Pendidikan

Luar Biasa, Buku Karya Dosen UNPAS Bandung Terpilih Hiasi Perpustakaan Kongres AS

Jumat, 07 Oktober 2022 - 12:47 | 39.33k
Dosen Prodi Administrasi Publik Fisip, Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung, Dr. Imas Sumiati, M.Si. (Foto: Universitas Pasundan)
Dosen Prodi Administrasi Publik Fisip, Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung, Dr. Imas Sumiati, M.Si. (Foto: Universitas Pasundan)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Buku karya ilmiah dari Dosen Prodi Administrasi Publik FISIP Universitas Pasundan atau UNPAS Bandung, Dr. Imas Sumiati, M.Si, diapresiasi Kongres AS (Amerika Serikat) untuk disimpan di Library of Congress,Washington DC, AS.

Buku dari hasil penelitian disertasinya itu berjudul ‘Koordinasi Antar Lembaga Pengelola Transportasi Publik di Kota Bandung’.

Advertisement

Menurut Dosen Prodi Administrasi Publik FISIP UNPAS Bandung, Dr. Imas Sumiati, karya ilmiahnya itu didasari atas keresahannya terhadap kemacetan di Kota Bandung. Permasalahan itu kemudian menjadi pemantik disertasinya yang berkaitan dengan transportasi publik di Bandung.

"Jadi, dulu itu trigger-nya dari kemacetan. Sehingga, apa yang harus saya lakukan, kontribusi positif saya ketika saya jadi Doktor dulu. Lalu dulu muncul ide tentang transportasi massal untuk publik yang ramah lingkungan dan tidak terlalu mahal. Itu awalnya," ucapnya.

Pada 2013 ia pun melakukan riset di Trans Metro Bandung sampai mendapatkan data terkait titik-titik kemacetan di Kota Bandung.

"Akhirnya saya mendapatkan 7 titik kemacetan di Bandung seperti di Alun-alun, Jalan Dewi Sartika, Asia Afrika dan lainnya," jelasnya saat ditemui TIMES Indonesia beberapa waktu lalu di kampus UNPAS, Jalan Lengkong Besar, Bandung.

FISIP-UNPAS.jpgDosen Prodi Administrasi Publik FISIP, Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung, Dr. Imas Sumiati, M.Si, bersama mahasiswinya di rooftop UNPAS. (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

Dari ketujuh titik itu, ia kemudian melakukan riset lanjutan. Sehingga, muncul teori novelty yakni unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian dari disertasi miliknya. Dari situlah ia kemudian berkonsultasi dengan seorang profesor terkait koordinasi lintas fungsi, cikal bakal lahirnya buku yang kini diapresiasi Kongres Amerika Serikat.

"Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya dipilihlah koordinasi lintas fungsi. Sehingga dari novelty itu, jadi akhirnya saya melahirkan teori Koordinasi Lintas Fungsi. Sebab, dalam transportasi itu dibutuhkan lembaga-lembaga yang saling terkait. Dari situlah mereka membutuhkan koordinasi lintas fungsi," jelas Dr. Imas yang juga aktif sebagai Dewan Pakar di PDPI Jawa Barat.

Hingga pada 17 Juni 2022 lalu, buku dari hasil penelitian disertasinya itu terpilih dan mendapat apresiasi dari Kongres Amerika Serikat untuk disimpan di Library of Congress (Perpustakaan Kongres Amerika Serikat) di Washington DC.

Sebelumnya ia tidak pernah menyangka buku hasil penelitian disertasinya bakal diminta dan disimpan di Perpustakaan Kongres Amerika Serikat, sebagai bahan rujukan bagi para peneliti di seluruh dunia.

Imas-Sumiati-unpas-2.jpgKampus FISIP Universitas Pasundan, Jalan Lengkong Besar, Bandung. (Foto: Universitas Pasundan)

Sebagai pengarang buku, dirinya pun memberikan izin agar bukunya bisa disimpan di sana dan bisa bermanfaat bagi akademisi dan peneliti di seluruh dunia. Bahkan, tak diduga, ia diundang untuk menghadiri kedatangan dari Kongres Amerika.

Mungkin mereka melihat dari situs UNPAS, karena yang mencetak buku saya juga dari Lemlit (Lembaga Penelitian) UNPAS. Selanjutnya, Kongres Amerika Serikat meminta buku saya untuk dibawa ke sana dan disimpan di perpustakaan. Buku itu menjadi referensi para peneliti di dunia," ungkapnya.

Menurutnya, hal ini menjadi prestasi yang sangat luar biasa. Karya ilmiahnya bisa bermanfaat bagi dunia terutama untuk kalangan akademisi.

Ketertarikan Kongres Amerika Serikat terhadap buku disertasinya diakui Dr. Imas karena kemungkinan besar dalam karya ilmiahnya memuat sebuah local wisdom dari Kota Bandung. Terlebih, Bandung itu berbeda dengan kota kabupaten lain yang berada di Indonesia.

"Secara spesifik saya juga tidak tahu kenapa mereka bisa sampai tertarik. Tapi mungkin disertasi saya ini isinya berkaitan tentang local wisdom Bandung. Selanjutnya mungkin karena di situ terdapat titik-titik sentralnya Bandung," ungkap Dr. Imas Sumiati di kampus UNPAS Bandung, Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES