Pendidikan

Usung Tema Tragedi Kanjuruhan, Tiga Siswi SMPK Kalam Kudus Malang Juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris 

Kamis, 27 Oktober 2022 - 10:39 | 54.09k
Tiga siswi kelas 9 SMPK Kalam Kudus Malang, Isabella D'Angela Alexander, Alicia Hariara Sianturi, dan Gabriela Sonya Santoso meraih juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris. (foto: dok SMPK Kalam Kudus)
Tiga siswi kelas 9 SMPK Kalam Kudus Malang, Isabella D'Angela Alexander, Alicia Hariara Sianturi, dan Gabriela Sonya Santoso meraih juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris. (foto: dok SMPK Kalam Kudus)

TIMESINDONESIA, MALANG – Tiga siswi kelas 9 SMPK Kalam Kudus Malang, Isabella D'Angela Alexander, Alicia Hariara Sianturi, dan Gabriela Sonya Santoso berhasil merebut juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris di sekolahnya. Mereka mampu meyakinkan dewan juri hingga grand final yang mengusung isu tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 135 suporter.

Dalam lomba tersebut, tim yang digawangi Isabella dinilai mampu menaklukkan setiap babak. Baik dari kemampuan bahasa Inggrisnya,  public speaking atau kemampuan komunikasi publik, maupun argumentasinya yang didukung literasi.

Advertisement

Menurut Isabella, mewakili timnya,
puncaknya pada sesi grandfinal. Mereka menunjukkan argumentasi dalam bahasa Inggris terkait siapa yang bertanggungjawab atas tragedi tewasnya ratusan suporter dalam laga Arema FC melawan Persebaya 1 Oktober 2022 lalu.

Isabella dan tim meyakinkan juri, bahwa dalam tragedi tersebut ada banyak elemen yang harus bertanggungjawab, tidak hanya polisi tapi juga penyelanggara pertandingan dan unsur terkait lainnya.

"Kami sampaikan literasi sebagai data dan fakta untuk mempertahankan argumentasi kami di depan juri," tambah Isabella.

SMP-Kalam-Kudus-2.jpgTiga siswi kelas 9 SMPK Kalam Kudus Malang, Isabella D'Angela Alexander, Alicia Hariara Sianturi, dan Gabriela Sonya Santoso merebut juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris dengan mengangkat tema tragedi Stadion Kanjuruhan. (foto: dok SMPK Kalam Kudus Malang)

Sebelum juara di grandfinal, ketiga gadis mileneal itu lolos di tiga babak sebelumnya. Pertama di babak penyisihan I yang mengusung judul
"Should The Society Ban or Restrict The Sale and The Play of Video Games? 

Lalu mereka lolos lagi terdepan dalam babak penyisihan II, dengan judul
"Education Abroad Has a Higher Quality Than Education Indonesia".

Di babak penyisihan II ini, ketiganya kompak dan saling menguatkan argumentasi bahwa pendidikan di luar negeri memiliki keunggulan di bandingkan di Indonesia dari berbagai tolak ukur. Yakni unggul dalam infrastruktur, kurikulum, kualitas guru, dan biaya yang relatif terjangkau oleh masyarakatnya.  

"Kami menyampaikan data dan fakta dari berbagai sumber,," tambah Alicia.

Setelah berhasil lolos di debat penyisihan II, mereka  mampu menaklukan babak
semifinal dengan judul : "Children Under The Age 7 Should be Allowed To Use Cellphones/Gadgets".

Yang luar biasa, di babak grandfinal mereka berhasil mengumpulkan poin tertinggi di antara peserta debat lainnya, dengan judul

"Police Should Take full Responsible for The Death of About 135 Aremania".
Untuk diketahui, tim Isabella di tahun sebelumnya juga juara 1 dalam lomba debat serupa di sekolahnya. 

Lomba ini ditujukan agar siswa mampu memiliki kompetensi bahasa Inggris aktif sekaligus berani menyampaikan argumentasi dengan rasional, logis, dan disertai dengan literasi yang kuat. Sehingga mereka juga mampu memiliki kepekaan sosial dan solutif, bertanggungjawab dengan pendapatnya terkait  situasi kondisi sosial yang terjadi di lingkungannya.  

Lomba juga diikuti oleh segenap siswa kelas 9 SMPK Kalam Kudus Malang dari berbagai cabang di Malang Raya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES