Pendidikan

Sambut Baik Sosialisasi INAYES, Kepsek SMAN 66 Jakarta: Hati-hati Bermedia Sosial

Kamis, 25 Agustus 2022 - 18:12 | 35.66k
Kepala Sekolah SMAN 66 Jakarta Deny Boy bersama Wagub Ahmad Riza Patria. (FOTO: Ramli/TIMES Indonesia)
Kepala Sekolah SMAN 66 Jakarta Deny Boy bersama Wagub Ahmad Riza Patria. (FOTO: Ramli/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Sekolah SMAN 66 Jakarta, Deny Boy menyambut baik program sosialisasi penggunaan media sosial dan game online bagi pelajar yang diselenggarakan INAYES (Indonesia Youth Economic Society) bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Menurut saya program tersebut sangat baik yaitu mensosialisasikan penggunaan media sosial yang akhir-akhir ini banyak yang negatif," ucap Deny Boy kepada TIMES Indonesia, di SMAN 66 Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Advertisement

Menurut pria yang akrab dan dekat dengan siswa-siswinya ini, sosialisasi tersebut dianggap perlu bagi peserta didiknya karena pihaknya bukan orang-orang yang ahli dalam menyampaikan hal tersebut kepada murid-muridnya.

Deny-Boy.jpgKepala Sekolah SMAN 66 Jakarta Deny Boy saat diwawancara TIMES Indonesia. (FOTO: Ramli/TIMES Indonesia)

Deny Boy mengungkapkan, meski sekolah bukan ahlinya dalam hal tersebut, dirinya bersama dewan guru lainnya dalam berbagai kesempatan termasuk kegiatan ekstrakurikuler tetap mengingatkan bahaya dari media sosial tersebut.

"Hati-hati nak bermedia sosial, sekarang jari itu bisa menjadi resiko buat kalian," ungkap Deny Boy saat memberikan pesan dalam bermedia sosial kepada anak didiknya di berbagai kesempatan.

Pria yang baru menjabat sebagai Kepala Sekolah sekitar 1 tahun ini juga menjelaskan bahwa anak-anak sekarang tidak bisa dilarang, karena saat dilarang, para pelajar yang menimba ilmu di Jalan Bango 3 ini akan lebih mencari tahu lagi.

Kegiatan-sosialisasi-bijak-bermedia-sosial.jpgKegiatan sosialisasi bijak bermedia sosial. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

"Karakter anak, jika dilarang dia akan mencari langkah di belakang kita. Sebaiknya disampaikan risikonya sehingga pengawasan ada dalam diri mereka masing-masing," jelasnya.

"Kalau kita jadi 'polisi' untuk hal itu, capek, karena kita akan dibohongi, di belakang kita, anak-anak tetap melakukan (penggunaan media sosial) karena rasa ingin tahunya lebih tinggi. Tetapi kalau kita sampaikan risiko-risikonya berulang kali insyaallah anak-anak akan paham," sambungnya.

Deny Boy berharap kegiatan yang diselenggarakan INAYES bersama Pemprov DKI Jakarta ini dapat membuat siswa-siswi lebih paham batasan bermain game online maupun sosial media. "Serta 100 siswa-siswi kelas X, XI dan XII yang mengikuti kegiatan INAYES Goes to School bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta ini dapat disebarluaskan keseluruhan teman-temannya," tandas Kepala Sekolah SMAN 66 Jakarta, Deny Boy. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES