Otomotif

Tips Mengerem bagi Motor Matic di Jalan yang Curam

Sabtu, 18 September 2021 - 19:05 | 73.89k
 Salah seorang pengendara yang melewati turunan tajam di atas Kali Kromong Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sabtu (18/9/2021) (FOTO: Thaoqid Nur Hidayat/TIMES Indonesia)
Salah seorang pengendara yang melewati turunan tajam di atas Kali Kromong Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sabtu (18/9/2021) (FOTO: Thaoqid Nur Hidayat/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kerapkali kejadian laka lantas menimpa sejumlah pengendara yang sedang menuruni jalan turunan curam. Kendaraan yang sering mengalami rem blong adalah motor matic. Ini karena kendaraan matic tidak memiliki engine brake (rem mesin).

Kesalahan mengerem motor matic ini bisa mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Agar hal ini tidak terjadi, TIMES Indonesia memberikan tips agar rem dalam kendaraan matic anda selalu dalam kondisi prima serta tips saat menuruni jalan turunan yang curam.

Advertisement

Dikutip dari GridOto hal yang perlu diperhatikan adalah kampas rem. Pengecekan secara berkala penting untuk menjaga rem anda. Kampas rem selalu diperhatikan agar jangan sampai tinggal besinya. Selain itu kampas rem juga perlu dibersihkan agar rem tidak berdecit.

Kemudian pengecekan disk brake (rem cakram) juga diawasi. Pengecekannya bisa dilakukan dengan tangan langsung untuk mengukur ketebalannya.

Hal terpenting lainnya adalah minyak rem. Sebaiknya minyak rem dikuras dan diganti secara rutin minimal setahun sekali. Minyak rem yang tidak pernah diganti titik didihnya, tentu akan tidak kuat menahan panas dari kinerja rem.

Selain menjaga performa rem anda, ada baiknya anda memahami dengan benar cara menggunakan rem saat menuruni jalan turunan yang curam. Agar rem tidak blong, ada baiknya anda memahami beberapa hal berikut ini.

Faktor utama rem blong adalah pengendara menekan rem belakang dan rem depan terlalu lama. Hal ini dapat menyebabkan piringan dan kampas rem cepat panas. Alhasil piringan cakram akan menjadi licin sehingga kampas rem tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Saat di medan turunan yang curam, tutup gas secara perlahan. Hal ini agar kendaraan anda bisa dikendalikan dan tidak terlalu meluncur saat menuruni jalan turunan yang curam.

Penggunaan rem depan dan belakang harus digunakan secara bergantian. Hal ini agar memberikan nafas pada rem sehingga tidak terlalu panas. Pengendara off road dalam menuruni jalanan turunan juga menggunakan rem belakang.

Memainkan rem depan dan belakang diatur sedemikian rupa. Yang terpenting tidak terlalu lama menekan rem terlalu dalam dengan kurun waktu yang lama.

Selain itu ketika kendaraan mengalami rem blong, ada baiknya anda segera cepat menyadarinya. Segeralah menepi untuk mendinginkan kampas rem kendaraan anda. Selain itu periksa kembali kondisi rem anda ketika berhenti.

Lalu apabila anda benar-benar dalam kondisi darurat saat rem blong. Hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak boleh panik. Pasalnya kepanikan dapat membuat seseorang berfikir tidak logis.

Hal kedua yang bisa dilakukan adalah menutup gas kendaraan dan carilah tanjakan yang membuat kecepatan kendaraan anda menurun. Hindari seminim mungkin tabrakan.

Apabila benar-benar gawat maka upayakan menyalakan klakson motor matic Anda. Jika terpaksa menabrak, upayakan mencari tempat yang aman seperti rumput ataupun gundukan pasir. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES