Pendidikan

HNW: Pentingnya Pendidikan yang Berorientasi Cinta Bangsa

Selasa, 07 November 2023 - 07:44 | 32.04k
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pelatihan Guru Inovatif dan Kreatif merupakan sarana yang sangat baik bagi para guru PAUD dan TK agar ketika mengajarkan pelajaran Al Quran mampu menghadirkan hikmah dan makna yang tepat.

Ini disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) saat memberi motivasi dalam kegiatan yang digelar di Aula Komplek Perumahan Anggota MPR/DPR, Kalibata, Jakarta, 6 November 2023. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pendidikan Al Quran (FKPQ) Provinsi DKI Jakarta itu diikuiti oleh ratusan guru se-Jakarta Selatan.
 
Selain HNW, pemberi motivasi adalah Ketua FKPQ Ade Syaefuddin S.PDi, MM; Praktisi dan Pemerhati Pendidikan Hj. Nabila Aboe Bakar Al Habsyi SSi, MSi; Pesulap Kak Hendra Cerdas, dan Pendongeng Kak Adi Pamungkas.
 
Di hadapan para guru, HNW lebih lanjut mengungkapkan di dalam Al Quran ada banyak pelajaran yang perlu disampaikan kepada peserta didik sehingga mampu membuat mereka menjadi manusia yang berkualitas yang berorientasi membangun negeri dan membawah risalah rahmatan nil alamin.
 
Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) itu menyebut pelajaran kisah Nabi Muhammad yang ada di Al Quran merupakan pelajaran yang mampu menjadikan generasi muda menjadi generasi harapan.

“Kisah-kisah yang ada dalam Al Quran bisa dijadikan tauladan sehingga mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus cinta bangsa, cinta negara, dan menghadirkan visi kehidupan yang membawa rahmat bagi semua,” ujarnya.
 
Memberikan kisah tauladan yang ada di dalam Al Quran menurut alumni Universitas Madinah, Arab Saudi, itu merupakan suatu hal yang dipentingkan sebab saat ini anak-anak, generasi muda, sedang mendapat gempuran atau dibanjiri dengan games, informasi yang merusak masa depan, berita hoax, serta ada manipulasi sejarah yang semuanya meracuni generasi muda.

“Dengan memberikan kisah-kisah tauladan di Al Quran, insha Allah generasi muda bisa tercerahkan dan itu bisa disampaikan oleh para guru yang baik,” tuturnya.
 
Dalam kesempatan itu, pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu menyebut kata Jas Merah. Kata itu mempunya arti jangan sekali-kali melupakan sejarah. Setelah menyebut Jas Merah, HNW kemudian menyebut Jas Hijau. “Artinya, Jangan Sekali-Kali Melupakan Jasa Ulama, Umara, dan Umat Islam”, ungkapnya.
 
Dengan berpedoman pada kedua ‘jas’ tersebut, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut pelajaran sejarah yang ada di Indonesia akan menjadi lebih bermakna dan adil bagi generasi muda karena  untuk mencetak manusia yang berkualitas perlu mendapat informasi yang baik dan benar.
 
Hal demikian ditegaskan HNW sebab sudah mulai ada upaya manipulasi terhadap sejarah Indonesia di mana peran-peran yang dilakukan oleh ulama, umara, dan umat Islam mulai dhilangkan. “Dan allhamdulillah kita mempunyai orang-orang yang membela kebenaran dan mengoreksi manipulasi sejarah dan kejahatan informasi”, tegasnya.
 
HNW dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada pemateri dan peserta pelatihan yang hadir. “Semoga pelatihan berjalan sukses dan menghadirkan pelajaran yang memperkuat kita sebagai pejuang kebaikan dan kebenaran untuk mengadakan perubahan menuju Indonesia yang lebih baik,” tuturnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES