Pemerintahan

Menag RI: Capaian 2022 Bukanlah Akhir, Tahun Depan Tidak Boleh Lebih Rendah

Sabtu, 31 Desember 2022 - 14:38 | 28.79k
Menag Yaqut Cholil Qoumas. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)
Menag Yaqut Cholil Qoumas. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menutup tahun 2022, Kementerian Agama (Kemenag RI) menggelar kegiatan Kaleidoskop Capaian Kinerja Kemenag 2022 yang dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas pada Jumat (30/12/2022) malam.

Selain Menag dan jajaran pejabat, Kakanwil dan Rektor PTKIN dilingkungan Kemenag, hadir juga Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ashabul Kahfi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Diklat Kemenag.

Advertisement

Dalam kegiatan yang digelar di Hotel Mercure Kemayoran Jakarta Pusat dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Balitbang Kemenag, Menag Yaqut menyampaikan capaian yang telah diraih sepanjang 2022 bukanlah akhir dari tugas pelayanan publik.

“Tugas dan tantangan ke depan akan lebih berat karena benchmark sudah tinggi,” kata Menag di hadapan jajaran Kemenag dikutip dari pernyataannya, Sabtu (31/12/2022).

Menag mencontohkan, jika Kemenag melalui kegiatan haji tahun 2022 ini dapat penilaian sangat memuaskan dengan indeks 90,45 berdasarkan hasil survei BPS. Maka kepuasan jemaah haji tahun depan tidak boleh rendah dari capaian tahun ini, dan itu tentu bukan pekerjaan yang mudah.

“Haji tahun depan sesuai komunikasi saya dengan Menteri Haji Arab Saudi, kuota jemaah haji Indonesia 100 persen. Bahkan, bisa lebih kalau kita negosiasi dalam muktamar haji tahun depan. Artinya tantangan akan jauh lebih berat,” tutur pria yang akrab disapa Gus Men.

Menag-2.jpg

Gus Men menegaskan untuk melampaui apa yang sudah dicapai tahun 2022 ini bukanlah pekerjaan yang mudah. “Apa yang ingin disampaikan dalam kaleideskop ini adalah bagian dari syukur kita atas nikmat yang diperoleh. Jangan karena penghargaan ini kita menjadi jumawa dan menyombongkan diri sehingga lupa akan tugas utama memberikan pelayanan kepada publik,” tegas Gus Men.

Gus Men mengingatkan jajarannya, bahwa kementerian ini harus menjadi milik semua agama, serta tempat berkumpulnya semua agama dan kepercayaan. “Kemenag harus  benar-benar mengambarkan cerminan bagaimana Indonesia itu mewadahi semua agama dengan proporsional,” ucapnya.

Secara khusus, Gus Men juga minta Dirjen Bimas Islam untuk mencari solusi untuk meningkatkan gaji penyuluh agama Non PNS yang sebelumnya disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi dalam sambutannya.

Menurutnya, mereka memiliki tugas yang banyak dan tangung jawab yang besar. Sehingga, perlu mendapat penghargaan yang semestinya. “Dirjen Bimas Islam, Sekjen, dan Kepala Biro Perencanaan saya minta untuk memikirkan hal ini,” tandas Menag.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi mengungkapkan Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RIYaqut Cholil Qoumas telah sukses memimpin Kementerian Agama (Kemenag) sepanjang tahun 2022.

“Menurut saya, Kementerian Agama (Kemenag) dibawah kepemimpinan Menag Yaqut sukses memimpin birokrasi Kemenag sepanjang tahun 2022. Pernyataan ini saya kira bukan mengada-ada, kita bisa melihat bahwa implikasi pada tingkat kepuasan layanan publik di Kemenag itu sangat tinggi berada diangka 94 persen,” kata Ashabul Kahfi dalam sambutannya pada kegiatan Kaleidoskop Capaian Kinerja Kemenag 2022, Jumat (30/12/2022).

Meskipun sudah memiliki berbagai prestasi, Ashabul Kahfi mengingatkan hal-hal yang harus diperbaiki diantaranya peningkatan kualitas pendidikan. “Tantangan terbesar menurut saya kedepan yakni peningkatan kualitas pendidikan tapi saya yakin ini sudah ada dalam pikirannya Gus Men bersama jajarannya,” tuturnya

Kedua, lanjut Ashabul Kahfi, perlu ada solusi terkait skema ONH haji. Ia menerangkan subsidi ONH haji di tahun 2022 sudah tidak proporsional lagi. “ONH Rp38 juta subsidinya Rp60 juta. Tetapi lagi-lagi walaupun Rp60 juta, Kemenag RI mau mensubsidi karena ini juga bentuk kepedulian dan perhatian kepada umat untuk berhaji tapi ini perlu dicarikan skema,” imbuhnya.

Terakhir, Ketua Komisi VIII DPR RI menyampaikan keluhan gaji penyuluh agama non PNS yang mendapat Rp1 juta perbulan kepada Menag Yaqut dan jajaran Kemenag. “Nah ini mungkin perlu diperbaiki, memanusiakan insan Kementerian Agama saya kira itu penting, masa ada orang gajinya Rp1 juta sebulan Pak,” tandasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES