Pemerintahan

Target Tak Sampai, Pemkab Probolinggo Justru Naikkan Target Retribusi Sampah

Minggu, 28 April 2024 - 18:17 | 47.30k
Seorang pemulung sedang memungut sampah di TPS Seboro. (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)
Seorang pemulung sedang memungut sampah di TPS Seboro. (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Retribusi sampah Kabupaten Probolinggo tahun 2023 belum mencapai target. Kendati demikian, pemerintah setempat justru menambah target pendapatan asli daerah (PAD) tersebut lebih besar dari sebelumnya pada tahun ini.

Target PAD yang diberikan pada Dinas Lingkungan Hidup dalam bidang persampahan tahun 2024 ini senilai Rp 2.6 Miliar. Sebelumnya target PAD sebesar Rp 2 Miliar.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengaku belum mencapai dark target PAD retribusi persampahan yakni senilai Rp 2.050.000.000. Capain tersebut hanya mentok pada 80 persen saja dari target.

“Tahun kemarin tidak tercapai. Tahun ini kami naikkan targetnya Rp 550 juta. Jadi, targetnya tahun ini Rp 2,6 miliar,” katanya.

Menurutnya, ada banyak hal yang menyebabkan target tahun kemarin tidak tercapai. Salah satunya adanya pihak yang telah bekerja sama dalam pengangkutan sampah tidak membayar penuh retribusinya.

“Artinya, masih ada piutang. Juga ada yang terlambat bayar, namun tidak banyak. Jadi target tidak bisa tercapai sesuai harapan,” ujarnya.

Selain itu, Dewi juga menyebutkan adanya kerjasama yang tidak sesuai dengan target. Hal ini mengindikasikan bahwa rencana untuk bekerja sama dalam pengangkutan sampah tidak terlaksana. Kesepakatan seharusnya dilakukan pada awal tahun, namun baru bisa diselesaikan pada akhir tahun.

“Rencananya tahun kemarin kami mendapatkan kendaraan hibah dari Kementerian. Hal ini diharapkan dapat membantu operasional pengangkutan sampah, sehingga dapat lebih cepat dan tepat. Namun, nyatanya baru bisa terealisasi pada awal 2024,” ujarnya.

Meski target PAD tahun ini naik lebih dari setengah miliar, Dewi mengaku optimistis bisa mencapainya. Sebab, poin-poin yang sebelumnya menjadi kendala koni sudah diperbaiki.

“Kami sudah rapat bersama Bapak Asisten dan Camat di 24 kecamatan. Nanti kami akan menyisir desa-desa untuk mendorong agar bisa bekerja sama dalam pengelolaan sampah. Khususnya dalam pengangkutan, sebab sejauh ini belum seluruh desa,” katanya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES