Pemerintahan

Bertemu RSAF di Singapura, KSAU Bahas Kerja Sama Pertahanan

Rabu, 15 Mei 2024 - 07:45 | 10.33k
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono (FOTO: tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono (FOTO: tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dijadwalkan bertemu dengan jajaran Republic of Singapore Air Force (RSAF) di Singapura pada Rabu (15/5/2024) untuk membahas rencana kerja sama di bidang pertahanan udara.

Dalam siaran pers resmi yang diterima TNI AU di Jakarta pada Rabu (15/5/2024), Marsekal Tonny telah bertolak ke Singapura dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Selasa (14/5/2024).

Pertemuan tersebut akan melibatkan sejumlah pejabat tinggi angkatan udara Singapura, termasuk Chief of Defence Force Singapore Armed Forces, Vice Admiral Aaron Beng; Chief of Air Force (CAF) Republic Singapore Air Force (RSAF), Brigadier General Kelvin Fan; serta Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen.

Hingga saat ini, hasil pembahasan antara perwakilan kedua negara masih belum dapat dipastikan. Namun, Marsekal Tonny optimistis bahwa kerja sama ini akan membangun hubungan bilateral yang lebih erat antara Indonesia dan Singapura, sekaligus memperkuat pertahanan udara kedua negara dari potensi ancaman asing.

Kerja Sama Pertahanan Udara dengan Prancis

Sebelumnya, TNI AU telah menjalin kerja sama di bidang pertahanan udara dengan jajaran angkatan udara Prancis. Dalam siaran pers yang diterima Jumat (19/4/2024), disebutkan bahwa kerja sama tersebut disepakati melalui forum Air Staf Talk TNI AU dan French Air and Space Force (FASF) yang berlangsung di Yogyakarta pada Kamis (18/4/2024).

Wakil Asisten Operasi (Waasops) KSAU Marsma TNI Untung Suropati menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup bidang latihan, pendidikan, pertukaran pakar (Subject Matter Expert Exchange - SMEE), dan operasi penerbangan.

Delegasi FASF yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Hugues Pichevin menyambut baik skema kerja sama militer tersebut. Program latihan gabungan ini memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk saling bertukar personel, instruktur, dan materi pendidikan.

Selain itu, latihan ini juga memfasilitasi pertukaran tenaga ahli atau spesialis dalam bidang taktik dan alutsista, serta memungkinkan kedua negara saling berbagi pengalaman dan teknik operasi penerbangan dalam menjaga wilayah udara masing-masing.

Dengan adanya pertukaran ilmu dan kerja sama ini, TNI AU berharap kemampuan personelnya semakin berkembang seiring dengan peningkatan kualitas alat utama sistem pertahanan (alutsista). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES