Olahraga

Kejuaraan Paralayang 2024 Kembali Digelar di Banyuwangi, Siap Dongkrak Promosi Wisata

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:53 | 20.47k
International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2024 Category 2 (Cat 2), kembali diadakan di banyuwangi tepatnya di puncak Gunung Menyan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, 25-28 Mei 2024. (Foto:Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2024 Category 2 (Cat 2), kembali diadakan di banyuwangi tepatnya di puncak Gunung Menyan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, 25-28 Mei 2024. (Foto:Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Langit Banyuwangi kembali akan dihiasi dengan aksi para atlet paralayang terbaik dari berbagai negara. Hal ini, bakal menjadi ajang bergengsi dan menjadi salah satu strategi jitu Banyuwangi untuk mendongkrak promosi wisata dan menarik minat wisatawan.

International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2024 Category 2 (Cat 2), rencananya akan dimulai pada tanggal 25 hingga 28 Mei 2024 mendatang.

Ajang sport tourism berkelas dunia tersebut, akan berlangsung di puncak Gunung Menyan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur.

Perlu diketahui, event kejuaraan ini merupakan kerjasama antara Pemkab dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Banyuwangi.

Kejuaraan International Paralayang Cat 2 di Banyuwangi ini merupakan seri kedua yang digelar di Indonesia. Pada tahun ini, ada tiga seri lain yang digelar di Indonesia.

"Kami bersyukur Banyuwangi dipilih jadi tuan rumah rangkaian series IPAC. Dengan event ini, tentunya membuktikan Gunung Menyan layak terus dikembangkan potensinya sebagai spot paralayang di Indonesia," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Kamis, (23/5/2024).

Ajang ini bakal diikuti 87 peserta dari dalam dan luar negeri. Rinciannya, 83 atlet berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Seperti Papua, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, dan Jawa Timur. Sementara 4 atlet lainnya datang dari Rumania, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Nepal.

Terbang dengan paralayang di Gunung Menyan memberi pengalaman unik. Puncak gunung ini punya ketinggian 730 meter di atas permukaan laut.

Berparalayang dari Gunung Menyan menawarkan lansekap indah pegunungan dan perkotaan di Banyuwangi. Gunung Menyan merupakan bagian dari gunung api purba berusia 33 juta tahun.

"Sport tourism seperti paralayang ini merupakan salah satu cara kami untuk memperkenalkan potensi destinasi Gunung Menyan yang menyuguhkan keindahan lansekap gunung purba dari ketinggian," kata Bupati Ipuk yang pernah menjajal paralayang di Gunung Menyan.

Orang nomor satu di Bumi Blambangan ini berharap, dengan adanya ajang paralayang internasional di Banyuwangi ini, tidak hanya dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, tapi juga berdampak positif bagi masyarakat Bumi Blambangan, khususnya di Kecamatan Kalibaru.

“Semoga bertanding di Banyuwangi bisa memberikan kesan positif bagi para atlet, sehingga mereka bisa ikut mempromosikan Banyuwangi di negara asalnya,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi, Alfin Kurniawan, menambahkan kejuaraan paralayang internasional seri 2 Cat 2 ini memperlombakan 4 nomor, yakni umum, putri, beregu, dan junior under 26 (U-26).

“Diikuti atlet dari berbagai negara. Dengan kejuaraan ini akan mendukung pengembangan destinasi baru wisata dirgantara. Dan yang lebih penting, mengenalkan dan mencetak atlet-atlet baru paralayang,” ujarnya.

Kejuaraan tahun ini merupakan kali ketiga Banyuwangi menggelar kejuaraan paralayang.

“Setelah tiga kali menggelar kejuaraan paralayang, atlet cabang olah raga ini mulai bermunculan. Saat ini sudah ada 7 atlet bersertifikat yang kita miliki,”imbuh Alfin. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES