Pemerintahan

Hadiah Kemerdekaan, Pemkab Kukar Siapkan 76 Ribu Hektar Lahan Pertanian

Kamis, 19 Agustus 2021 - 10:40 | 42.56k
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menandatangani MOU. (foto: humas Pemkab Kutai Kartanegara for TIMES Indonesia)
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menandatangani MOU. (foto: humas Pemkab Kutai Kartanegara for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KUTAI KARTANEGARA – Memperingati HUT ke-76 RI, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah memberikan kabar gembira untuk masyarakat yakni, menyiapkan 7600ha lahan yang akan digunakan untuk pertanian.

“76 tahun Indonesia merdeka, target Kukar 7600ha merdeka lahan pangan,” ujar Edi Damansyah saat memberikan sambutan melalui luring dan daring.

Edi mengatakan, program pembukaan ribuan lahan tersebut berkenan dengan program budidaya dan kerjasama pembelian khususnya diawal jagung pipil kering.

“Kita memulai dari jagung Heprida (pipil). Jagung di Kukar perlakuannya mudah dan spesifikasi. Ibaratnya, dihambur saja tumbuh, karena tanah subur. Selain itu pasarnya jelas. Ini juga bagian dari program pengentasan kemiskinan. Dan juga program peningkatan lapangan pekerjaan khususnya dalam pertanian,” jelasnya.

Saat ini program awal akan mulai dijalankan pada zona pertama pematangan. Lokus pertama ini akan dilakukan di Kecamatan Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Muara Kaman.

Dorong Keterlibatan Petani Milenial

Edi berharap bahwa dibukanya ribuan lahan guna ketahanan pangan dapat didukung oleh kelompok dari gerakan petani milenial. Pasalnya, menurut Edi anak muda belum banyak terlibat di dalamnya.

“Mengajak generasi milenia untuk dapat terlibat pada pertanian. Generasi milenial kami harap berada di depan, saat ini 13% usia petani banyak yang berusia lanjut,” ujarnya.

Edi menjelaskan, jika pertanian saat ini sudah mulai berkembang tidak seperti dulu. Saat ini telah menggunakan bermacam teknologi modern.

“Pertanian sekarang sudah identik dengan teknologi dan manajemen. Kami akan ajak generasi milenial untuk terlibat di dalam pertanian.”

Dengan adanya perencanaan yang cukup matang tersebut. Edi sangat optimis bahwa dalam dua tahun mendatang dirinya bersama stakeholder terkait mampu menyelesaikan program tersebut.

“Optimasi dengan konsep yang sistematis dan terukur. Karena saya telah mengunjungi kampung-kampung. Target kami selama dua tahun akan terealisasi,” jelas Bupati Kukar yang memberikan keterangan dengan optimis.

Makna di Balik HUT RI

Edi menyampaikan jika dirinya memperkirakan penyelesaian lahan seluas 7600ha ini selama dua tahun.

Dirinya menyerukan, jika pada momentum HUT ke-76 RI, masyarakat yang berada di Kukar khususnya harus merasakan kemerdekaan dalam pangan.

“Dari target tiga tahun minimal 7600ha bisa diselesaikan selama dua tahun. Sampai hari ini masih ada petani yang terhambat karena tidak ada modal. Sehingga terjerat pada para tengkulak. Mereka belum menikmati dari kemerdekaan ini. Ini yang saya maknai petani belum merdeka. Dari sini kita harus optimis untuk memerdekakan para petani,” seru Edi disambut tepuk tangan meriah.

Adapun perusahaan yang terlibat dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) diantaranya:

PT. Indodiitas Duta Raya, PT. Restu Agropro Jayamas, PT. Pupuk Kalimantan Timur, PT. Petrikimia Kayaku Kab. Kutai Kartanegar, PT Asuransi Central Asia dan PT. BPD Kaltimtara Cabang Tenggarong.

Optimis Membangun Lahan Pertanian di Kukar

Firly Firdauzy menyampaikan bahwa pihaknya beserta Bupati Kukar telah melakukan dan melaksanakan dalam membuat program konkret guna meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kukar.

“Kita lihat bahwa Kukar memiliki lahan yang cukup luas dan ada SDM yaitu petani. Nah bagiamana hal ini kita bisa elaborasi bersama pemerintah Kukar agar dapat bersama-sama menciptakan sebuah komoditas yang pasti dibeli sama market,” ucap Firli sebagai Direktur PT. Indoditas Duta Raya.

Senada dengan Bupati Kukar, Firly juga meyakinkan akan prospek baik pada pertanian jagung pipil. Dirinya menyampaikan, jika pasar jagung ini telah ada, namun stok terbatas. Selain itu, jika prospeknya baik, Firly mengatakan akan ada perputaran uang triliunan rupiah pada usaha tersebut.

“Di mana ada permintaan pasar di situ harus ada kebutuhan pasar. Hal ini yang mengelaborasi pada pemerintah setempat untuk mencari market. Apalagi lahan di Kukar cukup luas. Sehingga bisa di gunakan untuk lokal dan nasional. Jika ini berjalan baik maka kemungkinan uang yang akan berputar pada komoditi ini mencapai 1,5 triliun,” ucapnya dengan semangat. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES