Pendidikan

Raih Dana Riset, Mahasiswa ITB Ini Berbagi Rahasia Keberhasilannya

Senin, 12 Desember 2022 - 15:00 | 27.16k
Jennifer Kiem memaparkan kunci keberhasilan dapatkan dana riset dari Nutrifood kepada undangan yang hadir (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)
Jennifer Kiem memaparkan kunci keberhasilan dapatkan dana riset dari Nutrifood kepada undangan yang hadir (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Jennifer Kiem, seorang mahasiswi S2 Institut Teknologi Bandung (ITB) telah berhasil mendapatkan penghargaan atas kerja kerasnya dalam lomba proposal riset dari Nutrifood.

"Dengan keterbatasan dana yang saya pribadi miliki dan keinginan untuk melakukan riset terus ada, akhirnya, satu-satunya cara saya harus mendapatkan sokongan pendanaan dari perusahaan;" tutur Jennifer.

Advertisement

Ia mengaku selama ini tak terbayangkan sebelumnya dari mana duit yang dia inginkan itu berasal. "Selama ini, saya kuliah pun atas usaha sendiri. Ini berarti jika saya ingin melakukan riset dengan dana yang tidak sedikit, saya harus berupaya lebih," sahut Jennifer. 

"Tak lama berselang, Kaprodi melalui grup Whats App (WA) menginformasikan perihal lomba proposal penelitian ini dan saya meresponsnya serta membuat pengajuan proposal penelitian untuk bertanding di event tersebut, " ujar Jennifer Kiem, di Nutrihub, Bandung (11/12/2022).

Jennifer memaparkan, proses yang dilaluinya cukup panjang. "Saya memulai riset sejak lomba diinfokan, sekitar Januari dan Februari 2022 dan baru saya dapatkan hasilnya di Desember ini," ulasnya, 

Menurutnya, bagi yang tidak sabar dan tidak menikmati prosesnya, maka bergelut di bidang penelitian ini akan sulit.

"Penelitian seperti ini, butuh visi dan goals pribadi yang jelas. Apakah cukup suka tidak dengan proses yang harus dilalui kita lalui. Apakah kita mampu menjalani tahap demi tahap pengerjaannya. Riset itu bukan hal yang cepat jadi, ia butuh ketekunan dan kesabaran," ulas Jennifer yang lulusan strata 1 Biologi ITB ini.

Ia pun harus berproses panjang agar bisa mendapatkan hasil seperti ini. Sistem penilaian pada lomba pengajuan proposal penelitian, ada beberapa tahap. "Sebelum jadi proposal, penilaian presentasi saya dilakukan dengan pra proposal dulu," tutur Jennifer mengenang proses awal pengajuan. 

Dirinya mengaku, mengikuti lomba ini karena ada pembiayaan bagi yang berhasil memberikan proposal terbaik.

"Nilainya cukup besar, dengan kisaran maksimal sebesar Rp50 juta. Sudah terbayang, untuk tahap awal, dana sebesar itu bisa membantu langkah saya dalam meriset produk yang saya inginkan," tuturnya. 

Jennifer pun mengatakan, pemenang lomba tidak serta merta mendapatkan full pendanaan langsung. Ada MOU yang harus kami penuhi agar dana dari Nutrifood itu turun," jelas Jennifer. 

"Pertama, tidak semua pemenang disetujui untuk mendapat dana maksimal sebesar 50 juta tadi. Karena, akan dinilai berdasar kebutuhan dan penjuriannya. "Waktu penjurian, pengajuan proposal, butuhnya apa saja dan berapa, nanti dari nutrifood yang akan menilainya," ujarnya. 

Jennifer mengatakan, ada beberapa tahapan riset proposal. Pertama, tahapan awal, tahapan pemaparan ide. Setelah pemaparan ide lolos, maka akan berlanjut ke tahap praproposal dimana pemaparannya lebih rinci dari proposal tersebut. 

"Tahapannya harus seperti apa, metodenya pun akan dilihat. Berikutnya adalah proposal, di dalamnya ada lebih spesifik salah satunya di timeline metode, biayanya berapa, keperluannya untuk apa saja. Nah itu harus ditulis dalam proposal," papar Jennifer. 

Mengenai riset, lanjutnya, ia masih berupa basic riset. Kalau sampai ke hilirisasi industri yang berkaitan dengan kesehatan untuk menjadi produk itu masih perlu tahap panjang karena produk yang nanti dia buat harapannya berbentuk seperti jeli. 

"Karena kebutuhan per produk yang diajukan berbeda, berbeda pulu penyetujuan dari juri atas setiap proposal penelitian dari para pengajuan. Lima puluh juta bisa dibilang belum mencukupi atas kebutuhan riset per satuan produk tetapi angka tersebut sangat memudahkan di awal bagi saya untuk melangkah ke tahap berikutnya," tuturnya.

Saat ditanya, apakah dana langsung ditransfer kepada peserta yang menang, Jennifer pun menjelaskan bahwa berkaitan dengan dana yang diperolehnya dari Nutrifood, memang tidak sekaligus diberikan kepada Jennifer. "Tapi per termin seiring dengan pengajuan saya lewat proposal yang saya ajukan," kata Jennifer.

"Ini berarti pelaksanaan perealisasian dana, harus seperti yang diajukan, dan perusahaan pemberi dana, akan memantau seiring aktivitas yang kita lakukan berdasarkan proposal yang telah dikirimkan dan disetujui," terangnya.

Ia mengaku, butuh proses tidak sedikit dan biaya penelitian untuk produk kesehatan itu mahal sekali. Karena itu, fokusnya pada proses awal saja dulu dan dana yang didapat pun sebetulnya masih perlu ditambah.

 Pasalnya, beli alat tes kesehatan untuk yang sekarang dibutuhkan saja sudah Rp15 juta, belum ditambah yang lain."Saya tetap bersyukur dengan adanya dukungan pendanaan dari Nutrifood ini bisa membantu tahap awal merealisasikan apa yang saya inginkan," ujarnya

Jennifer pun memaparkan bahwa "Syarat untuk bisa mencapai seperti apa yang saya dapat sekarang, perlu tahapan. Harus punya tujuan atas apa yang mau kita risetkan. Tujuan yang jelas bisa membantu api motivasi tetap berkobar," jelas Jennifer.

"Selanjutnya, senangi proses dan tahapannya. Jangan ingin cepat berhasil. Karena buru buru itu bisa jadi pemicu stres bila ada kegagalan di tengah jalan," terang mahasiswi S2 ITB ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES