Pemerintahan

Mengenal BrantaSae, Aplikasi Untuk Jaga Kelestarian Sungai Brantas Yang Diapresiasi PJT 1

Sabtu, 02 Maret 2024 - 18:18 | 19.62k
Fasilitas perahu yang diberikan oleh PJT 1 untuk pengoperasian BrantaSae. (PJT 1 for TIMES Indonesi)
Fasilitas perahu yang diberikan oleh PJT 1 untuk pengoperasian BrantaSae. (PJT 1 for TIMES Indonesi)

TIMESINDONESIA, MALANG – Upaya untuk menjaga kelestarian sumber daya air seperti sungai menjadi tanggung jawab bersama. Mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, hingga swasta. Agar seluruh pihak bisa berkontribusi dalam menjaga kelestarian sumber air tersebut, maka diluncurkanlah aplikasi BrantaSae.

BrantaSae merupakan platform untuk mengumpulkan data dan informasi terkait Sungai Brantas, seperti data pencemaran baik di sungai, bantaran hingga anak sungai yang bermuara ke Brantas. Publik bisa partisipasi dalam menyampaikan laporan berupa data, informasi, foto, dokumen hingga video melalui aplikasi BrantaSae. 

Aplikasi BrantaSae adalah program hasil kolaborasi Indonesia dengan Belanda melalui Universitas Brawijaya dan Universitas Teknologi Delft (TU Delft) Belanda.

Kepala Sub Divisi Humas dan Informasi Publik Perum Jasa Tirta (PJT) I Yulia Puspitaningroem mengaku sangat mengapresiasi keberadaan aplikasi BrantaSae tersebut. Dia menilai, hadirnya BrantaSae menjadi wujud kepedulian bersama menjaga kelestarian sumber daya air di Sungai Brantas.

"PJT I sangat mendukung program pengembangan aplikasi BrantaSae karena mengelola Sungai Brantas tidak bisa kami lakukan sendiri. Kolaborasi dan kerjasama pentahelix yang melibatkan berbagai unsur seperti pemerintah, akademisi dan masyarakat ini menjadi upaya bersama untuk menjaga kelestarian SDA Sungai Brantas," kata Yulia, Sabtu (2/3/2024).

Ia menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan oleh PJT I untuk menjaga kualitas dan kuantitas SDA di Brantas. "Secara aktual kuantitas debit air telah kami pantau secara online dan realtime dari ruang Command Center menggunakan Smart Water Management System. Dalam pengembangan SWMS juga terdapat fitur SIKUALA atau Sistem Informasi Kualitas Air yang memberikan pelaporan rutin kualitas air di beberapa titik pemantauan serta informasi adanya pencemaran," ungkapnya.

Dengan adanya aplikasi BrantaSae, kata dia, dapat menjadi tambahan data dan informasi untuk pemantauan Sungai Brantas. "Kelebihan dari BrantaSae ada pada proses partisipasi masyarakat untuk mengentri data. Tentunya informasi tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung upaya pelestarian Sungai Brantas yang terus kami lakukan selama ini," jelasnya.

Dalam upaya pemantauan Sungai, khususnya di Kali Surabaya yang merupakan hilir Sungai Brantas, PJT I sejak 2009 telah melakukan kegiatan Patroli Air dengan melibatkan lintas instansi. Dengan konsep susur sungai memantau pencemaran, khususnya dari sektor industri menjadi upaya bersama menjaga kualitas air.

Dukungan bagi TU Delft yang mulai mengoperasikan aplikasi BrantaSae juga diberikan oleh PJT I. Salah satunya dengan memfasilitasi tiga perahu untuk susur sungai dari Pintu Air Gunungsari hingga Desa Cangkir, Driyorejo Gresik.

Proses identifikasi yang juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim, DLH Kota Surabaya, DLH Kabupaten Gresik dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas itu selayaknya kegiatan rutin Patroli Air. Berbagai temuan selama menyusuri Kali Surabaya itu juga menjadi catatan informasi yang diunggah di aplikasi BrantaSae.

Ia berharap, ke depan kerjasama lintas instansi bisa lebih dioptimalkan. "Kami sangat senang dan menyambut baik hadirnya TU Delft dengan aplikasi BrantaSae. Semoga sinergisitas dalam menjaga kelestarian air di Sungai Brantas bisa terus dilakukan dan diupayakan secara bersama," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES