Pemerintahan

Pemprov Jatim Gandeng Unicef dan Unusa Gencarkan Kampanye Atasi Wasting

Rabu, 15 Mei 2024 - 13:51 | 11.00k
Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) untuk deteksi dini wasting secara serentak dengan melibatkan lebih dari 1000 balita se-Provinsi Jawa Timur secara luring di Unusa, Rabu (15/5/2024). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) untuk deteksi dini wasting secara serentak dengan melibatkan lebih dari 1000 balita se-Provinsi Jawa Timur secara luring di Unusa, Rabu (15/5/2024). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggandeng sejumlah lembaga untuk mengampanyekan pemahaman wasting atau gizi buruk guna menekan angka stunting.

Pemprov bersama Unicef, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan organisasi Fatayat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gizi kurang wasting tersebut.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia bertahan di angka 21,5%. Sedangkan prevalensi wasting mengalami kenaikan dari 7,7% di tahun 2022 menjadi 8,5% di tahun 2023.

Arie-Rukmantara.jpgChief Field Office Unicef Surabaya, Arie Rukmantara, Rabu (15/5/2024).(FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Sementara prevalensi wasting di Jatim mengalami sedikit penurunan dari 9,2% pada tahun 2019 menjadi 7,2%  pada tahun 2022 (SSGBI 2019 dan 2022).  

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya dalam mempercepat penurunan angka stunting," terang Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim dr. Waritsah Sukarjiyah saat acara Roadshow "Ayo Cegah dan Obati Wasting Biar Ga Stunting” di Unusa, Rabu (15/5/2024).

Salah satunya, tambah dia, Pemprov Jatim membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi melalui SK Gubernur Jawa Timur No 188/977/KPTS/013/2022. 

Waritsah-Sukarjiyah.jpgKabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim dr. Waritsah Sukarjiyah saat acara Roadshow "Ayo Cegah dan Obati Wasting Biar Ga Stunting” di Unusa, Rabu (15/5/2024). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Tim ini diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jatim. Tim tersebut menjadi penggerak untuk melakukan koordinasi, memastikan kebijakan program penurunan stunting menjadi program prioritas di seluruh dinas dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. 

"Penilaian pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi juga sudah dilakukan sejak tahun 2020 untuk memantau pencapaian pelaksanaan program yang berkontribusi kuat terhadap penurunan angka stunting di Provinsi Jawa Timur," tambahnya.

Sementara dalam Roadshow “Ayo Cegah dan Obati Wasting Biar Ga Stunting” di Unusa, Pemprov Jatim dan Unicef juga melibatkan 101 Ning dari  organisasi wanita di lingkup Fatayat NU. 

Arie Rukmantara selaku Chief Field Office Unicef Surabaya menuturkan, bahwa pemuka agama dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah, mendeteksi dini dan merujuk ketika terpantau wasting pada anak balita di sekitar mereka.
 
Target utama kegiatan roadshow ini adalah para santri, guru dan pengasuh pesantren serta  melibatkan pemerintah daerah Jawa Timur yang meliputi Dinas Kesehatan serta jajaran instansi terkait lainnya. Ada PKK, DP2AKB, BKKBN, Organisasi Wanita di jajaran Nahdlatul Ulama, dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI.

Acara roadshow ini  bertujuan untuk  meningkatkan kesadaran masyarakat tentang wasting atau  kekurangan gizi akut yang meliputi  gizi kurang dan gizi buruk dan meningkatkan partisipasi aktif anggota masyarakat. 

"Khususnya dari organisasi berbasis agama, untuk  berperan aktif dalam deteksi dini dan rujukan tepat waktu bagi anak-anak yang menderita wasting," kata Arie.

Acara ini juga akan menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan fokus pada ibu, pengasuh, dan keluarga. 

"Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi berbasis agama dan  organisasi wanita lingkup oranganisasi agama, seperti Muslimat dan Fatayat NU," ujarnya.

Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi berbasis agama dan  organisasi wanita ini dinilai sangat penting untuk mencegah dan deteksi dini wasting, salah satu bentuk kekurangan gizi pada anak balita yang sangat berbahaya.

Selain menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan lomba khotbah da’i cilik, roadhow ”Ayo Cegah dan Obati Wasting Biar Ga Stunting” juga akan melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) untuk deteksi dini wasting secara serentak dengan melibatkan lebih dari 1000 balita se provinsi Jawa Timur.

Pengukuran LiLA Balita secara serentak ini bertujuan untuk menginspirasi perubahan positif dalam masyarakat termasuk pengasuh untuk dapat berperan aktif dalam melakukan deteksi dini  wasting pada anak balita menggunakan alat sederhana, pita LiLA dirumah. 

Selain itu, akan diadakan lomba khotbah  tausiyah da’i cilik melibatakan murid Raudhatul Atfal (RA) dan Bustanal Athfal (BA)  di  Provinsi Jawa Timur  dengan tema ”Gema Da’i Cilik: Generasi Bebas Wasting.”

Acara diawali dengan seminar dengan pembicara utama dari UNICEF Indonesia Mamadou Ndiaye, Ph.D. - Chief of Nutrition dan Universitas Brawijaya, Dr. Nia Novita Wirawan, Stp, M.Sc, - Ketua Program Studi Magister Ilmu Gizi Universitas Brawijaya dengan tema "Peran Pemuka Agama dan Masyarakat dalam Pencegahan, Deteksi Dini dan Rujukan Kasus  Wasting pada Anak Balita". 

"Butuh satu negara untuk membesarkan anak-anak Indonesia yang luar biasa. Keterlibatan 101 Ning dari organisasi wanita lingkup Fatayat NU Provinsi Jawa Timur, kita membangun fondasi yang kuat bersama-sama tentang pentingnya pencegahan dan deteksi dini wasting,” sambung Arie Rukmantara.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen mengatasi masalah kekurangan gizi dengan target menurunkan prevalensi stunting dan wasting atau gizi kurang dan gizi buruk.

Pemerintah memperluas layanan tata laksana wasting ke seluruh pelosok,  seperti yang dituangkan dalam Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting tahun 2017.

Kemudian Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi/Integrated Management of Acute Malnutrition (PGBT/IMAM). Yakni sebuah  pendekatan berbasis bukti untuk pencegahan dan tata laksana wasting pada anak balita telah dilaksanakan secara nasional di semua provinsi sebagai salah satu intervensi gizi spesifik untuk mempercepat upaya pencegahan stunting.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES