Pendidikan

Prof Zulkarnain Jadi Guru Besar UIN Fatmawati Sukarno, Yandri Susanto: Beliau Sosok Inspirasi

Rabu, 28 Desember 2022 - 16:34 | 50.83k
Wakil Ketua MPR RI Yandri Sutanto bersama Prof Zulkarnain Dali usai acara pengukuhan Guru Besar UIN Fatmawati Sukarno. (Foto: dok MPR RI)
Wakil Ketua MPR RI Yandri Sutanto bersama Prof Zulkarnain Dali usai acara pengukuhan Guru Besar UIN Fatmawati Sukarno. (Foto: dok MPR RI)

TIMESINDONESIA, BENGKULU – “Kalau membaca sejarah Prof. Dr. KH. Zulkarnain Dali MPd, sejatinya Beliau pejuang yang luar biasa,” ujar Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto.

“Untuk itu saya berharap sejarah hidup yang ada perlu dibagi-bagikan kepada anak-anak Bengkulu,” tambahnya.

Advertisement

Ungkapan demikian disampaikan saat dirinya memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Prof. Zulkarnain sebagai Guru Besar UIN Fatmawati Sukarno.

Acara yang digelar di salah satu Aula UIN Fatmawati Sukarno, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, 27 Desember 2022, itu sangat istimewa.

Selain Yandri Susanto, hadir dalam acara itu, Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, Sekjen Kementerian Agama Prof. Dr. H. Nizar MAg, anggota MPR/DPR dari Dapil Bengkulu dari Partai Golkar Mohammad Saleh SE, anggota MPR/DPD dari Provinsi Bengkulu Ahmad Kanedi, civitas akademika UIN Fatmawati, serta berbagai undangan dari pejabat daerah hingga masyarakat luas.

Yandri Susanto menyebut Prof. Zulkarnain orang yang hebat. Dari anak petani yang bila belajar dan bekerja sungguh-sungguh ternyata selalu ada cara dan peluang yang terbuka luas untuk menjadi orang hebat.

“Dan Prof. Zulkarnain telah membuktikan,” tuturnya. Dirinya merasa bangga bisa menjdi saksi sejarah menyaksikan orang Bengkulu menjadi guru besar.

Sebagai putra Bengkulu, Yandri Susanto mengungkap pelan-pelan Provinsi Bengkulu mulai mensejajarkan diri dengan provinsi lain. Disebut dunia pendidikan di provinsi ini sudah meningkat. Dunia pendidikan menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu sebagai kunci. Sehebat apapun manusia kalau tidak mempunyai ilmu pengetahuan dan akhlak, hidupnya tidak mulia.

Untuk itu dirinya bersepakat dengan orasi ilmiah Prof. Zulkaarnain bahwa pendidikan dan pondok pesantren mempunyai peran penting di masyarakat. “Dalam orasi ilmiah, Prof. Zulkarnain mengupas tentang tantangan masa depan pesantren,,” tuturnya. Menurut Yandri bila umat Islam pendidikannya maju maka sejatinya ia akan ikut merawat Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Namun kalau umat Islam terpinggirkan karena tidak memiliki ilmu pengetahuan maka pelan-pelan akan terlilit dengan kebodohan dan kemiskinan. Untuk itu pengukuhan Prof. Zulkarnain sebagai guru bessar menjadi inspirasi bagi masyarakat Bengkulu.  “Menjadi penyemangat kami,” tuturnya.

Pria asal Bengkulu Selatan itu menyebut sesungguhnya Bengkulu mempunyai potensi besar untuk maju. Diungkapkan, pemberangkatan haji dari jamaah asal Bengkulu sebenarnya bisa langsung dari Bandar Udara Fatmawati Sukarno. “Tidak perlu ke Padang,” ujarnya.

Untuk menuju keinginan tersebut, Yandri Susanto mendorong agar Pemerintah Provinsi Bengkulu, Angkasa Pura, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Agama membahas apa-apa yang perlu dilakukan seperti bagaimana bandar udara yang ada memenuhi standar penerbangan haji. “Saya siap mendukung rencana itu,” tegasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES