Pemerintahan

Masjid Al Jabbar Diresmikan, Ridwan Kamil Ceritakan Sejarahnya

Jumat, 30 Desember 2022 - 14:24 | 29.04k
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memberi sambutan peresmian Masjid Al Jabbar di Jalan Cimincrang, Gedebage, Bandung, Jumat (30/12/2022). (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memberi sambutan peresmian Masjid Al Jabbar di Jalan Cimincrang, Gedebage, Bandung, Jumat (30/12/2022). (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan Masjid Al Jabbar yang berlokasi di Jalan Cimincrang Gedebage, Kota Bandung pada Jumat (30/12/2022).

Prosesi peresmian ditandai secara simbolis dengan memukul bedug masjid yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

Advertisement

Dalam pidatonya Ridwan kamil karib disapa Emil, menyampaikan sejarah berdirinya Masjid Al Jabbar pada 2015 silam sejak dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar seluruh dunia, Emil menyampaikan kepada Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat terdahulu kala itu agar dibuatkan masjid yang bisa mengakomodasi masyarakat Jawa Barat.

“Saya bilang kepada Pak Aher, sebaiknya di zaman Bapak kita ikhtiarkan provinsi Jawa Barat dengan penduduk muslim terbesar sedunia sejumlah 48 juta jiwa harus memiliki Masjid Raya seperti provinsi-provinsi lain. Yang menyesuaikan dengan maqomnya dengan jumlah muslim terbesar,” ungkap Emil.

Masjid-Al-Jabbar-Diresmikan-2.jpgGubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara simbolis memukul bedug meresmikan Masjid Al Jabbar di Jalan Cimincrang, Gedebage, Bandung, Jumat (30/12/2022). (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

Emil menyebut bahwa berawal dari imajinasi Masjid Al Jabbar ini bisa dibangun dan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia secara umum.

Salah satu anugerah terbesar dari Allah adalah imajinasi. Maka kata dia, inspirasi dibangunnya masjid ini datang dari rumus matematika. 

“Maka bisa dilihat dibawah ada sepuluh bentuk kurva di atasnya per dua menjadi lima, lalu di atasnya jadi empat, diatasnya jadi dua, dan di atasnya menjadi satu. Itulah salah satu rumus matematika yang bisa merubah peradaban dunia dengan Al Jabbar,” jelasnya, Jumat (30/12/2022).

Bahkan, Al Jabbar lanjut Emil, adalah Asmaul Husna yang berarti maha perkasa, maha juara, maha memaksa. Sehingga pemberian nama masjid ini sangat cocok.

“Jadi namanya sangat pas, dan sudah takdirnya ternyata Jabar/Jabbar itu sebuah singkatan dari Jawa Barat. Jadi tidak mungkin nama ini dimiliki oleh masjid lain,” imbuhnya. 

Ia juga menjelaskan konsep desain beberapa pintu masjid yang menggambarkan setiap satu pintu adalah satu kota/kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat.

“Jadi ada pintu Cianjur, pintu Kuningan, ada pintu Bogor dan lain sebagainya. Digabungkan dengan ragam hias islami dan batik dari tiap kota/kabupaten masing-masing,” ungkapnya.

Masjid yang dibangun di lahan seluas sekitar 25 hektar ini memiliki kapasitas sekitar 30.000 orang, dengan rincian 10.000 orang di area dalam (indoor) dan 20.000 orang di area plaza.

Masjid-Al-Jabbar-Diresmikan-3.jpgWakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.secara simbolis memukul bedug meresmikan Masjid Al Jabbar Jalan Cimincrang Gedebage Bandung, Jumat (30/12/2022). (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

Selain itu, terdapat 27 pintu yang menyimbolkan 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat yang disimbolkan oleh desain batik setiap Kota dan Kabupatennya.

Di area bawah masjid, terdapat juga museum digital yang berisi materi perjalanan peradaban Islam di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

Dalam peresmian ini juga turut dihadiri sejumlah pejabat kementerian, para kepala daerah, dan juga Wali Kota Bandung. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES