Pemerintahan

Menjelang HUT ke-16 KLU, Bupati Lombok Utara Sampaikan Pencapaian Prestasi

Jumat, 05 Juli 2024 - 16:20 | 28.33k
Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu memberikan keterangan menjelang puncak HUT ke-16 KLU. (Foto: Herry/TIMES Indonesia)
Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu memberikan keterangan menjelang puncak HUT ke-16 KLU. (Foto: Herry/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LOMBOK UTARA – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Utara (KLU) ke-16 yang jatuh pada 21 Juli mendatang, Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu memaparkan sejumlah capaian prestasi yang telah diraih Pemerintah Daerah KLU. 

Sejak dimekarkan pada 21 Juli 2008 dari Kabupaten Lombok Barat. Terdapat sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan oleh pemerintah daerah KLU. Mulai dari peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), menurunkan angka kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, peningkatan infrastruktur dasar, hingga peningakatan sumber keuangan daerah.

"Kini usia KLU sudah masuk 16 tahun, tentu perjalanan pembangunan daerah tidak terlepas dari semangat kebersamaan yang terus kita lakukan secara bertahap menuntaskan sejumlah persoalan daerah," ungkap Bupati pada Jumpa Pers di Aula kantor Bupati setempat, Jumat (5/6/2024)

Ada beberapa indikator pencapaian yang telah diraih pada usia 16 tahun ini. Dari sisi IPM, di antaranya mampu menurunkan angka kemiskinan dari 43 persen lebih menjadi 25 persen lebih, penurunan angka stunting urutan ketiga dari 10 kabupaten/kota di NTB, yang mampu diturunkan dari angka 30 persen menjadi 16 persen. 

Kemudian, kaitan mutu pendidikan mengalami peningkatan, data terakhir mencapai 103 persen dari 97 persen. 

"Tentu ikhtiar kita bersama-sama untuk kemajuan yang sudah kita capai," ucapnya. 

Dari infrastruktur jalan, untuk jalan nasional sepanjang 41 km sudah bagus, yang dikerjakan pemerintah pusat melalui APBN. Penataan ibu kota Tanjung sudah jalur dua, sehingga tinggal difinishing saja. Begitu juga, komplek kantor pemerintahan sudah mulai terlihat setelah dilanda gempa 2018, sehingga pembangunan kantor OPD yang belum tinggal dilanjutkan.

Selain itu, lapangan Tanjung akan diubah menjadi alun-alun sebagai tempat terbuka masyarakat. Sehingga pintu masuk kompleks kantor pemerintahan akan dipermak bagus yang akan segera dilakukan pada tahun ini. 

"Infrastruktur jalan kita dua tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Yang dibiayai oleh dana pusat. Begitu juga, lapangan bola kita pindah ke barat, lapangan yg sekarang kita buat alun-alun," kata Bupati yang segera berakhir masa jabatannya ini. 

Dari sisi keuangan daerah, APBD KLU juga mengalami peningkatan dari angka puluhan miliar, kemudian menjadi ratusan milir, dan sekarang sudah tembus Rp 1 triliun lebih, tentu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) terus ditekankan, begitu juga sumber pendapatan lainnya. 

"Dan sumber pendapatan terbesar masih pada sektor pariwisata," sambungnya.

Dari sejumlah pencapaian itu, terdapat 30 penghargaan yang berhasil diraih. Diharapkan pembangunan pada tahun ini tetap berjalan, dalam suasana pelaksanaan pilkada serentak.

"Atas capaian itu KLU meraih 30 penghargaan dari berbagai bidang," terangnya.

Meskipun berbagai pencapaian yang telah dilakukan. Bupati menyadari masih terdapat target yang belum tercapai yaitu mengeluarkan status KLU sebagai daerah tertinggal. Berdasarkan komunikasi terakhir dengan Kementerian  Desa (Kemendes) lagi sebentar akan keluar, namun meihat situasi kabinet pemerintah pusat segera berakhir menjadi pesimistis. 

"Mudah-mudahan target keluar dari status daerah tertinggal tidak ada kendala. Ada banyak penghargaan kita terima dalam progresif mengeluarkan diri dari status daerah tertinggal tersebut," harapnya.

Kemudian, membangun jalan lingkar utara sepanjang 11 km lebih, yang ditargetkan dapat terbangun pada periode pemerintahannya namun sampai saat ini belum terlaksana. Pihaknya sudah berupaya melobi pemerintah pusat dan sudah dihitung dana yang harus dihabiskan mencapai Rp 700 miliar, sehingga sempat membuat skema tahapan realisasi, yang awal ditargetkan tahun ini dimulai sebesar Rp 61 miliar namun ternyata urung direalisasikan.

"Mudahan kedepan, komunikasi dengan Bappenas dan Kementerian PUPR tetap terbangun," imbuhnya Bupati dua periode ini.

Kemudian, jalan status kabupaten dan jalan berstatus strategis memang masih banyak belum mantap mencapai 237 km lebih, terbanyak di Kecamatan Bayan. Tentu dengan keterbatasan anggaran daerah juga menjadi kendala, sehingga harus dilakukan secara bertahap. 

"Memang betul jalan kabupaten dan jalan desa masih banyak yang rusak sehingga kita harus realisasikan secara bertahap melalui APBD," ungkapnya. 

Kemudian, pascagempa 2018 masih tersisa sekitar 1000 KK yang belum mendapatkan rumah tahan gempa (RTG), telah diupayakan melobi BNPB, namun sampai saat ini belum terealisasi, sehingga solusi yang harus dilakukan menganggarkan kembali rumah tidak layak huni (RTLH) melalui APBD.

"Kita akan memprogramkan kembali RTLH untuk mengkaper yang belum dapat RTG melalui APBD," katanya.

Ditambahkan, Kepala Dinas PUPR KLU, Kahar Rizal menyatakan, progres jalan nasional pada segmen 2 dan 3 sudah 100 persen, untuk segmen 1 yang di pusat ibu kota masih berprogres 90 persen, tinggal finishing pemantapan saja. 

Sementara pada titik Dusun Lekok akan dikerjakan pada tahap berikutnya oleh Balai Jalan Nasional. Untuk pencapaian jalan kabupaten sudah mencapai 80 persen mantap, tinggal menekankan peningkatan jalan transdes yang masih terbilang belum tuntas sehingga menjadi protes masyarakat.

"Sedangkan, jalan lingkar utara sudah 10 kali bolak-balik ke pusat menanyakan progres penganggarannya, namun ada kendala kebijakan politik nasional sehingga anggaran Rp 61 miliar kemarin dialihkan ke daerah lain," terangnya.

Terkait status daerah tertinggal, sesuai penjelasan dari Kemendes secara lisan, KLU segera keluar status daerah tertinggal pada tahun 2025, dan paling cepat akhir tahun 2024.

"Ini masih bersifat lisan, belum secara tertulis," katanya.

Sementara itu, Kepala Bapenda KLU, Ainal Yakin menyatakan, target PAD terus ditekan dengan berbagai inovasi supaya mengalami peningkatan, dengan PAD semakin meningkat maka pembagunan daerah semakin meningkat pula.

"Peningkatan PAD tetap kita tekan terus sesuai potensi sumber pendapatan daerah yang ada," tegas Kepala Bapenda Kabupaten Lombok Utara. (*)
 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES