahnya. 

Hukuman atau sanksi tersebut, dipastikan Souraiya akan memberikan dampak pada karir mereka yang terbukti terlibat. "Kita dukung sepenuhnya sanksi dari PSSI ataupun satgas anti mafia bola kepada yang terlibat, yang pastinya berpengaruh pada karir," ujarnya lagi. 

Ia juga menjelaskan  awalnya pihak Persik Kediri tidak berpikir untuk melakukan pelaporan. Hal itu disebabkan karena tim dan manajemen Persik syok dengan kekalahan telak yang dialami. 

Namun, pihak manajemen kemudian mendapatkan informasi terkait keberadaan sosok asing di stadion yang diduga terlibat dengan match fixing, dan disarankan oleh pihak-pihak terkait untuk melakukan laporan ke satgas anti mafia bola. 

"Jalannya pertandingan kita shock dan kaget, tapi pikiran kita mengarah kesana. Tapi kita kemudian kita disarankan untuk melapor karena ada "oknum" tadi," ungkapnya. 

Souraiya Farina mengungkapkan langkah Persik untuk menciptakan sepakbola Indonesia yang bersih. Dalam laporan itu sendiri tidak menyebutkan secara rinci siapa saja yang diduga terlibat ataupun kejadian yang dianggap ganjil. 

"Tidak objek khusus dalam laporan tersebut karena yang kita dorong sepakbolanya bersih," pungkas Souraiya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES