Pemerintahan

Pemkab Bandung Kampanyekan Pengelolaan Mikro DAS

Rabu, 19 Oktober 2022 - 19:35 | 36.99k
Bappelitbangda Kab Bandung menggelar kampanye publik pengelolaan Mikro DAS di Gedong Budaya Soreang, Rabu (19/10/22). (FOTO: Iwa/TIMES Indonesia)
Bappelitbangda Kab Bandung menggelar kampanye publik pengelolaan Mikro DAS di Gedong Budaya Soreang, Rabu (19/10/22). (FOTO: Iwa/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNGPemkab Bandung melalui Badan Perencana Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar kampanye publik pengelolaan mikro daerah aliran sungai (Mikro DAS) di Gedong Budaya Soreang, Rabu (19/10/2022).

Kampanye publik pengelolaan mikro DAS ini dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Bandung H. Agus Firman Zaini yang mewakili Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna.

Advertisement

Agus Firman mengatakan pengelolaan mikro DAS harus menjadi tanggungjawab bersama melalui konsep pentahelix.

Penghargaan.jpgBupati Bandung Dadang Supriatna bersama Kepala Bappelitbangda Kab Bandung menerima Penghargaan (FOTO: Iwa/TIMES Indonesia)

"Jadi, Pengelolaan Mikro DAS ini harus digaungkan menjadi sebuah kesadaran bersama. Bahwa problem ini nyata, di antaranya kerusakan lingkungan, banjir, polisi udara. Hal ini tidak bisa menjadi tanggungjawab sepihak. Kita tak boleh saling menyalahkan," kata Agus Firman usai membuka kampanye publik mikro DAS.

Melalui kegiatan yang diinisiasi Bappelitbangda Kabupaten Bandung, Agus mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama berbuat nyata dan mencari solusi terbaik.

Diharapkan, melalui kampanye publik Mikro DAS ini nantinya ada gerakan yang lebih masif dalam perbaikan lingkungan dan melibatkan semua elemen masyarakat.

Penghargaan-3.jpg

"Kita juga berharap kepada media bisa memberitakan atau menginformasikan kepada masyarakat berkaitan hal ini, dalam upaya menggaungkan kampanye pengelolaan mikro DAS untuk menumbuhkan kesadaran bersama atau kesadaran masyarakat," tutur Agus Firman.

Melalui kegiatan kampanye publik pengelolaan DAS ini diharapkan dapat terwujud lingkungan hidup dan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang berbasis partisipasi masyarakat dan tangguh terhadap bencana.

"Sumber daya alam merupakan salah satu modal pembangunan daerah sebagai penopang sistem kehidupan. Sumber daya alam lestari dapat menjamin tersedianya sumber daya berkelanjutan bagi pembangunan," tandasnya.

Agus Firman mengatakan, salah satu pengelolaan dan penanganan sumber daya dalam mewujudkan perbaikan lingkungan, yaitu dengan pengelolaan dan penanganan DAS.

"Tujuannya untuk menjamin keseimbangan lingkungan serta memberikan manfaat sosial ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung, sehingga kita secara bersama-sama perlu melakukan pengelolaan daerah aliran sungai," jelasnya.

Agus mengatakan Kabupaten Bandung merupakan pelopor kebijakan penanganan dan pengelolaan daerah aliran sungai berbasis mikro di Indonesia.

"Penanganan DAS ini berupa penanganan DAS sebagai unit terkecil dalam upaya mendorong pembangunan untuk mewujudkan keseimbangan dan perbaikan lingkungan," tuturnya.

Agus menyebutkan, kampanye publik pengelolaan mikro DAS ini menjadi salah satu respon terhadap peningkatan aktivitas masyarakat yang mengancam keseimbangan ekosistem lingkungan, karena masih belum maksimalnya pencegahan dan pemeliharaan lingkungan hidup dengan mempertimbangkan aspek kelestarian.

Di sisi lain, sumber daya alam dan lingkungan memiliki daya tampung dan daya dukung yang terbatas.

"Hal ini jika dihadapi dengan ketidakseimbangan aktivitas manusia dan sumber daya alam akan memberikan dampak negatif berupa permasalahan-permasalahan yang akan terjadi seperti semakin berkurangnya cadangan air bersih, meningkatkan polusi udara, meningkatnya bencana alam, meningkatnya suhu permukaan bumi, dan semakin lebarnya tingkat kesenjangan," ungkap Staf Ahli Bidang Ekbang.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi menambahkan, kampanye publik pengelolaan mikro das kali ini merupakan salah satu cara dalam pelaksanaan gerakan pengelolaan mikro DAS yang terencana dengan melibatkan berbagai unsur stakeholder.

"Kampanye publik dilakukan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui sharing session, sehingga dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap kepentingan pengelolaan mikro DAS  di Kabupaten Bandung," jelas Erwin.

Menurutnya kegiatan pengelolaan mikro DS dan ekosistem ini perlu diperhatikan, agar dapat dirasakan manfaatnya secara terus menerus. Salah satu cara yaitu dapat dilakukan melalui imbal jasa lingkungan sebagai alternatif pendanaan dalam rangka konservasi dan pelestarian lingkungan.

Pengelolaan mikro DAS Kabupaten Bandung telah direncanakan sejak tahun 2019 dan memiliki inovasi yang telah dikembangkan oleh Bappelitbangda Kabupaten Bandung yaitu Simpel Bedas.

Inovasi Mikro DAS Pemkab Bandung ini telah mendapatkan penghargaan sebagai inovasi terbaik ketiga dari Gubernur Jawa Barat dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Provinsi Jawa Barat  tahun 2022. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES