Pendidikan

UIN Maliki Malang Bersiap Alih Status PTN-BH

Rabu, 07 September 2022 - 23:25 | 27.49k
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang). (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang). (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANGUIN Maliki Malang mengadakan focus group discussion yang bertemakan Rancang Strategi Arah Kebijakan PTKIN menuju PTN-BH unggul bereputasi internasional, Rabu (7/9/2022). Acara dihadiri Ditjen Dikti-Ristek Kemendikbud RI Dr. Lukman St., M. Hum.

Lukman mengajak UIN Maliki Malang untuk bersemangat menjadi pelopor PTKIN pertama yakni PTN-BH. Hal ini merupakan keinginan pemerintah supaya tiap PTN bisa mandiri secara otonom baik sektor akademik maupun non-akademik. Maka hal ini akan mengurangi beban pemerintah karena Perguruan Tinggi memiliki legalitas badan hukum secara mandiri. 

Advertisement

"Idealnya PTN-BH yang baik itu harus mandiri dan biaya kuliah semakin murah," kata Lukman.

 Lukman menjelaskan jika syarat kampus untuk menjadi PTN-BH ada lima, yakni menjalankan tridharma yang bermutu, punya tata kelola yang baik, menjalankan tanggung jawab sosial, serta ikut berperan dalam pembangunan perekonomian lokal maupun nasional. Selain itu, juga terdapat empat tahapan sebelum menuju PTN-BH yakni PTN B, PTN Satker, PTN BLU, lalu barulah PTN-BH. 

Mengenai PTN-BH saat ini sudah ada sebanyak 16 kampus berstatus PTN-BH. Kesiapan UIN Maliki Malang sudah dimulai sejak akreditasi A, penyediaan sarana dan prasarana, dan pembangunan kampus III MIPA serta Fakultas Kedokteran di Batu.

Tidak hanya itu, UIN Maliki Malang juga menyiapkan SDM yang baik dalam menuju kampus unggul bereputasi internasional. Di tahun ini UIN Maliki Malang juga mendapatkan penghargaan dari BPK kategori pengelolaan BLU terbaik. 

"Semoga dengan segala persiapan yang dilakukan UIN Maliki Malang bisa segera beralih statusnya dari Satker BLU menjadi PTN-BH pertama di PTKIN," kata Prof Zainuddin,  Rektor UIN Maliki Malang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES