Pendidikan

Tim Doktor Mengabdi UB Membantu Petani Desa Ngadirejo Meningkatkan Nilai Tambah Kopi melalui BUMDesa

Kamis, 17 November 2022 - 16:02 | 18.13k
Pelaksanaan Kegiatan Doktor Mengabdi di Balai Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Pelaksanaan Kegiatan Doktor Mengabdi di Balai Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

TIMESINDONESIA, MALANGKopi telah menjadi produk primadona di setiap penjuru nusantara, namun ada yang khas pada kopi Ngadirejo. Kawasan yang terletak di lereng Bromo menjadikan kopi Ngadirejo memiliki identitas sebagai kopi rakyat yang mampu memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ketua Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Malang, Prof. Devanto menjelaskan, persoalannya, masih ada petani kopi Ngadirejo yang belum tahu bagaimana cara memasarkan dengan harga yang layak di level petani. Termasuk kriteria kopi yang layak petik. Terkadang masih ada petani memetik buah kopi cherry yang masih berwarna hijau yang mestinya perlu menunggu hingga berwarna merah kehitaman untuk dipetik.

Advertisement

Hal ini dikeranakan kebutuhan ekonomi yang mendesak yang mengharuskan mereka menjual lebih cepat tanpa memperhitungkan margin yang hilang. Termasuk pentingnya cara pemeliharaan, pengolahan hingga pemarasan kopi yang tepat sasaran.

Bahtiar Fitanto, anggota tim DM, menjelaskan bahwa tim DM menjajaki kawasan kopi Desa Ngadirejo untuk menggagas BUMDesa yang salah satu tugasnya membantu meningkatkan nilai tambah komoditas kopi: mulai dari pembibitan, budidaya, pangolahan, penyeduhan kopi dan pemasaran.

Tim DM mengenalkan beberapa kriteria bibit dan buat kopi yang layak petik, alat-alat pengolahan dan penyeduhan, termasuk cara pengolahannya. Selain itu dengan adanya BUMDesa yang akan terbentuk, dapat menjamin petani kopi yang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga tidak lagi menjual kopi yang belum siap petik atau berwarna hijau. Selain itu dalam hal budidaya, diupayakan petani dapat melakukan pembibitan secara mandiri sehingga bibit kopi tidak perlu membeli, secara biaya juga lebih efisien.

Doktor-Mengabdi-6.jpgMonitoring dan Evaluasi Lapangan DM.

Moh. Athoilah dan Medea Ramadhani Utomo, yang juga merupakan anggota tim DM menegaskan, bahwa dengan adanya BUMDes diupayakan buah kopi yang dijual per kg 25.000, dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi karena sudah dijual dalam bentuk green bean hingga seharga Rp.40.000 per 4 ons. Harga kopi tersebut masih bisa ditingkatkan jika dijual dalam bentuk roastbean hingga Rp 62.000 per 4 ons. Tidak berhenti di tahap itu, roastbean masih bisa dinaikkan jika dijual dam bentuk bubuk kopi yang siap diseduh dengan harga Rp. 25.000 per ons. Termasuk bagaimana cara penyeduhan kopi yang modern mulai dari penyeduhan kopi tubruk, filter, japanese, vietnam drip, espresso, kopi soda, hingga kopi latte art. Upaya-upaya teresebut dilakukan guna meningkatkan kreatifitas masyarakat lokal dalam mengelola kopi, hingga mampu meningkatkan pendapaan dari potensi kopi Ngadirejo.

Kegiatan Hibah Doktor Mengabdi (DM) merupakan program hibah kompetitif di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dikoordinasikan oleh LPPM UB dan dilakukan oleh para civitas akademika di Universitas Brawijaya dengan melibatkan dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. Harapannya dengan adanya kegiatan DM, universitas melalui seluruh civitas akademiknya mampu membantu masyarakat dalam menyelesaikan membantu mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di sekitar mereka. (*)

Pewarta: Medea R. Utomo

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES