Olahraga

Ditolak Wali Kota, Arema FC Upayakan Dialog Demi Home Base di Stadion Soepriadi Blitar

Jumat, 07 Juni 2024 - 17:59 | 14.94k
Pemain Arema FC, Dendi Santoso saat menggiring bola. (Foto: Dok. Arema FC)
Pemain Arema FC, Dendi Santoso saat menggiring bola. (Foto: Dok. Arema FC)

TIMESINDONESIA, MALANG – Usai berjuang keras lolos degradasi Liga 1 2023/2024, Arema FC kembali menemui jalan terjal dalam mencari markas barunya. Pasalnya, rencana Arema FC untuk menggunakan Stadion Soepriadi Blitar sebagai home base Liga 1 musim depan menuai penolakan dari berbagai pihak, salah satunya Wali Kota Blitar Santoso.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi mengatakan, pihaknya memiliki alasan kuat dalam memilih Stadion Soepriadi sebagai markas alternatif untuk musim depan. Salah satunya, sudah punya standar kelayakan dari Mabes Polri. 

"Memang ada standar tersendiri, salah satunya karena Stadion Soepriadi sudah memiliki assessment dari Mabes Polri, karena pernah diajukan sebagai venue Liga 2 pada Januari lalu. Jadi tinggal grade-nya ditingkatkan untuk Liga 1," ujar Yusrinal, Jumat (7/6/2024).

Dikatakan, pertimbangan tersebut menjadi dasar Arema FC memilih Stadion Soepriadi. Pihaknya juga telah berkirim surat ke PSSI Blitar dan Pemkot Blitar agar bisa menggunakan stadion itu sebagai markas.  

"Secara administrasi proses sudah berjalan, assessment dari Mabes Polri jadi bahan surat resmi yang disampaikan kepada PSSI Blitar dan juga Pemkot Blitar," ungkapnya.

Yusrinal mengakui bahwa ada opini berbeda berkaitan dengan rencana Arema FC bermarkas di Blitar. Salah satunya soal penolakan yang ramai dibicarakan.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan dialog dengan berbagai pihak di Blitar untuk menyamakan persepsi. 

"Memang perlu adanya upaya dialogis untuk menyamakan persepsi yang sifatnya konstruktif. Kami yakin masyarakat setempat juga memiliki semangat yang sama," tuturnya. 

Sebagai perwakilan dari manajemen Arema FC, Yusrinal juga sangat terbuka dalam melakukan diskusi untuk bisa menemukan titik tengah atas rencana penggunaan Stadion Soepriadi Blitar.

"Kami sangat terbuka untuk mendiskusikanya setelah melakukan verifikasi internal pekan lalu dan bertemu PSSI setempat juga bertemu secara informal dengan Kapolresta Blitar serta Kasatintelkam pada Kamis pekan lalu," tandasnya. 

Sebagai informasi, Arema FC musim lalu harus bermarkas di luar Malang buntut terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Kemudian Arema FC bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali dan hampir degradasi. 

Sementara itu, proses renovasi Stadion Kanjuruhan Malang yang selama ini menjadi markas Arema FC masih belum rampung. Kemudian opsi Stadion Gajayana Malang juga menuai jalan buntu lantaran belum memenuhi standar Liga 1. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES