Pendidikan

Letusan Gunung Ijen Purba Bondowoso Melahirkan 22 Anak Gunung, Berikut Daftarnya

Rabu, 18 Oktober 2023 - 16:39 | 51.26k
Pegunungan di kawasan Ijen yang dihasilkan proses alam yakni ledakan Gunung Ijen Purba (FOTO: PHIG for TIMES Indonesia)
Pegunungan di kawasan Ijen yang dihasilkan proses alam yakni ledakan Gunung Ijen Purba (FOTO: PHIG for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Keberadaan pegunungan di Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso yang tampak indah diawali proses alam yang tidak sebentar.

Misalnya Gunung Anyar dan Gunung Suket yang sempat menjadi perbincangan saat bencana banjir tiga tahun lalu.

Selain itu, tentu gunung Ijen yang terkenal dengan fenomena alam blue fire juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses vulkanisme ratusan ribu tahun lalu.

Awalnya, Ijen adalah sebuah gunung tua  yang dikenal dengan Gunung Ijen Purba.

Gunung Ijen Purba diperkirakan memiliki ketinggian 3.500 Mdpl (meter di atas permukaan laut).

Terbentuknya gugusan gunung di Kecamatan Ijen Bondowoso diawali ledakan hebat Gunung Ijen Purba 70.000 tahun lalu.

Sebelum terjadi ledakan, terdapat dapur magma yang sangat besar dengan magma yang ada di dalamnya dan bersifat asam.

Proses di dalam magma menghasilkan banyak gas  yang terkumpul di bagian atas dapur magma dan sangat banyak, sehingga tekanan juga sangat kuat yang dapat menghasilkan letusan super besar.

Kemudian letusan terjadi super dahsyat dengan kekuatan sangat besar. Mengakibatkan gelembung gas yang ada di bagian atas dapur magma ikut terletuskan yang ketika mengendap dan dikenal sebagai ‘batu apung’.

Letusan sangat besar hingga mengosongkan dapur magma. Letusan menghasilkan aliran piroklastik yang sebagian besar menuruni lereng utara. Aliran ini disebut ‘Ignimbrite’.

Karena dapur magma kosong, retakan-retakan yang semakin rapuh menyebabkan atap dapur magma runtuh dan tubuh gunung ambles dan membentuk kaldera.

Di fase ini juga menimbulkan letusan super besar, menghancurkan bagian tubuh gunung yang sebagian hancur terbawa bersama letusan.

Proses pembentukan kaldera ini terjadi jauh setelah ledakan hebat Gunung Ijen Purba. Yakni sekitar 50.000 tahun yang lalu.

Letusan gunung Ijen Purba ternyata juga melahirkan sebanyak 22 anak gunung, baik yang ada di dalam maupun di dinding kaldera.

Ada sebanyak enam anak gunung api yang ada di dinding kaldera. Yakni gunung Suket, gunung Jampit, gunung Rante, gunung Ringgih, Gunung Pawenan dan Gunung Merapi.

Sementara ada 16 anak gunung api di dalam Kaldera. Diantaranya Gunung Blau, Papak, Gukusan, Widodaren, Geleman, Telaga Weru, Gending Waluh, Gunung Genteng, Kawah Wurung, Gunung Anyar, Gunung Pendil, Gunung Lingker, Mlaten, Pandean, Gunung Cemara dan Gunung Kawah Ijen.

Tenaga Ahli Budaya dan Pendidikan Masyarakat pada Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG), Hosnul Wahid menjelaskan, ada sebagian pendapat bahwa letusan Gunung Ijen Purba menghasilkan lebih dari 22 anak gunung.

"Sebagian pendapat begitu, karena memang masih ada beberapa gunung di luar yang 22 tadi," jelas dia.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES