Otomotif

Mengenal Bedas E-Bike, Sepeda Listrik Unik Buatan Bandung

Jumat, 07 Oktober 2022 - 12:57 | 133.42k
Sepeda listrik Bedas E-Bike. (Foto: Dokumen pribadi)
Sepeda listrik Bedas E-Bike. (Foto: Dokumen pribadi)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Zaman semakin canggih. Sekarang ini, mulai populer kendaraan listrik, tak terkecuali sepeda listrik. Salah satunya, Bedas E-Bike, sepeda listrik buatan Agus Gunawan asal Bandung yang kuat karena berbasis mesin listrik buatan Jerman. 

Sepeda listrik karya kreativitas orang Bandung ini dilirik para artis dan kalangan menengah ke atas. Sepeda listrik ini menjadi pilihan karena kualitas kelistrikan yang bagus, tak perlu bahan bakar, cukup di-charge bila habis baterai dan awet alias tahan lama.

Berbeda dengan sepeda listrik lainnya yang harganya pasaran, baterainya mudah lemah dan soak serta tenaganya terbatas khususnya di demografi Bandung yang banyak tanjakan. Bedas E

-Bike dan kring kring, sepeda listrik buatan Agus Gunawan ini memiliki bentuk yang unik. Baterainya saja bergaransi hingga 5 tahunan, nyaman digunakan, dan bisa digunakan di daerah yang berbukit seperti daerah Bandung. Bahkan ada jenis Bedas E-Bike yang bisa mencapai kecepatan hingga 80 km/jam. 

Tak heran, dengan keunikan dan banyak keunggulannya, sepeda listrik ini diminati artis, owner restaurant, dan orang yang paham kualitas. Harganya dibandrol sekitar Rp20 juta hingga Rp45 jutaan.

Tentunya peminat sepeda listrik ini orang mengerti akan kualitas barang dan juga suka seni. Seperti pengakuan salah satu pemilik restauran. Salah satu motivasi membeli adalah untuk dipajang di restaurannya.   

Sepeda-listrik-Bedas-2.jpgFoto produsen sepeda listrik Bedas E-Bike. (Foto: Dokumen pribadi)

Agus mengatakan, permintaan akan sepeda listrik buatannya cukup banyak. Ia bisa membuat kerangkanya saja dalam seharian berkisar 20 kerangka sepeda. Tetapi, yang jadi kendala adalah spare part kelistrikan buatan Jerman.

Saat ini, kendala parts tersebut bukan hanya bagi Indonesia yang membutuhkan parts tersebut, tetapi juga dunia memerlukan. Itulah sebabnya, owner Bedas E-Bike ini selalu menginformasikan kepada pembeli perihal kendalanya. 

Namun, seperti pemilik restauran, ternyata perminta sepeda Bedas E-Bike bukan untuk disisi kebermanfaatan pemakaian tetapi pada artistik atau seninya. Jadi kebutuhan parts listrik untuk jalan, tidak terlalu urgen dibutuhkan. Dan untuk order seperti ini, Agus pun bisa menyanggupi pemenuhan pesanannya. 

Agus menjelaskan, sepeda motor listrik karya Bedas E-Bike & Kring kring memiliki desain yang indah. Kerangka batang yang kokoh dan balutan cat yang cantik membuat sepeda listrik ini asyik jika dijadikan untuk swafoto.

Kepala Daerah Jawa Barat pun sempat berkunjung ke workshop Bedas E-Bike dan kagum mengamati proses pembuatan sepeda listrik tersebut. Bahkan ada juga wali bupati yang memesan sepeda Bedas karena memiliki keunikan di namanya. 

Sepeda-listrik-Bedas-3.jpgFoto Workshop/bengkel sepeda listrik Bedas E-Bike. (Foto: Dokumen pribadi)

Bedas E-Bike baru berjalan dan dikenali para pembeli, atau artis artis sekitar 2 tahunan. Bukan karena jumlah produksinya masih terbatas tetapi spare partnya, dan juga Bedas E-Bike ini bisa seperti sekarang karena uji coba yang lama oleh owner Bedas untuk bisa hasilkan sepeda listrik yang adaptif dengan kondisi Bandung sekitarnya.

Ada dua tipe sepeda listrik Bedas E-Bike, tergantung selera masing-masing pembeli lebih menyukai yang mana,” jelasnya. 

Bedas E-Bike memiliki banyak keunggulan. Sparepart diluar kelistrikan mudah disolusikan. “Jika pemilik tidak bisa datang ke workshop, team Bedas E-Bike siap datang ke lokasi," ujar Amang Jaja, pekerja Bedas E-Bike. 

Bedas E-Bike hadir dengan tujuan agar orang lain tahu bahwa produk sepeda kelistrikan yang berkualitas ada juga di Bandung.

"Saya dan keluarga penyuka sepeda sejak dahulu, dan saya pun di Indonesia mercy. Kesukaan akan sepeda dan pengetahuan soal kenyamanan Mercedes saya satukan. Jadikan sepeda Bedas E-Bike ini,"ulas owner Bedas E-Bike dan Kring Kring ini. 

Banyak orang yang telah membeli merasa puas dengan kualitas listrik dan kemampuan mobilisasinya. Agus menuturkan, jika kondisi sepeda listrik yang beredar banyak di jalan, hanya bisa pas untuk jalan rata. Untuk jalan seperti Lembang atau lainnya, butuh sepeda listrik yang kuat dan tidak rewel, Bedas E-Bike lah sepedanya.

Menurutnya, tidak disarankan mengganti accu dengan merek atau produk yang murah atau dari negara lain. Pasalnya, produk yang lain sering bermasalah. “Pembeli tentu tidak semua paham dengan kondisi sepeda listrik, jika produk yang dibelinya banyak bermasalah, bukannya senang dengan sepedanya, malah kesal,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, kepuasan pelanggan jadi hal utama. Orang tertarik dengan Bedas E-Bike karena memiliki desain yang berbeda dan jarang dimiliki orang lain. Kualitas Bedas E-Bike tak bisa diragukan. Tak heran jika selama ini, pembeli sepeda listrik buatan Bandung ini dari kalangan menengah ke atas. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES